#180 Catalyst

IMG_20150512_072021 Kate Malone: pintar, mendapat nilai A untuk semua mata pelajaran, anak perempuan pendeta, dan pelari jarak jauh. Ia mampu mengatur hidupnya dengan baik dan menghabiskan waktu mengurus keluarganya sementara, pada saat yang sama, mencoba diterima di universitas impiannya, MIT. Ia sering berlari pada malam hari untuk melupakan masalah. Berlari jauh dan cepat melegakan kepalanya. Kate menghabiskan waktu di sekolah dengan teman-teman dan pacarnya, Mitch, sambil menunggu surat datang dari MIT. Ketika akhirnya surat itu datang, dunia teratur Kate hancur berantakan karena MIT memutuskan ia belum bisa bergabung dengan universitas ternama itu. Dunianya bertambah rumit ketika ayahnya memutuskan membantu musuh masa kecilnya, Terry Litch, ketika rumah keluarga Litch terbakar. Mampukah Kate kembali ke hidup normal sebelum ia jadi gila?

Berbeda dengan Fever 1793 (perkenalan pertama saya terhadap karya Laurie Halse Anderson yang fenomenal dengan novelnya yang berjudul Speak, kisah Kate Malone dinarasikan dengan ritme yang cepat. Seolah saat membacanya kita ikut bergerak dengan ritme gerak-gerik Kate yang cepat dan restless. Kate Malone is such a character, it appears that she has it all but in her mind and soul she’s struggling about so much thing, mostly her future. There, Kate’s story is pretty much a realistic fiction. I mean, who doesn’t think too much about her future when she’s about to graduate from high school?

Tapi lalu ada elemen lain dalam kisah Kate Malone, yakni Terry Litch. A ‘disturbing’ character, it’s only fair to call her a trouble. Terry adalah gadis seusia Kate, schoolmate, neighbor, sekaligus teman yang saat SD-nya sering memukuli Kate -out of no where. Tapi kemudian rumah Terry kebakaran dan Kate yang tinggal bersama ayahnya seorang pendeta yang berkarakter tenggang rasa, harus menampung dan hidup bersama Terry dan Mickey (adiknya). Kate mesti bersabar bahkan meski Terry jelas-jelas mencuri barang miliknya dan berkelakuan tidak menyenangkan.

Kalo sampai situ saja, saya yakin kalian akan geregetan dengan Terry, seperti saya saat membaca novel ini. Tapi setiap orang memiliki rahasia dan alasan dibalik kelakukan mereka yang tidak menyenangkan. Dan seiring Kate menghabiskan banyak waktu bersama Terry dan keluarga Litch, Kate belajar banyak hal tentang Terry. Too much to be Terry, her delinquent attitude surged because of some reasonable baggage that can not be quick to judge. Tapi siapa sangka, Catalyst adalah kisah coming of age Kate dan Terry Litch sedikit banyak punya andil di dalamnya.

Saya membaca novel versi terjemahan yang diterbitkan Gramedia, sayang, menurut saya terjemahannya tidak luwes dan malah membuat saya tidak menikmati membaca kisah Kate sehingga saya berhenti di halaman 106 buku ini dan melanjutkan kisah Kate Malone lewat ebook yang telah ada dalam arsip e-reader saya. Such a pity.

Have you read Catalyst? What do you think?πŸ™‚


Informasi buku:

Title: Catalyst
Author: Laurie Halse Anderson
Release Date: January, 2011
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Format: Paperback
Page Count: 264 pages
Genre: Young Adult, Contemporary, Realistic Fiction.
atmb_add_book-70x25

4 thoughts on “#180 Catalyst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s