#156 Flying in Places

Emma is twelve, a perfectly normal girl, in a perfectly normal home. With a perfectly normal father…who comes into her bedroom every night in the hours before dawn. Emma will do anything to escape. From the visits. From the bodies. From the breathing. Even go walking on the ceiling–which is where Emma meets Ginny, the sister who died before she was born. Ginny, who knows things. Ginny … who can fly.


Sebenarnya, saya membaca buku ini di bulan Agustus lalu. Saya ingat membaca novel ini sekali duduk, sebelum tidur. Buku ini tipikal buku yang akan membuatmu susah bernapas. Saya ingat, setelah menyelesaikannya, saya mengupdate review singkat di Goodreads dan berkata seperti ini:

Whenย we’re outsider we thought, upon hearing the child sexual abuse crime, that it was horrible. but placing our self as insider, which i thought was the book’s intention, it feels terrifying.ย 

Lalu kenapa kalau novel ini berkesan saya malah tidak langsung mereviewnya? Itulah penyakit saya ๐Ÿ˜“. Saya punya kebiasaan untuk mengambil jarak dari kisah yang baru selesai saya baca. Alhasil, kadang (dan kebanyakan) kisah itu terlewatkan untuk saya review. Nah, beberapa minggu ini saya sedang mengikuti sebuah TVย series berjudul The Missing. TV series yang berkisah tentang penculikan seorang anak kecil bernama Oliver Hughes yang disinyalir berkaitan dengan child trafficking. Dalam episode-episode yang plotnya semakin escalating belakangan ini, muncul Ian Garrett dan kebenaran yang terkuak tentang ia yang seorang pedophile dan salah satu korbannya adalah anak perempuannya sendiri! Ian Garrett mengingatkan saya pada novel ini. Tepatnya pada karakter Stewart Gray.

Its HORRIBLE. Rasanya mau nangis aja kalo baca kisah korban pedofilia. Kasihan dengan mereka yang mendapatkan perlakuan buruk itu. Sekaligus khawatir dengan trauma yang nanti akan membentuk mentalnya di masa depan. Biasanya malah korban pedofilia ini, saat besar akan menjadi pelaku child sexual abuse. Dan kalau begitu, penyakit pedophilia menjadi siklus yang tak putus. Memang tak semuanya tapi itu sangat mengkhawatirkan, kan? Sangat.

“I’m dead! That’s what’s wrong with me! Dead people fly, Emma! I brought you here so I could talk to you, and all you want to do is pretend you’re dead!”

Balik ke kisah Emma. Unsur fantasiย yakni kemunculan hantu Ginny, lama-lama men-trigger Emma untuk bertindak. Thats a good thing for a victim like Emma. She should no longer shut up herself. Because most victim intended to shut the problem to themselves. Apalagi di kasus Emma ini, setiap kali Ayahnya ‘melukainya’, sang Ayah berdalih kalau itu karena ia mencintai Emma. Gimana ga geregetan coba sama sang Ayah yang bejat begitu!๐Ÿ‘ฟ

Stewart Gray, sang ayah, ngga keliatan deh kalo dia memiliki penyakit pedofilia. Dia adalah seorang dokter bedah terkenal. Kehidupan rumah tangganya juga lempeng-lempeng aja. Ngga ada yang tau kalau di rumahnya Emma disakiti. Pun sang Ibu! Ini juga yang bikin geregetan. How could a mom be so blind about her own daughter. Di novel ini, sang Ibu terlalu sibuk dengan kesedihannya akan kematian Ginny (dan masih). Satu-satunya yang memegang rahasia Dr. Gray adalah sang bibi, Aunt Donna. Itu pun, dengan liciknya, Dr. Gray berhasil memanipulasi Pam (ibu Emma) dengan kebencian hingga keduanya berpisah -tak lagi berkomunikasi.

“I could say the same about you, but this conversation would degenerate into something entirely unprofessional. Pam, I like Emma. She’s a good kid. And something pretty damn serious is eating at her, and if you can’t see that, you’ve got your head in tghe sand!”

Tapi, benarkah semuanya ‘buta’ akan kejanggalan dalam diam dan tertutupnya Emma? You and I will hope, not all people blind of what goes wrong with Emma. We, reader, would hope for someone to rescue Emma. But we’ll see.ย you need toย read the whole story.

“I think,” Myrna said slowly after a while, “that most of us never really treasure being alive. We take it for granted. I think Ginny wanted you to understand how precious it is.”


Title: Flying in Places
Author: Susan Palwick
Release Date: April 1st, 2010 (first published in 1992)
Publisher: Tor Books
Format: ebook
Page Count: 192 pages
Genre: Young Adult, Mystery, Fantasy/Supernatural, Psychology.


 

One thought on “#156 Flying in Places

  1. Pingback: [Monthly Recap] December ’14 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s