#144 Rindu

Title: Rindu
Author: Tere Liye
Release Date: September 25th, 2014
Format: Paperback
Page Count: 544 pages
Status: Read from October 18 to 20, 2014
Genre: Novel, Islamic Novel.


Rindu adalah kisah perjalanan. Saksi bisunya, adalah Blitar Holland, kapal uap kargo yang mengangkut jamaah haji Indonesia saat itu (tahun 1938). Dalam perjalanan laut menuju tanah suci tersebut, penulis menghadirkan kisah dari lima karakter utama yang juga adalah penumpang di dalamnya.

Ada kisah tentang masa lalu yang memilukan, yang dibawa Bonda Upe. Ada kisah patah hati, yang dibawa Ambo Uleng. Ada kisah yang dipenuhi kebencian yang dibawa Daeng Andipati. Dan tentang Gurutta, Ahmad Karaeng, yang menerima semua kisah tersebut dan dengan bijak menasihati dan menawarkan solusi.

Kisah-kisah tersebut, seperti bisa diduga, dirangkai dengan epik oleh Tere Liye. Hanya saja, saya bukan deretan pembaca yang berhasil dihipnotisnya.

Rindu adalah novelnya yang ke-8 yang telah saya baca. Dan hasil dari mengikutinya melalui 8 novel tersebut, saya menemukan bahwa gayanya masih saja sama. Fiksi yang ia buat, mengandung banyak hal-hal bijaksana yang bisa kita teladani. And its good. But he fails me. Every time I thought I could get something else, different from his other work, I got nothing. But maybe its just the thing about me vs bestselling novel/author: I am not easy to be pleased.

Novel ini memiliki alur yang lambat, so, bisa jadi kamu bosan dengan repetisisi narasi keseharian penumpang kapal selama perjalanan. Belum lagi, satu dua fragmen, saya menemukan hal klise macam pasangan tua dengan kisah cinta luar biasa atau tentang gadis kecil yang ceriwis dengan rasa penasaran yang tinggi. I don’t know, both appealed cliché for me. Dan setelah didongengkan keseharian penumpang kapal yang bergerak lambat itu, tiba-tiba akhir cerita berlangsung cepat saja. Oia, saya tidak benar-benar merasakan adanya kerinduan dalam novel yang diberi judul  Rindu ini.

Hal yang membuat saya membaca novel ini, jujur saja, adalah lomba resensi berhadiah uang dengan nominal menggiurkan. Andai saja saya suka dengan novel ini, saya pasti akan tetap ikutan karena hari ini (31 Oktober 2014) adalah deadline lomba tersebut. Sayang, hasilnya justru sebaliknya. Akhirnya, saya putuskan untuk give up dan menulis review ini saja di mana saya bisa ungkapkan kekecewaan saya.

Its fix now. I’m moving on from Tere Liye. Sorry, no offense. (Anyway, have you ever feel this kind of feeling? Saying goodbye to particular author’s works? Its my second time, though. First one was Colleen Hover’s works)

Submitted for:

9 thoughts on “#144 Rindu

  1. Aku rada kapok baca novel tere liye setelah senja bersama rosie. Karakter si tegar karang benar2 bikin sebal. Belum lagi adegan akhir yang india banget. Tapi kalau misalnya ada novel barunya tetap dibaca sih.

    Like

  2. Pingback: [Monthly Recap] October ’14 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s