#147 Interlude

Title: Interlude
Author: Windry Ramadhina
Release Date: 2014
Format: Paperback
Page Count: 372 pages
Status: Read on November 12, 2014
Genre: New Adult


Adalah Hannah, gadis yang mengalami ketidakberuntungan. Lepas kejadian yang merenggut semua pride-nya, Hannah merindukan menjadi The Little Mermaid yang hilang kembali ke lautan menjadi buih. Tapi kemudian, takdir menemukannya kepada Kai. Jenius dalam memainkan gitar dan mempermainkan perempuan. Katakanlah ia, alpha male.

Petikan gitar Kai menarik Hannah, sedangkan Kai menganggap Hannah the next conquest. Kai pikir Hannah sama seperti ‘gadis idiot’ lain. Kenyataannya, Hannah memiliki luka dan saat luka tersebut tersibak oleh Kai, ia tak bisa berpaling dari Hannah.

Kurang lebih demikian cerita yang disajikan dalam novel Interlude, novel kelima karya Windry Ramadhina. Di dalam Interlude, mengalun musik-musik bossa nova dan jazz yang menggema di setiap sudut kafe Nigel’s. Ada kisah tentang tiga berkawan, Jun-Gitta-Kai, yang bermusik dengan tujuan masing-masing. Tentang Hannah yang berupaya menjadi sesosok yang lebih kuat dan tentang Kai yang berubah menjadi lebih baik karena cinta.

Novel ini bergenre new adult, yang disederhanakan, adalah novel dengan karakter-karakter utamanya  berusia kuliah hingga bekerja serta sarat adegan cumbu dan sekawannya dalam jalan cerita *cmiiw. So, no wonder, lumayan banyak kissing scenes. Yang biasa hingga passionate. Its clear, this novel available for 18+ reader.

Dan formulanya juga ngga asing, two damaged person happened to find each other and together they find their way to be better. Formula semacam itu sering saya liat di sinopsis novel-novel young adult dan new adult luar. Untuk tidak terjebak dalam formula yang umum seperti itu, tentu saja penulis perlu memberikan effort dan sentuhan tambahan dalam cerita. Dalam novel ini, penulis melarutkan musik jazz, dongeng Little Mermaid, hingga perkara rumah tangga ke dalam latar cerita.

“Di dunia ini, beberapa orang hidup tenang, beberapa orang sebaliknya- mengalami kejadian buruk. Kedengarannya tidak adil, memang. Tapi, Hanna, mereka yang mengalami kejadian buruk dan bertahan dari semua itu akan menjadi lebih kuat dari yang lain. Mereka-” Lelaki itu berhenti sejenak untuk mencari kata yang tepat. “-Spesial.”
-halaman. 304

Novel semacam ini, lead by two damaged person, biasanya menyeret kita ke dalam masa lalu sang karakter yang tak mudah untuk dinegosiasi perasaan. Outcomenya, pembaca bersimpati. Luruh dalam kesedihan atau kekecewaan karakternya. Untuk hal itu, penyampaian sang penulis pun bagus. Tapi saya kurang klik. Padahal saya melankolis, tapi buat saya bittersweetnya terlalu menye-menye.

Membaca novel ini setelah London, saya jadi membandingkan keduanya dan jatuhnya saya lebih menyukai London dibanding Interlude. Meski begitu, di London saya ngga dapet book boyfriend. Saya malah mendapatkannya di novel ini. Dan dia adalah Jun❤. Pemuda necis, emotionally controlled and so rational about everything BUT have few romantic side hidden behind his glasses and coolness. *swoon

*salah satu referensi lagu beraliran bossa nova dalam novel Interlude. Kai juga memanggil Hannah dengan ‘gadis dari Ipanema’ dalam novel Interlude terinspirasi lagu ini. Dikomposisi oleh Antonio Carlos Jobim dan lirik dalam bahasa portugis yang ditulis oleh Vinicius de Morais. Later, lirik berbahasa inggris dikembangkan oleh Norman Gimbel. Namun, lagu ini mendapat pengakuan internasional setelah ditampilkan oleh Astrud Gilberto bersama Joao Gilberto dan Stan Getz menjadi hitz. Lalu, salah satu musisi yang mengcover lagu ini, adalah Frank Sinatra (yang saya share di atas). Saat dinyanyikan oleh penyanyi wanita, pernah dinyanyikan oleh musisi jazz wanita di antaranya Shirley Bassey, judulnya diganti sedikit menjadi The Boy from Ipanema.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s