#194 Hari Setelah Kita Jatuh Cinta

img_20161227_205139

Sinopsis

Saat membatalkan pernikahannya sendiri, Rasi merasa langit runtuh dan mengubur dirinya di kedalaman bumi hingga mustahil dirinya bangkit lagi. Akan tetapi Tuhan tidak kehabisan kejutan. Di saat Rasi selesai membenahi dan kembali menjalani hidup, hadirlah Reuben. Lelaki itu membuat Rasi berpikir apakah dia hadir sebagai tiket untuk bisa bangkit kembali dan jatuh cinta? Rasi berpikir demikian saat tangan Reuben terulur, menawarkan kebersamaan, dan tanpa sadar memberi Rasi mimpi.

Rasi menyerahkan segala kepercayaannya dan menyilakan Reuben masuk pada bagian dirinya yang tidak pernah dibagi pada sembarang orang. Tapi, di saat yang sama, Rasi tahu bahwa Reuben bukan datang padanya sebagai kesempatan untuk kembali jatuh cinta. Reuben justru datang untuk menggenapkan pengalamannya patah hati. Di titik itulah, Rasi terlambat menyadari bahwa penyakit yang selama dua tahun ini susah payah disembuhkan, nyatanya kembali datang. Penyakit yang membuatnya lupa bahwa patah hati ada untuk dihadapi, bukan dihindari.

My Thoughts

Aku benci mengakuinya, tapi kadang cinta yang paling kita inginkan adalah cinta yang paling sulit dimiliki. -Reuben

Judulnya sangat menarik:Β Hari Setelah Kita Jatuh Cinta. Kira-kira ceritanya akan seromantis apa? Saya berpikir seperti itu di awal, sebelum akhirnya membaca buku ini.

Halaman-halaman awal novel ini agak sulit dinikmati, imho. The story tried to be told as casual as it can be, even as funny as it can be but it just didn’t deliver rightly. Semakin masuk ke dalam novel ini, nuansa yang kita dapatkan adalah nuansa melankolis. Just my element, you can say that. Belum lagi latar kisah dalam novel ini, cerita Rasi juga agak sedikit berat dari sisi psikologi. Saya pikir saya cuma akan bertemu dengan kisah orang yang saking terbebani mentalnya hingga berusaha mengubur ingatannya dan jadi amnesia -semacam itu- di film-film aja, ternyata Rasi mematahkan itu dengan hadir dengan kasus demikian di novel ini.

Sejujurnya, di novel ini, Rasi beruntung banget sih. Dikelilingi sahabat-sahabat yang care banget dan selalu berusaha untuk mendampinginya. Bikin ngiri. Tapi sayang, nama-nama karakternya ribet untuk diucapin. Dan kisah mereka yang juga sedikit banyak jadi background kisah Rasi dan Reuben rasanya seperti tempelan aja. Sorry to say, but I can’t really relate to them.

To wrap it up, novel ini oke secara cerita tapi eksekusinya kurang mulus di bagian awal dan di bagian casualty daily lifenya. Apa ya? Tapi saya ngerasa effort penulis untuk mengadopsi bahasa keseharian ke dalam cerita terasa ngga sreg pas masuk narasi ceritanya. Lagi-lagi, in my humble opinion sih. Lalu di awal masih ada penggunaan kalimat bahasa inggris yang salah, sayangnya hal itu lolos dari penyuntingan.

Would I recommend this novel? Yes. Especially to everyone who love sad romantic story.

Β Aku sempat penasaran, apa rasanya berada di hari pada saat kita memutuskan untuk saling jatuh cinta. Apa kamu dan aku akan bahagia? Apa jadinya saat aku dan kamu memutuskan bersama?”

Last thing, I have a song to end this review. A song that I thought could represent some of the story of Rasi from this novel. A melancholic song, but I hope you’ll enjoy it.


Book information:

Title: Hari Setelah Kita Jatuh Cinta
Author: Halluna Lina
Release Date: Juni 2016
Publisher: Grasindo
Format: Paperback
Page Count: 249 pages
Genre: Contemporary Romance, Realistic Fiction, Indonesian Lit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s