#154 Pesta Terakhir

PESTA_TERAKHIR

Pesta Terakhir| Zulkifli L. Muchdi | 328 halaman | Tahun Terbit: 2014 | Penerbit: Emir (Lini Penerbit Erlangga) |Harga: Rp. 53.550 (Rp. 63.000 Disc 15%) di erlanggashop.com |

Dulu, teman saya pernah berpendapat bahwa novel-novel Islami kebanyakan memakai karakter yang hampir sempurna, kebanyakan berakhlak malaikat. Well, saya tidak bisa mengelak. Tapi, yang saya yakini adalah novel-novel Islami hadir di tengah dunia perbukuan dengan tujuan membawa nasihat. Di samping itu, karakter yang baik (atau super baik) ibaratkan bumbu untuk menyempurnakan tujuan nasihat yang dibawa oleh novel Islami yang bersangkutan. Bukankah nasihat akan lebih baik dengan adanya contoh?

Hanya kadang eksekusi penulis akan berbeda-beda hasilnya. Ada yang karakternya berhasil tercipta dan terasa ‘dekat’ dengan pembaca sehingga berhasil menginspirasi. Ada yang karakter-karakternya hadir sempurna tapi terlalu sulit tergapai. Kalau boleh saya memberikan satu nama, saya akan mengajukan nama Sinta Yudisia sebagai penulis yang selalu berhasil menghadirkan karakter protagonis yang ‘dekat’ dan inspiratif. 

Lalu, novel ini?

Sayangnya, saya harus bilang bahwa apa yang ditulis penulis terasa terlalu teknis. Jalan ceritanya kelewat bak sinetron. Saya sebagai pembaca, tidak bisa bilang bahwa karakter Wike atau karakter-karakter lain relate-able. Meski saya yakin bahwa yang penulis inginkan, adalah memberikan contoh lewat perjalanan Wike yang penuh liku namun tetap teguh untuk berada di jalan Allah swt.

Apalagi karakter Jono yang digambarkan tumbuh matang di usianya yang masih remaja. Karakter Jono di novel ini: muda, bertanggung jawab, cekatan dalam bisnis, dan dapat diandalkan. Dan kalian tahu berapa usianya? Disebutkan bahwa Jono masih lah seorang remaja SMP kelas 9! Bukannya terlalu mustahil, memang. Tapi tetap saja, saya melihatnya kurang relevan.

Dalam jalan ceritanya, Wike tak hanya harus memikirkan jalan keluar atas masalah rumahnya yang disita Bank tapi juga nantinya ia akan berhadapan dengan Tante Rose (orang dari masa lalu ayahnya) yang mengelabuinya dan hendak menjualnya ke kaum borjuis. Diberi sinyal seperti itu, pastinya pembaca akan mengantisipasi plot-building hingga sampai ke klimaks yang akan sarat problematika trafficking. Sayangnya, ruang tengah novel ini sebagian besar terisi dengan romansa Jono dan Wike.

Saya tidak bilang romansa Wike dan Jono melenceng dari ceritanya. Nope. Hanya saja kadang saya mendapati penulis kehilangan fokus. Seperti adanya dua bab selipan kisah sepasang Gay yang dibalut ketegangan adegan perampokan bank, buat apa sebenarnya kisah tambahan itu kalau tidak terlalu mendukung jalan cerita?

Balik ke jalan cerita, saya ungkapkan bahwa lembar-lembar tengah novel ini habis untuk menceritakan Wike, Jono, romansa mereka dan tentang keluarga mereka (ada beberapa bab semacam walking down the memory kisah inspiratif Ayah Jono). Lalu saat akhirnya penulis membuat Wike berhadapan dengan Tante Rose, hal itu terjadi di 3 bab terakhir. Di mana 3 bab itu mencakup ketegangan ‘Pesta Terakhir’ dan serba-serbi trafficking. Seolah-olah penulis lupa, dan akhirnya 3 bab terakhir berjalan terburu-buru untuk klimaks dan antiklimaks.

Sebenarnya saya  berharap bisa menyukai novel ini lebih dari apa yang saya rasakan saat ini. Andai saja eksekusinya lebih baik, ide cerita sebenarnya sudah bagus. Cukup membuat penasaran. Sayang, panggang jauh dari api. Tapi, tak pernah ada kisah penuh hikmah yang tak layak untuk dibaca. Saya tetap merekomendasikan novel ini kepada teman-teman yang hendak mencari bacaan inspiratif tentang perjuangan hidup dan manisnya aturan kausalitas milik Allah swt.

Selamat membaca!

One thought on “#154 Pesta Terakhir

  1. Pingback: [Monthly Recap] December ’14 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s