Wishful Wednesday #63

Udah sore saat ingat kalo hari ini adalah hari Rabu (ngga cuma hari ini adalah tanggal 1 April #apeu). Hehhe. Eniwei, ada dua buku yang masuk wishlist minggu ini. Keduanya tergolong literatur sastra Indonesia.

Yang pertama, yang menarik perhatian saya di minggu ini adalah karya terbaru dari Ratih Kumala. Judulnya Bastian dan Jamur Ajaib.

Jamur ini bukan sembarang jamur. Jamur ini mampu membuka luka hati siapa pun yang memakannya.

Buku ini bukan sembarang buku. Buku ini mampu membuka dunia imajinasi yang penuh makna.


 

 

Dari Ratih Kumala, saya hanya tahu dan membaca Gadis Kretek. Novel yang mengambil cerita dengan setting yang khusus dan digarap dengan tulisan yang apik. Nah, Bastian dan Jamur Ajaib ini adalah kumpulan cerpen. Meski begitu, saya tetap tertarik sebagaimana saya tertarik karena saya merasa Ratih Kumala adalah satu dari sekian penulis Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dalam karya.

Kedua, buku yang saya inginkan datang dari sastrawan kenamaan yakni Sapardi Djoko Darmono yang karya terbarunya berjudul Trilogi Soekram.

Saudara, saya Soekram, tokoh sebuah cerita yang ditulis oleh seorang pengarang. Ia seenaknya saja memberi saya nama Soekram, yang konon berasal dari bahasa asing yang artinya— ah, saya lupa. Tapi sudahlah. Apa pun nama saya, saya harus menerimanya, bukan? Pengarang itu sudah payah sekali kesehatannya, kalau tiba-tiba ia mati, dan cerita tentang saya belum selesai, bagaimana nasib saya—yang menjadi tokoh utama ceritanya? Saya tidak bisa ditinggalkannya begitu saja, bukan? Saya mohon Saudara berbuat sesuatu. Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono berkisah tentang tokoh.

Soekram yang tiba-tiba loncat keluar dari cerita dan menggugat sang pengarang. Mengapa ia tak selesai ditulis. Mengapa ia tak bisa menentukan jalan ceritanya sendiri. Mengapa ia tak bisa menjadi pengarang. Mengapa kisah cintanya disusun dengan rumit. Antara Soekram dan Ida, Soekram dan Rosa, Soekram dan istrinya (tentu saja). Sejumlah pertanyaan itu membungkus kisah Soekram yang
mengambil latar di kampus, rumah tangga, dan peristiwa huru-hara Mei 98. Novel karya penyair besar Indonesia ini menunjukkan hubungan paling kompleks sekaligus paling sejati antara pengarang dan tokoh di dalam tulisannya.

Tidakkah sinopsis dan sampulnya begitu menarik?😉

Ahh, semoga saya segera berjodoh dengan keduanya. Bila tak sampai ke pangkuan, paling tidak semoga terpenuhi untuk membacanya. #aamiin


  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s