#160 Mary Poppins

Title: Mary Poppins
Author: P. L. Travers
Release Date: August 2012
Publisher: Qanita
Format: Paperback
Page Count: 228 pages
Status: Read from January 16 to 19,2015
Genre: Children Lit, Classic, Fantasy


Di rumah keluarga Banks di Cherry-Three Lane, mendadak muncul deru angin kencang dan suara debuman di pintu gerbang. Ternyata itu adalah … Mary Poppins! Tak ada yang tahu dari mana asalnya, tapi dia berhasil menjadi pengasuh untuk anak-anak Banks: Jane, Michael, John dan Barbara.

Lalu muncul berbagai keajaiban bak dongeng yang menyenangkan: lukisan hidup, roti jahe bercahaya, sapi berdansa, anak titisan gugus bintang Pleaides, kebun binatang ajaib … Mary Poppins membuat hal-hal biasa menjadi luar biasa, membuat anak-anak Banks semakin menyukainya!

Namun, kabarnya, Mary Poppins harus pergi ketika ada perubahan arah angin. Oh, tidak! Kalau Mary Poppins pergi, siapa yang akan menjadi pengasuh anak-anak Banks? Dan petualangan-petualangan unik yang mereka lalui, akankah berakhir begitu saja?


my thoughtsSomeone would never be too old to read tales, right?

Mary Poppins memang seorang Nanny. Seorang Nanny istimewa yang membawa serta fantasi dalam setiap sentuhannya. Harus saya akui bahwa kisah-kisah yang dikarang Travers ini sungguh ajaib, bahkan terasa begitu mengada-ada. Tapi di situ lah kekuatan karya fiksi yang ditujukan bagi anak-anak ini: menstimulai daya imajinasi. Lebih dari itu, membaca petualangan Jane dan Michael saat bersama Mary Poppins adalah perkara menghibur hati dan pikiran dengan cerita-cerita ringan namun menyenangkan (bahkan meski hanya untuk dibayangkan!).

Mary Poppins mendengus sombong, “Apakah kau tidak tahu,” katanya iba, “bahwa setiap orang mempunyai Negeri Dongeng mereka sendiri?” (hlm. 41)

Beruntung sekali anak-anak yang membaca Mary Poppins. Karena sejatinya kisah dapat membentuk kepribadian anak. Apalagi kisah-kisah baik nan diselipi banyak pelajaran. Setidaknya, seseorang yang masa kanak-kanaknya pernah membaca Mary Poppins atau kisah anak lainnya, akan lebih bahagia daripada anak yang tak berkesempatan terwarnai harinya oleh kisah-kisah.

Mary Poppins populer sejak 1930an hingga kemudian diadaptasi oleh Walt Disney menjadi film musikal yang dibintangi oleh Julie Andrews sebagai Mary Poppins. Saya akui bahwa Walt Disney memvisualisasikan novel Mary Poppins dengan bagus. Bisa dikatakan lebih indah, dengan improvisasi yang relevan dan melengkapi apa yang kurang tersampaikan dari novel originalnya. Karakter Mary Poppins di film, menurut saya, lebih loveable dibanding karakter Mary Poppins di novel yang strictly mysterious.

In the end, it’s not a waste to spend my spare time to read the novel and watching the musical adaptation. And I bet you too, will find both version entertaining!🙂


Submitted for:

  • New Authors Reading Challenge 2015 – Genre 101: Children Lit
  • Lucky No.15 #1 – Category Bargain All The Way

5 thoughts on “#160 Mary Poppins

  1. Pingback: [Monthly Recap] January ’15 |

  2. Pingback: NARC 2015: January – April Update | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s