#183 Hujan Bulan Juni: Novel

Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri…

#181 Aksara Amananunna

12 manusia 12 zaman 12 cerita Semua berusaha menghadapi sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Amananunna di zaman Sumeria harus merasakan pahitnya karma. Tokoh ‘aku’ di zaman modern berusaha lari dari sistem komunitas sadomasokis yang bagai apel terlarang. Kevalier d’Orange di Prancis abad pertengahan mencoba berkompromi pada sistem masyarakat dan keadaan dirinya. Seorang pemuda…

#51 Linguae

  “Apakah kamu masih akan mencintaiku kalau aku suatu hari bangun tanpa lidah dan tidak bisa lagi menyatakan cinta dan menyentuhmu dengan lidahku?” “Kalau kamu?” Ia balik bertanya, sambil menjulurkan lidahnya. Kalau ia tidak berlidah? Aku teringat cerita tentang Sasuke, seorang pelayan yang menjalin hubungan cinta terselubung dengan shunkin, perempuan majikannya. Suatu penganiayaan oleh saingannya…

#50 Simfoni Dua: Sajak-sajak Subagio Sastrowardoyo

Akhirnya saya mengerti, membaca karya-karya sastra Indonesia atau membaca karya sastrawan yang dimiliki Indonesia adalah sebuah PR yang tenggat mengerjakannya mesti lah memerlukan waktu panjang. Belum lagi tak ada jaminan apakah cara kita menilai atau menghargai tiap-tiap karya sastra sudah benar adanya atau sudahkah menelanjangi pesan yang dimaksudkan para sastrawan tersebut. Kecuali kau begitu mencintai…

#47 Pulang

Lazimnya, atau baiknya, sebuah resensi diawali dengan ringkasan isi buku yang diresensi.Itulah seharusnya bagaimana sebuah ulasan dimulai. Setidaknya ya seperti itu yang disepakati banyak artikel yang terbit di dunia maya. Tapi justru itu masalahnya buat saya.

#34 Merentang Pelukan

Beruntung sekali mendapat buku ini secara gratis dari salah satu kontributor himpunan puisi ini. Thanks Mas Ungu :-). Tentang bersajak, berpuisi, berprosa, sungguh pengetahuanku sedikit sekali. Maka sepertinya pesan dari pemberi buku ini salah. To: Ziyy Terus Bersajak, ya! -Toffan Ariefiadi Karena pengetahuanku sedikit sekali, apalagi tentang menginterpretasi kata frasa berbunga yang menciri pada puisi.…

#33 Baju Bulan

Ah, lihatlah. Sampulnya begitu cantik. I really fall for the cover. I fall for the full moon, always. Itulah mula ketertarikan pada buku ini. Selain memang (sebelum membacanya), aku mengantisipasi apa yang akan Jokpin tampilkan disini.

#32 Bali

Bali adalah persentuhan pertama saya dengan Putu Wijaya. Sepanjang membaca, saya berpikir untuk nantinya mencari tahu tentang Putu Wijaya lebih jauh lagi, karyanya apa lagi ya? Karena memang baru belakangan, awal tahun ini tepatnya, saya akhirnya tahu beberapa nama sastrawan terkemuka Indonesia, semisal; Budi Darma, Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer, dan ya Putu Wijaya. Tiga…

#15 Celana Pacar Kecilku Di Bawah Kibaran Sarung

Bila bukan karena buku ini ada ditumpukan buku-buku yang diobral, mungkin saya tidak akan membelinya. Karena sebelum ini saya tidak berhasil meyakinkan diri bahwa kumpulan puisi itu termasuk ‘worth to buy’. Semoga saya tidak menyinggung para penikmat sajak, karea alasan dibalik itu lebih karena perhitungan biaya dan manfaat. Ada pun tiga bintang yang saya sematkan…