[Blogtour + Giveaway] 30 Paspor: The Peacekeeper’s Journey

Di kelas 30 paspor kali ini mahasiswa Pak Rhenald ditugaskan tak hanya pergi ke luar negeri, tetapi juga menjadi relawan, terlibat dalam kegiatan sosial atau membantu siapa pun yang membutuhkan. Tujuannya, merajut perdamaian!

BErbagai petulangan seru pun terjadi. Dikejar-kejar orang asing, kehilangan koper, bahkan salah seorang mahasiswa hampir dirampok. Berbekal teri kacang sebagai alat diplomasi, hingga tak sengaja ditemani artis terkenal di sebuah negara, semua mewarnai suka duka perjalanan mereka.

Tugas yang awalnya ditentang banyak orang terbukti jadi ajang “latihan terbang”. Kesasar di negeri orang telah menumbuhkan mentalย self-driving-pribadi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menentukan arah hidup sendiri.


Good day, everyone!

Waktu kemarin ada tawaran masuk untuk mengulas buku dalam rangkaian blog tour dan membuka kesempatan giveaway di blog buku ini, saya langsung ikut berbaris rapi. Berharap mendapatkan kesempatan bagus ini. Saya sudah mendengar dan melihat judul 30 paspor dalam beberapa kesempatan saya blogwalk dan cucimata di toko buku, but never get to read them. Dan akhirnya saya tahu, bahwa 30 paspor adalah kumpulan kisah solo traveler yang lahir dari program revolusioner yang diinisiasi oleh Prof. Rhenald Kasali.

Kumpulan kisah dalam buku ini mudah sekali untuk dinikmati. Dengan narasi yang baik dan easy flow, kisah-kisah yang hadir sangat menghibur dan cukup memberikan informasi bermanfaat. buat saya yang anak rumahan, sedikit banyak buku ini berhasil menumbuhkan benih-benih keinginan untuk melakukan hal serupa: get lost!

Membaca kumpulan cerita dalam buku ini seperti mendengar teman baik yang baru pulang melancong ke suatu tempat. Kita bisa ikutan excited hanya dengan mendengar mereka. Banyak dibikin iri, dan jadiย wondering, apakah nanti kalo saya solo traveler bisa seberuntung mereka yang kisahnya diiringi pengalaman baru yang menyenangkan? Apa bisa seperti mereka yang menjadi ambassador Indonesia secara tidak langsung dan membawa pesan perdamaian?

If you can’t think about it, believe it. And make a move so it can happen. A journey doesn’t really need a plan, just follow the step, just like the wind. There are many ways, that you can fly to every direction that you want to be. Keep moving, stay curious..

There’s a different between knowing the path and walking through the path. Be inspired, get in touch with your own beauty and your flaws. The combinations of two makes your life unique.

Beberapa cerita, bahkan terasa personal. Maksudnya, ternyata ada dari mereka yang seperti saya: pemalu. Lalu mesti tersesat dan akhirnya mereka menemukan diri mereka, itu bikin iri banget! Aaaakkk jadi pengen jalan-jalan.

Jadi, hati-hati, karena buku ini bisa menyuntikkan semangat. Membangkitkan curiousity yang terpendam dan bisa mengelabui kamu untuk bergerak dan tersesat! :evilgrin:


Naah sekarang saatnya giveaway~ (((yang semangat dengan gratisan, yuk merapat!)))

Dengan baiknya, penerbit Noura Books akan membagi 1 eksemplar 30 Paspor: The Peacekeeper’s Journey ini buat kamu yang beruntung. Caranya gimana? Disimak yes ๐Ÿ˜‰

  1. Silahkan follow twitter penerbit @NouraPublishingย dan penulis buku ini @JS_Khairenย . Silahkan juga follow IG saya di @faraziyya. Eh iya, ini semua opsional kok ๐Ÿ˜€
  2. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar: Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain? Kalau pernah, ceritain dong pengalamanmu yang paling menarik. Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Eh barangkali kamu punya dream destination? Share di sini yaa.
  3. Giveaway ini di buka mulai hari ini, Selasa (11 April ’17) s.d ย Sabtu (15 April ’17). Saya akan memilih pemenangnya secara subjektif dan pengumuman pemenang akan dikabarkan dalam postingan blog di hari Senin, 17 April ’17
  4. Oia, sebelum menjawab pertanyaan di poin nomor 2, jangan lupa sertakan:ย nama, email, dan akun twitter (jika ada)ย ya.
  5. Good luck!

Title: 30 Paspor: The Peacekeeper's Journey
Author: J.S. Khairen
Release Date: March 23rd 2017
Publisher: Noura Books
Format: Paperback
Page Count: 355 pages
Genre: Travelogue

18 thoughts on “[Blogtour + Giveaway] 30 Paspor: The Peacekeeper’s Journey

  1. Nama : DImastoro
    Email : adayasindisini@gmail.com
    Twitter: @adikhyuan

    Jika ditanya : Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain? Sejujurnya (walaupun dijawab gak jujur juga ketahuan) b.e.l.u.m.p.e.r.n.a.h. Saat tidur pun belum pernah bermimpi yang begituan seingat saya (lagian kalau ingat berarti saya tidak tidur dong). Walaupun begitu… ada harapan suatu saat menjajak kaki di negara yang ada saljunya dan pas musim salju (pasti Anda tau apa yang mau saya lakukan dengan salju itu ๐Ÿ˜€ yak, buat bikin es pung pung :D)

    Sejujurnya, bagi mereka yang bisa solo traveler, menurutku sesuatu yang keren. Mengapa? mereka mampu menemukan kebebasan, tantangan, dan kegembiraan dalam satu waktu sekaligus. Saya pernah membaca karya yang mengisahkan solo traveler seperti buku selimut debu karya Agustinus Wibowo dan Naked travelernya Trinity. Mereka tidak hanya sekadar (seneng seneng thok) foto jeprat jepret dan unggah di medsos.

    Mereka mencoba menyesapi nilai-nilai yang ditangkap di setiap negara yang dijelajahi. Selain itu, mereka sering merefleksikan pengalaman yang di dapat dan dikembalikan ke diri sendiri.(Bahkan dibagi ke kita dalam bentuk buku). Sehingga perjalanan mereka selalu penuh warna dan kita pun bisa mendapatkan imu dan wawasan dari mereka. Beitu juga harapan saya juga bisa menyesap pengelaman para muridnya Pak Renald Kasali melalui buku 30 Paspor: The Peacekeeperโ€™s Journey . ๐Ÿ˜€

    Liked by 1 person

  2. Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    Email: alamadt_saya@yahoo.com
    Twitter: @san_fairydevil

    Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain? Kalau pernah, ceritain dong pengalamanmu yang paling menarik. Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Eh barangkali kamu punya dream destination? Share di sini yaa.

    Belum pernah. Dan pandangan aku buat mereka yang suka jalan-jalan sendirian itu keren banget. Apalagi kalau mereka itu cewek. Kelihatan maskulin gitu. Mereka mandiri. Mereka bisa menjaga keselamatan diri mereka sendiri dan berpikir cepat jika ada sesuatu yg tidak diinginkan. Mereka itu wanita-wanita perkasa.
    Soalnya, jujur aku suka jalan-jalan tapi aku enggak berani sendiri. Minimal harus ada teman satu orang. Kenapa? Karena aku buta arah. Aku enggak bisa yang namanha baca peta. Aku pelupa jalan mana yang aku lewati atau yang harus aku lewati. Lebih-lebih karena aku minus, jadi kalau sudah malam pasti jark pandangku berkurang walaupun sudah pakai kacamata.
    Aku butuh teman untuk ngobrol. Aku bukan orang yang supel, jadi aku perlu orang lain yang sudah aku kenal untuk aku ajak bicara.
    Jadi itu kenapa aku kagum ke para wanita yang suka travelling sendirian.

    Destinasi impianku kalau di dalam negeri, dimanapun yang alam bawah lautnya indah karena aku enggak bisa berenang. Jadi bawah laut menjadi tempat impianku.

    Kalau di luar negeri, aku ingin ke Jepang. Aku ingin ke Fukuoka, ke pantai Singu. Tempat favoritnya YUI, penyanyi favoritku. Idola pertamaku.

    Liked by 1 person

  3. Nama : Muhammad Jamaludin
    Email : 74maludin@gmail.com
    Twitter : @J_muh94

    Pertanyaannya “Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain ? “Jawabannya sih belum pernah.
    Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Buat aku sih solo traveler itu suatu impian. Sudah lama aku pengen banget solo traveler mengunjungi berbagai negara dengan berbagai bentang alam, budaya, demografi, dan teknologinya (baik teknologi lama maupun teknologi baru). Bahkan aku pernah menulis, salah satu impian terbesarku adalah mengunjungi 150 negara. Rasanya itu sangat sulit, but I Like It. Walaupun sampai sekarang belum satupun. karena masih sibuk mencari passion ku.

    Aku ingin pergi ke sebuah negara dengan passion aku. bukan karena uang, maupun karena ingin selfie atau jeprat – jepret memamerkan perjalanan. Tapi aku ingin belajar. Belajar bagaimana mereka berinteraksi, bagaimana mereka menghadapi perubahan, bagaimana berinovasi, bagaimana alam disana, serta mengapa disana seperti itu. Bisakah hal itu diterapkan di Indonesia, jika hal itu adalah suatu sisi postif, dan apa kelebihan Indonesia jika itu adalah suatu hal yang negatif.
    Bisa membagi ilmu pengetahuan, dan hal – hal yang aku alami melalui tulisan adalah hal yang aku sukai.

    Doakan aku bisa mencapainya…

    Like

  4. Nama: Didi Syaputra
    Email: syaputradiddy@gmail.com
    Twitter: @DiddySyaputra

    Dream destination? Tentu saja punya. Terlepas terkabul atau gak itu masalah nanti. Karena memang ya untuk menjalani kehidupan juga diperlukan impian sebagai penyelaras kenyataan. Perkara terlalu tinggi atau sangat gak mungkin dicapai itu urusan belakangan, yang pasti hidup harus punya mimpi, semustahil apapun itu. Terserah. Sebab mimpi sangat diperlukan sebagai awal perencanaan kedepan.

    Jujur. Sejak dulu sebelum berhasil lulus tes penerimaan MABA Ilmu Hukum di Universitas Islam Indragiri sebenarnya sudah lama punya mimpi ingin berkunjung ke Belanda. Bukan tanpa alasan. Pilihan jurusan yang diambil ini juga karena ingin ke sana, Utrecht University tepatnya – Sebuah Universitas terkemuka di Utrecht Belanda. Selain nama kota, Utrecht juga merupakan salah satu tokoh ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Ilmu Hukum. Walaupun sebenarnya nama Utrecht baru sekitaran 2 tahunan familiar di telinga, tepat setelah menyandang status sebagai Mahasiswa Ilmu Hukum semester IV. Dan terbesit keinginan untuk melanjutkan Pasca Sarjana di sana. Terlebih dengan kepopuleran kampus ini di bidang ilmu hukum. Sangat berharap ini benar-benar terwujud.

    Di luar itu semua, keinginan ini sebenarnya berdasar pada keindahan tatanan negara di sana. Entah kenapa ketika mendengar Belanda disebut, aku selalu tertarik mencari tahu. Meskipun pada kenyataannya dulu Belanda sempat menjajah tanah air. Tapi itu semua gak cukup berpengaruh untuk menghalang-halangi keinginanku ke sana. Lebih lagi fakta keindahannya didukung setelah berhasil menamatkan salah satu novel Arumi Ekowati – Merindu Cahaya De Amstel. Novel ini membuat tekadku semakin bulat saja untuk mengunjunginya. Ingin berleha-leha di Sungai Amstel Amsterdam seperti di setting novel ini. Menikmati sunset hingga benar-benar terbenam dan bersepeda ria bersama rekan-rekan Belanda. It’s so fun.

    Dan juga impian berkunjung ke negara ini sudah jauh-jauh hari kuniatkan sebagai solo traveller. Walaupun jika berkaca pada karakter pribadiku yang sedikit pemalu dan lebih banyak diam, yang terkadang akan terkesan mustahil dan gak memungkinkan, namun pada kenyataannya aku akan lebih leluasa berinteraksi dengan orang lain ketika hanya sendirian, lebih merasa leluasa bertindak, gak dikekang, apalagi disalahkan. Bebas. Dan inilah satu-satunya kesempatan untuk keluar dari zona nyaman itu. Belajar mandiri dengan bepergian sendiri. Dan juga situasi sendiri, lebih lagi di tempat asing, sangat menuntut kita untuk berpikir cepat dan tepat. Karena di tempat asing gak berlaku semboyan ‘Biar Lambat asal Selamat’. Semua harus cepat diputuskan dan tetap sasaran. Waktu gak akan mengizinkan berpikir lebih. Dunia sekarang butuh kecepatan. Terserah apapun yang akan dikorbankan untuk mengimbanginya. Makanya sedikit banyak aku merasa tertantang untuk melakukan itu. Sebab selama ini dalam mengambil keputusan aku selalu lebih banyak mempertimbangkan sana sini dan justru pada akhirnya gak selalu sesuai harapan. Seenggaknya aku bisa belajar kecepatan dan ketepatan itu di sini, dengan solo traveller tentunya. Sekaligus melatih diri untuk terbiasa mengatasi semua permasalahan sendiri. Tanpa perlu lebih banyak mengandalkan orang lain. Dan aku semakin tertantang untuk mengembara seorang diri ke berbagai negara setelah menuntaskan 30 Paspor di Kelas Sang Profesor edisi 1- JS. Khairen. “… Perjalanan ini sama seperti kehidupan. Prosesnya bisa saja menyebalkan, menyakitkan atau membuat mati rasa. Tapi ketika kamu sudah sampai di tujuan, semua beban rasanya sirna,” salah satu kata bijak di karyanya. Dan aku ingin membuktikan itu. Cause the trip is an advanture and i want to feel it. I hoped.

    Terima kasih.

    Liked by 1 person

  5. Nama: Ratna Komalasari
    email: ratroiana@gmail.com
    akun twitter: @imratnasr

    Aku sih belum pernah Travelling sendirian. Pernah hiking ke Bogor sama temen-temen.

    Nah kalau disuruh travelling sendiri kayaknya seru deh, tapi kalo bisa sama temen lah satu biar nggak kayak anak ilang banget hehe.
    Travelling sendiri itu ada adiknya ada nggak asiknya sih.

    Asiknya itu bisa bebas kemana aja tanpa di ganggu orang, apalagi kalau travellingnya ke tempat yang jauh dari rumah berasa dunia milik sendiri.

    Nggak asiknya itu kalau sendiri, nggak ada yang bisa di ajak ngobrolin tentang destinasi kemana lagi yang mau kita tuju, beli oleh-oleh masa sendiri? enak sama temen kalau bisa minta bayar in lebih enak wkwk.

    Jadi, pandangan aku yang cewe ini, lebih baik ngajak temen buat traveling, karena cewe itu sangat rawan akan kejahatan di luar. Apalagi traveling yang kita nggak kenal sama sekali orang orangnya. Bahaya.

    Destinasi impian aku itu…
    Labuan Bajo atau Pulau Komodo.

    Sumpah tempat itu keren banget! Sukaaaa. Disana itu paket komplit. Mau Hiking? bisa! Hikingnya di Gili Lawa
    Mau berenang? bisa banget! apalagi lautnya itu keren banget, warnanya biru enggak butek kayak di Ibukota
    Mau ketemu Komodo? Yaa cuman disini, di Indonesia!
    Makanannya enak banget lagi (ini kata orang yang udah kesana yaa wkwk)

    Ini memang pulau kecil tapi punya sejuta pesona yang luar biasa.

    Dan satu lagi, buat apa pergi ke luar negeri yang mahal naik pesawatnya kalau di Indonesia banyak banget destinasi yang lebih bagus daripada ke Perancis atau Inggris. Bukan maksud aku ngejelekin mereka, tapi sebagai orang Indonesia kita harus meng explore negeri kita sendiri dulu, dan kalian harus tau kalau di Indonesia itu lebih bagus daripada luar negeri.

    Udah ahh, aku kayak iklan Pesona Indonesia wkwk.

    Wish Me Luck;)

    Liked by 1 person

  6. Nama: Alfath
    email: alfath(dot)bookreader(at)gmail(dot)com
    twitter: @alfari_12 dan saya sudah follow IG nya pakai akun IG: alfathfr

    Saya belum pernah solo travelling ke luar kota atau ke luar negeri sendirian. Biasanya dengan satu orang atau lebih. Sederhana sebenarnya, saya perempuan dan kurang percaya atas keselamatan dan keamanan bila bepergian sendiri, apalagi tidak disertai mahram. Mungkin sekarang sudah banyak perempuan bepergian sendirian, tapi paling tidak…mereka yang demikian sudah hafal keamanan dan kenyamanan selama perjalanan terjaga. Oleh karena itu, kalau saya berkesempatan memperoleh buku ini, barangkali saya dapat mengetahui tips trik bepergian dengan aman untuk perempuan (apalagi kalau tidak didampingi mahram; bila memungkinkan). Nah kalau dream destination, sementara saya pengen banget ke tempat-tempat diselenggarakannya ibadah haji (Mekkah, Medinah) via backpacker, mengingat antri perjalanan ibadah haji via jalur biasa memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengantri. Thank you ๐Ÿ™‚

    Like

  7. Nama: Erlina Dwi Novitasari
    Email: erlinadwi85@gmail.com
    Twitter: @ erliynaDN

    Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain? Kalau pernah, ceritain dong pengalamanmu yang paling menarik. Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Eh barangkali kamu punya dream destination? Share di sini yaa.

    Belum pernah kak. Menurut pandanganku tentang jalan jalan sendirian itu kayaknya asik kak karena dengan jalan jalan sendirian akan memiliki tantangan tersendiri seperti harus mengurus keperluan yang dibutuhkan sendiri tanpa ada teman yang membantu, tanpa ada yang menemani dapat membuat menjadi lebih mandiri dan lebih menjaga/melindungi dirinya sendiri. Apalagi kalau cewek kak, pasti keren dan dapat memperoleh pengalaman yang mungkin bisa di sharing ke teman sepulang jalan jalan.
    Kalau dream destination ku itu pengen ke Mekkah kak karena aku ingin menjalankan rukun islam yang ke 5 yakni naik haji. Terus London kak karena kalau lihat di foto orang yang liburan ke London itu keren banget kak. Selain itu, aku juga pengen ke Jepang karena beberapa waktu lalu sepupu ku liburan ke sana dan pas liat foto foto itu keren banget apalagi sepupuku itu kesananya pas musim salju, jadi aku pengen banget ke sana apalagi pas musim salju karena belum pernah melihat sebelumnya dan saat musim semi.

    Like

    • Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain? Kalau pernah, ceritain dong pengalamanmu yang paling menarik. Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Eh barangkali kamu punya dream destination? Share di sini yaa.

      Belum pernah kak.
      Pandanganku tantang jalan jalan sendirian itu asik dan keren banget kak. Karena dgn sendirian dapat memperoleh banyak pengalaman yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya ketika jalan rame rame. Dengan jalan sendirian menurutku dapat menjadikan lebih mandiri karena segala keperluan harus dipenuhi sendiri tanpa ada yang membantu, akan ada tantangan tersendiri, dan dapat menperoleh pengalaman yang begitu berharga yang dpt di sharing ke teman sepulang jalan jalan. Dgn sendirian juga dapat lebih menjaga diri karena tidak akan ada yang teman membantu jika terjadi sesuatu.
      Dream destination ku itu ingin ke Mekkah kak karena ingin menjalankan rukun islam yang ke 5. Terus ke London karena ketika saya melihat dan mencari tahu tentang London itu keren banget kak apalagi pas liah foto orang yang habis dari London yang keren keren jadi pengen banget kesana. Terus ke Singapura karena disana memiliki tempat yang indah yang ingin aku kunjungi.
      Selain itu aku juga ingin ke Belanda, Perancis, Jepang, dan Amerika.

      Like

  8. Nama : Muhammad Imam Farouq
    Email : extreme.1302@gmail.com
    Twitter : @Faruq_AlBanna

    Kalau ditanya pernah atau nggak solo traveler ke Negara Orang lain tentu jawaban saya adalah BELUM. Jangankan ke Negara Orang lain negara sendiri saja belum semua dikunjungi, tapi saya selalu berdoa semoga suatu saat nanti bisa keliling Indonesia menikmati keindahan alam yang dimiliki Negara tercinta ini, juga tentunya bisa menyaksikan keindahan di belahan dunia yang lain juga.

    Dan pandangan saya mengenai orang yang yang bepergian, bertualang, atau berjalan-jalan sendirian dia adalah orang yang hebat, orang yang berpikiran maju dan pasti banyak mendapat ilmu dan pengalaman baru. Banyak pengelana/penjelajah yang tulisan-tulisan perjalanannya menjadi rujukan orang lain, dimasa lalu sebut saja Ibnu Battutah seorang penjelajah Muslim Terbesar sepanjang masa, yang namanya abadi karena buku perjalanannyaโ€‹ (Rihlah Ibnu Battutah) menjadi inspirasi banyak orang tak terkecuali saya, Ibnu Battutah merupakan penjelajah muslim yang bahkan Marcopolo dan Colombus tidak ada apa-apanya karena terbukti perjalanan Ibnu Battutah melampaui mereka. Saya ingin menjadi Ibnu Battutah agar bisa melihat keanekaragaman orang-orang si berbagai tempat di belahan dunia, saya ingin menjadi Ibnu Battutah agar bisa menuliskan pengalaman berharga untuk dibaca banyak orang dan memberi manfaat dari tulisan perjalanan saya.

    Kalau ditanya Dream Destination ada beberapa negara yang menjadi mimpi saya untuk saya kunjungi kelak setidaknya ada Empat negara dalam mimpi saya, dan tanpa ragu saya akan menjawab yang pertama adalah Saudi Arabia (Makkah dan Madinah), alasannya jelas tentu sebagai seorang muslim saya ingin menginjakkan kaki di dua kota suci tersebut, disetiap sujud saya selalu berdoa semoga Allah memberi kesempatan kepada saya untuk pergi ke sana, beribadah dan juga menyusuri tempat-tempat bersejarah bagi umat muslim semoga saya bisa kesana bersama keluarga, mungkin ini hanya menjadi mimoi bagiku sekarang tapi saya yakin Allah akan selaku menjaga mimpi saya untuk nantinya dijadikan kenyataan…Amin…

    Yang kedua adalah Turki, yah alasannya adalah karena di Negara ini banyak hal bersejarah tentang islam, saya selalu bermimpi berkelana mengunjungi negara di dua benua ini yang terpisahkan oleh selat Bosphorus, bermimpi melihat menara Galata yang terkenal itu, Istana Topkapi, Hagia Sophia, Blue Mosque dan banyak lagi tempat lainya. Di Negeri inilah kekhalifahan Islam terakhir hancur untuk selamanya menyisakan sejarah dan air mata bagi jutaan umat muslim du seluruh dunia.

    Dan Negara ketiga yang ingin saya kunjungi adalah Spanyol, dulu dikenal dengan nama Andalusia, terdapat kota Cordoba di kota ini dulu pernah membuat iri kota-kota lain di Eropa karena peradaban yang begitu maju tumbuh san berkembang di sini, dengan masjid Agung Cordoba sebagi pusatnya, pusat ilmu yang banyak melahirkan intelektual Muslim terkemuka. Kota ini disebut juga sebagai the City of Light karena dari sinilah Eropa berhasil keluar dari abad kegelapan, andai diberi kesempatan saya akan mengunjungi Masjid Agung Cordoba dan juga Istana AL Hambra, benteng pertahanan Islam terakhir di Negeri Matador ini sebelum ekspansi dari Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menghapus jejak Islam dari bumi Ibnu Rusyd.

    Dan Negara keempat yang selalu menjadi angan-angan saya untuk saya kunjungi adalah Mesir, selain ingin melihat aungai Nil ada alasan lain kenapa saya ingin mengunjungi negeri Musa ini, yang pertama saya ingin berziarah ke Makam Imam Syafi’i dimana saya mengikuti madzhab beliau, dan yang selanjutnya saya juga ingin berziarah ke makam tokoh yang saya idolakan yaitu Syaikh Hasan Al-Banna pendiri Ikhwanul Muslimin, ya saya akan pergi ke Makam beliau dan mendoakan mereka.

    Itulah beberapa pendapat saya, dan semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke negara impian saya.

    terima kasih
    salam
    Muhammad Imam Farouq

    Liked by 1 person

  9. Nama: Alfath
    Email: alfath(dot)bookreadrr(at)gmail(dot)com
    Twitter:alfari_12/Ig sudah follow dg akun: alfathfr
    Mungkin postingan saya kemarin gagal masuk, jadi saya coba re-submit lagi ya Mbak ๐Ÿ™‚

    Saya tidak pernah bepergian ke luar kota/negara sendirian kecuali kota sebelah. Minimal ada satu orang yang mendampingi saya untuk bepergian yang lebih jauh. Tanpa mahram atau sekelompok teman, sebagai perempuan saya seringkali takut dan was-was akan bepergian sendirian. Hanya saja saya yakin kalau perempuan yang terbiasa berpegian sendiri tanpa mahram, dia sudah dipercaya oleh mahram dan keluarganya. Selain iyu, dia juga telah tahu tips dan trik bepergian yang aman. Oleh karena itu, saya merasa bersyukur bila berkesempatan dapat buku ini. Saya bisa melihat pengalaman tertulis, (khusunya perempuan bila ada) agar bisa bepergian dengan aman walau tanpa mahram.

    Destinasi impian? Ada. Saya ingin berhaji via backpacker. Tentu saja bareng mahram saya nantinya. Hehe… Mengingat antrian reguler ibadah haji begitu mengular dan memakan waktu bertahun-tahun, saya pernah membayangkan mengunjungi tempat-tempat ibadah haji seperti Makkah dan Madinah lewat jalur sendiri. Beberapa WNI yang pernah belajar di luar negeri membagi kisahnya, bahwa mereka bisa backpacker untuk mengunjungi baitullah. Jadi, meskipun mungkin ini masih mimpi dan perlu riset detil tentang rute dan perlengkapan, saya berminat mengunjungi baitullah dengan jalan backpacker. ๐Ÿ˜€

    Terima kasih untuk event GA nya ๐Ÿ™‚

    Like

  10. Nama: Bety Kusumawardhani
    Email: aki.no.melody@gmail.com
    Twitter: @bety_19930114

    Aku belum pernah dan ingin bgt solo traveling dalam waktu dekat karena terinspirasi oleh mbak trinity ๐Ÿ™‚ Dream destination ku justru ke tempat yg dianggap berbahaya untuk solo traveling wanita yaitu: India, negara yg isu nya banyak pemerkosaan dan pelecehan wanita. Aku ingin menjelajah dan membuktikan bahwa isu tsb tidaklah benar. Aku merasa tertantang bgt untuk pergi ke sana setelah membaca tulisan traveler yg sudah ke sana dan mereka memberikan tips-tips yg kebanyakan berisi larangan-larangan. Tujuanku adalah Taj mahal yg memiliki sejarah panjang dan filosofi kisah cinta abadi. Solo traveling ke India juga diharapkan menjadi obat penawar phobia ku pada hewan tikus, sapi, monyet, anjing, karena hewan-hewan tsb dibiarkan bebas berlarian di jalan yg membuatku terpaksa berinteraksi dengan mereka. Aku juga berecana mengurangi lemak di tubuhku dengan mempraktekkan joget ala film bollywood langsung di negara asalnya.

    Like

  11. Nama: Rina Fitri
    Email: Riinafitrii68@gmail.com
    Twitter: @Rinafiitri

    Kalau solo traveler sih aku belum pernah ya. Paling jauh juga ke provinsi tetangga. Dan aku pengen sih solo traveler, pengen banget malah. Khususnya ke luar negeri. Karena kan kalo di luar negeri lebih memungkinkan untuk melakukan solo traveler kayak yang dilakuin backpaker-bacpaker di luar sana. Cuma aku nggak mau pergi secara khusus ke luar negeri untuk solo traveler. Aku ingin melakukannya ketika sedang mengambil studi di luar, jadi aku punya waktu terlebih dahulu untuk mengenal karakterisitik negara yang kukunjungi. Karena hal itu, aku juga jadi terpacu untuk belajar yang giat biar bisa mendapat beasiswa ke luar negeri dan melakukan solo traveler nantinya. Terkait dream destination, aku ingin ke Inggris sih. Tapi tergantung juga dimana aku akan studi nantinya. Aku ingin mengunjungi Edensor, desa yang terkenal indah di Inggris. Sebenarnya inspirasiku untuk solo traveler ini adalah kisah Andrea Hirata dalam edensor. Bagaimana beliau melakukan duo traveler (karena bersama Arai) mengelilingi hampir seluruh benua Eropa hanya berbekalkan uang dari hasil menjadi patung putri duyung. Bahkan mereka beberapa kali dirampok, harus tidur di bandara, menumpang truk warga desa yang berangkat ke kebun di pagi hari. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan menurutku. Dan destinasi perjalanan terakhir mereka adalah Edensor. Aku benar-benar ingin membuktikan sendiri keindahan Edensor dengan mengunjunginya secara langsung.

    Like

  12. Nama: Rinita
    Email: rinvir90@gmail.com
    Twitter/Ig: @Rinitavyy / rinvirgo_

    Q: Pernah ga, kamu solo traveler ke negara orang lain?
    A: Belum pernah. doa-in aja ya kak, hehe….(aku berharapnya sih pas traveller nanti udah bawa gandengan, jadi nggak solo lagi, tp duel traveller ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ )

    Q: Kalau kamu belum pernah solo traveler, gimana pandangan kamu tentang jalan-jalan sendirian? Eh barangkali kamu punya dream destination?
    A: Jalan-jalan sendirian menurutku kurang asyik. Bukannya apa, tetapi aku lebih suka kebersamaan, jikalau mau jalan-jalan atau travell di hari weekend begitu. Lagi pula punya temen yang bisa aku ajakin bersenang-senang itu banyak banget manfaatnya. Selain bisa ngrasain susah-senangnya di perjalanan menuju tempat tujuan, bersama-sama juga bisa saling membantu di saat-saat urgent. Selain puas bisa foto bersama mengabadikan moment penting, kami juga bisa merasakan aura kesenangan yang mana rasanya pun sulit sekali untuk di terjemahkan pakai bahasa apa pun. Yah, pokoknya jalan-jalan atau travell bareng-bareng itu lebih dalem gitulah maknanya, buatku. Karena kalau mau solo travel, aku merasa belum ada kenekadan yang kuat dalam diriku. Apalagi inikan perjalanannya dilakukan sendirian, takut aja nanti di perjalanan kalo ada apa-apa siapa yg mau ngebantuin. terus kalau travell sendirian pun pastinya aku bakal selalu merasa kesepian. Meskipun di setiap perjalanan travellingnya aku bakal berjumpa dengan banyak orang, tetapi tidak ada orang ku kenal yang bisa aku ajak bercanda, ngobrol, atau sekedar menularkan rasa hepiku tiap kali menemukan sesuatu yg menarik di tiap perjalananan..

    Q: Eh barangkali kamu punya dream destination? Share di sini yaa.
    A: Tempat tujuan impianku buat travelling itu Maldives. Bahkan dari dulu sampai sekarang dan sampai bisa tercapai di masa depan nggak bakalan berubah…Dann kalau bisa kesananya sudah mampu bawa pasangan aku jamin makin itu impianku banget..hehe๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Liked by 1 person

  13. Nama : Gea Harovansi
    Email : gea.harovansi@gmail.com
    Twitter/IG : @harovansi

    saya belum pernah melakukan solo traveller, bahkan untuk group traveller pun udah lama gak saya lakuin. (-Iya bener, saya kurang piknik-). Tapi melakukan solo traveller adalah salah satu misi yang ada dalam bucket list saya.
    Menurut saya, travelling solo itu adalah tindakan yang paling bijaksana. Dengan begitu kita bisa bebas, gak perlu gak enakan sama teman. Coba bayangin deh kalau misalnya kamu travelling rame-rame. Pasti kamu bakal ikut teman-teman buat makan di tempat yang cukup mahal buat budget kamu, karena gak enakan kamu terpaksa ikut deh. Padahal kalau traveling sendirian, kamu bisa pilih makan di pinggir jalan yang lebih murah. Kamu juga gak akan segan-segan kalau jalan kaki. ^_^
    Destinasi impian saya adalah negara-negara di Asia Tenggara, saya ingin sekali melakukan solo traveling kesana ala-ala backpacker. Kenapa saya milih negara Asia Tenggara dan bukannya menjelajah Indonesia lebih dulu. Balik lagi ke rasa gak enakan itu sih. “Orang-orang kita” pasti bakalan ngerasa aneh kalau ngeliat kita backpacking hemat gini, nenteng-nenteng ransel, jalan kaki dan sebagainya. Beda kalau ke negara lain, mungkin kita tetap dianggap aneh, tapi minimal kita gak ngerti kalau mereka lagi menggunjingkan kita.

    Like

  14. nama: Rissya Mutya Prima
    email : rissyamutyaprima@gmail.com
    twitter: @RMP2982

    Semoga masih terhitung untuk ikutan ya kak faraziyya hehe, which is aku suka banget sama buku about travelling dan selalu senang mendengar cerita seseorang kalau habis mengunjungi tempat baru atau berlibur ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi bahkan mendengar namanya saja belum pernah.

    Kalau ditanya tentang dream destination? tentu saja aku punya. Tapi jika suatu saat nanti aku bisa mewujudkannya tentu aja aku belum mampu untuk solo traveler apalagi keluar negeri. Bagi aku solo traveler itu kalo bukan yang sudah ahli ya berarti nekad. Kalau yang biasa solo traveler terus punya banyak pengalaman juga modal bahasa inggris yang cukup ya berarti bisa dihitung ahli, nah! kalau kebalikannya ya berarti nekad. Dan aku dengan segala konsep semua harus direncanakan sepertinya tidak bisa hanya modal nekad. Itulah kenapa aku suka membaca atau mendengar kisah seseorang yang pergi traveling.

    Aku belum pernah keluar negeri paling jauh hanya keluar pulau, dream destinationku itu ke Italia dan jepang, suka semua mulai dari makanannya seperti pizza, sphagettinya, potatonya lalu makin cinta dengan gelatonya. Ingin melihat kemegahan colloseum roma dan menakjubkannya menara pisa. Pernah membaca salah satu review blog kakak traveler yang berlibur ke Italia dan makin penasaran akan pesona yang bisa aku dapatkan. Tidak hanya mengejar destinasi tempat terbaik untuk berfoto tetapi juga sebuah history dari elegi yang akan selalu terikat dihati.

    Untuk ke Jepang aku suka melepas rasa penasaran dengan menonton vlog kakak dorripu yang saat ini berdomisili di Jepang selain itu juga aku suka melihat snapgramnya. Jepang menurutku negara dengan kisah sejarah yang pelik dan terkenal dengan harakirinya. Tapi tidak menyurutkan keinginanku untuk melihat sakura di pagi hari dan menikmati kuliner Jepang yang pastinya membuat air liur menetes, ugh! Kebayang bisa wisata kuliner di Jepang menikmati rasanya melihat salju turun diantara sakura, ini salah dua destinasi impianku. Sebenarnya masih banyak tempat lain tapi ini yang menjadi the best dream destinationku.

    Like

  15. Nama: Nurwahidah

    Email: wawcuz@gmail.com

    Twitter: @wawha_cuza

    Jawaban:

    Belum pernah. Tapi aku selalu kagum sama orang yang punya semangat dan keberanian untuk melakukan travelling, apalagi solo travelling, makanya aku selalu suka membaca buku2 yg bercerita tentang perjalanan seseorang. Dari mereka, aku belajar banyak hal. Travelling membuat kita keluar dari zona nyaman, membuka mata kita terhadap realita, mengasah kepekaan dan empati, serta membuat kita lebih bijaksana dan menghargai hidup. Aku juga iri pada mereka, berharap suatu saat nanti aku punya keberanian itu dan merasakan pengalaman real dari sebuah perjalanan.
    Terima kasih atas kesempatannya, aku suka buku ini sejak buku pertamanya dan merasa beruntung bisa tahu info GA ini sebelum terlambat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s