[Movie Adaptation] Love, Rosie

Dari tahun kemarin, saya udah nungguin banget film ini.
Karena siapa? Sam Claflin tentunya!🙂

Dari jauh-jauh hari saya udah mengantisipasi untuk terlebih dahulu membaca novelnya yang berjudul asli Where The Rainbows End (dan dicetak ulang kembali dengan judul Love, Rosie) karya Cecelia Ahern. Review saya tentang novel Love, Rosie bisa kalian cek di sini.

Love, Rosie berkisah tentang dua BFF Rosie Dunne (Lily Collins) dan Alex Stewart (Sam Claflin) yang mesti terpisah jarak dan waktu karena Alex pindah ke Boston dan kuliah kedokteran di Harvard sedangkan Rosie (mulanya hendak ke Boston juga dan sekolah Manajemen Perhotelan) tertahan di Dublin.

It’s almost become a common knowledge that boy-girl friendship must get complicated somewhere somehow. Dan itulah yang terjadi, persahabatan mereka berujung cinta. Sudah sejak saat mereka masih SMA bahkan. It started with a kiss at Rosie’s 18th birthday. Bodohnya, Rosie saking mabuknya jadi ngga inget apa-apa dan karena ngga bisa berbuat apa-apa, Alex memendamnya.

Chances selalu ada, but again, life happened. Saat mereka berencana ‘kabur’ ke Boston mengejar cita-cita mereka bersama, Rosie malah hamil dengan Greg (Christian Cooke). Rosie ngga membiarkan Alex tahu dan membiarkan Alex ke Boston sendiri dengan alasan Rosie ngga diterima masuk ke kampus yang ditujunya. Sampai hampir dua tahun kemudian, saat Alex pulang dan hendak memberikan kejutan ke Rosie dan kenyataan itu terkuak. Alex akhirnya menjadi godfather bagi Katie (putri Rosie).

Lalu, kehidupan berlangsung kembali. Normal. Alex kembali ke Boston dan tak lama kemudian bertemu dengan Sally (Tamsin Egerton) lalu berpacaran. Rosie? Kembali menjadi ibu dan bekerja di salah satu hotel dan berteman dengan Ruby (Jaime Winston). Sampai saat Katie berusia lima tahun, Rosie akhirnya mengunjungi Alex di Boston. Mereka melepaskan kerinduan, mengelilingi kota Boston, dan kemudian makan malam dengan Sally dan Phil (kakak Sally – Jamie Biemish) namun hari yang menyenangkan tersebut malah berujung pada pertengkaran antara Rosie dan Alex.

We just keep missing each other. Maybe we’re just not meant to be.

Kisah Rosie dan Alex masih panjang, sebenarnya. Cuma saya ngga bisa dong spoiling kalian di sini. Hehhe. Secara garis besar sih, Alex dan Rosie selalu ngga bertemu. Momen selalu ngga berpihak kepada mereka dan kisah cinta mereka ngga benar-benar bersatu kecuali mereka menghadapi cobaan-cobaan yang kita bahkan sebagai penontonnya jadi capek hati.😦

Choosing the person that you want to share your life with, is one of the most important decisions any of us makes, ever. Because when it’s wrong, it turns your life to grey. And sometimes… Sometimes you don’t even notice until you wake up one morning and realize years have gone by.

Your friendship has brought glorious technicolor to my life. It’s been there even in the darkest of times. And I am the luckiest
person alive for that gift. I hope I didn’t take it for granted.

I think maybe I did. Because sometimes you don’t see that the best thing that’s ever happened to you is sitting there, right under your nose. But that’s fine, too. It really is. Because I’ve realized that no matter where you are or what you’re doing, or who you’re with, I will always honestly, truly, completely love you.

(Silence)

Like a sister loves a brother and a friend loves a friend. I’ll always stand guard over your dreams, Alex.No matter how weird or twisted they get.

(Rosie’s best-man speech on Alex’s wedding)

Movie adaptation versus novel

It’s good. Funny. Yah namanya juga romantic comedy. Memotong plot hanya sampai Katie berusia 15 tahun, menurut saya, relevan. Karena, kalau ngikutin sama banget dengan novel, filmnya akan berdurasi panjang dan akan sangat bikin ngga sabaran😛 (Lily Collins imut banget sih, agak susah kalau di film dia dibikin grow up tapi masih dia dengan wajah dan postur begitu. Baca: Rosie itu seorang ibu and a grown-up)

Lily Collins mesti beraksen British untuk memerankan Rosie, dan itu dilakukannya masih kurang mulus sih menurut saya. Meski dia effortlessly charming dalam menghidupkan karakter Rosie yang cheerful sekaligus tough, saya rasa aktris lain bisa lebih representatif dan ngga cuma karena kenamaannya tapi dipilih berdasarkan aktris itu resembling karakter Rosie. Tapi kalau diminta memberikan nama, saya juga ngga bisa. Hehhe ^^v

Untitled

Dear Rosie,
I can’t believe it. Here I am at last, finally walking the Mediterranean coast. I’ve lost count of the years
I’ve waited for this moment.

Somehow life got in the way. And it was all good, I don’t regret a minute of it, but we forget
our dreams at our peril. I know you had yours, too, and it must feel sometimes like they’re gone for good.
But I’m so proud of the woman you’ve become, Rosie, of the mother you’ve been to Katie.

What I once said about you is still true, there’s nothing you can’t do
if you put your mind to it. So keep chasing those dreams, will you, darling?

For my sake,
Dad.

Love, Rosie ngga semata-mata kisah tentang BFF becomes lover tapi lebih ke drama kehidupan Rosie. Jadi, berkembangnya karakter Rosie ini yang menjadi sorotan. Bayangin aja, dia harus berkompromi tentang impiannya karena ia mesti jadi ibu muda. Membesarkan Katie sendirian pun ngga gampang. Belum lagi ketika akhirnya dia berkeluarga dan bersuamikan Greg, akhirnya mesti kandas karena Greg berselingkuh. Masih belum cukup, Rosie mesti kehilangan ayahnya, padahal ayahnya dekat sekali dengannya. Makanya saya bilang, baca dan nonton Love, Rosie itu bikin capek hati. Tapi toh akhirnya saya mengerti, kenapa Love, Rosie awalnya berjudul Where Rainbows End.

Bagaimana dengan Sam Claflin? Ngga ada masalah. Saya suka semua tentang dia dan tentang dia menjadi Alex. Hahhahahaha. Bias bingitz😀 Intinya sih, ngga bisa banyak dikomentarin juga, karena meskipun Alex adalah karakter utama pria tetap aja kehidupan Rosie lah spotlight-nya. Alex di novel pun begitu. Dan ngga ada masalah aksen atau pembawaan English Man, secara emang dia kelahiran inggris.

In conclusion, Love, Rosie patut ditonton untuk yang sudah membaca novelnya dan untuk mereka yang suka romantic comedy apalagi rainy days juga cocok untuk film romantis😛. Daan, penggemar Sam Claflin atau Lily Collins mari merapat!😎

16 thoughts on “[Movie Adaptation] Love, Rosie

  1. *merapat* Ahahaha. Suka banget sama Sam Claflin dan Lily Collins dan eh ternyata mereka berdua disatuin dalem satu film. Tapi mau baca aja dulu deh baru nonton.

    Like

  2. Sudah nonton filmnya, Kak. Dan memang bikin capek hati sama ngabisin tisu hehe. Kalau novelnya aku pernah baca versi ebook, tapi kalau gak salah formatnya percakapan-percakapan gitu, jadi aku gak baca lanjut karena cape juga bacanya

    Like

  3. Pingback: [Monthly Recap] February ’15 | Faraziyya's Bookshelf

  4. Haha.. baru aja nonton Love, Rosie & langsung berminat baca bukunya🙂 this movie is more than sweet. Kalo diibaratin makanan, mungkin pancake plus es krim vanilla, siraman madu & saus cokelat. Setelah beberapa gigitan, cepet berasa kenyang & agak eneg. Hehe.. abis.. Alex n Rosie are just repeating the same old mistakes over n over again sampe 12 tahun lamanya.🙂 yah berhubung yg main Sam Claflin, saya tetap suka film ini!

    Like

  5. Coment plis yg tau backsong pas alex lagi dibar bareng kakaknya Sally.. dia galau taunya rosie udah punya baby.. judul lagunya apaa?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s