#146 London: Angel

Title: London: Angel
Author: Windry Ramadhina
Release Date: 2013
Format: Paperback
Page Count: 330 pages
Status: Read from November 07 to 08, 2014
Genre: Contemporary Romance


Adalah sebuah novel yang menceritakan tentang Gilang yang mengejar gadisnya ke London. Telah lama ia bersahabat dengan Ning, tapi baru lima tahun belakangan ia menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sampai di London, ia tak langsung berhasil mengejutkan Ning karena ternyata Ning sedang ke Cambridge untuk urusan pekerjaan. Tapi ia bertemu dengan seorang gadis cantik berambut ikal cokelat keemasan bermata biru yang tak pernah ia tahu namanya. Ia sendiri menyebut gadis itu Goldilocks.

Gilang bertemu Goldilocks selalu secara kebetulan, saat hujan turun. Dan selalu, Goldilocks menghilang saat hujan berhenti. No, Gilang memang tertarik dengan gadis cantik itu tapi yang dia inginkan tetaplah Ning. Hanya saja, warning dari Hyde, sahabatnya, untuk tidak menyatakan cinta bila ia tidak yakin Ning akan menerimanya malah membuatnya gelisah. Well, menurutmu, sebesar apa peluang Gilang untuk menjadikan Ning benar-benar ‘gadisnya’?


Belakangan saya semakin jarang membaca novel karya dalam negeri. Lebih karena novel-novel luar menjanjikan ide cerita yang lebih luas. Tapi, untuk karya Windry Ramadhina, pengecualian. Karena saya termasuk yang menyukai tulisannya setelah membaca Orange dan Montase. Untuk novel London: Angel, Windry masih berhasil membuat saya menyukai kisah rekaannya.

Penulis memiliki kekuatan untuk menarasikan latar London dengan lihai. Itu sesuatu yang sangat penting mengingat novel ini merupakan bagian dari STPC Gagas Media. Setidaknya setelah membaca novel ini, pembaca akan google-ing foto-foto London Eye dan Shakespeare’s Globe Theatre atau berharap bisa berjalan sore menyusuri Sungai Thames dan meresapi pemandangan di sekitarnya.

Dan ceritanya? Merupakan kisah roman yang bisa jadi kita idamkan: dicintai sahabat. Meski hal itu sudah umum, variasi endingnya tetap jadi elemen surprise yang membuat tema tersebut tidak begitu klise. Nah, novel ini memiliki elemen surprise itu (setidaknya, menurut saya).

Lalu, sosok perempuan yang Gilang panggil dengan Goldilocks? Adalah elemen fantasi dalam novel roman ini. Perempuan itu adalah malaikat yang turun dan kembali bersamaan dengan hujan. Untuk pecinta hujan -saya yakin kebanyakan kita menyukai hujan, akan senang dengan fantasi yang menyemat dalam hujan semacam itu. Tak hanya itu, payung merah milik malaikat itu layaknya panah cupid yang mengabulkan kisah cinta anak manusia. Meninggalkan kisah tersendiri buat Gilang.

So yes, London: Angel adalah novel roman dengan elemen travelling dan fantasi. Good combination, right? I liked it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s