Scene On Three | 8

Atticus looked up at her, puzzled, and she said, ‘You better step out here and see what’s in the kitchen, Mr. Finch.’

We followed him. The kitchen table was loaded with enough food to bury the family: hunks of salt pork, tomatoes, beans, even scuppernongs. Atticus grinned when he found a jar of pickled pigs’ knuckles. ‘Reckon Aunty’ll let me eat these in the dining-room?’

Calpurnia said, ‘This was all ’round the back steps when I got here this morning. They – they ‘preciate what you did, Mr.Finch. They – they aren’t oversteppin’ themselves, are they?’

Atticus’s eyes filled with tears. He did not speak for a moment. ‘Tell them I’m very grateful,’ he said. ‘ Tell them – tell them they must never do this again. Times are too hard….’


Di malam saat Oktober datang, saya tenggelam menghabisi setengah buku bagian akhir To Kill a Mockingbird. Proses persidangan Tom Robinson yang dinarasikan Harper Lee memang mau tidak mau membuat pembaca menjadi fokus, seolah duduk menyaksikan langsungjalannya persidangan. Emosi terkuras dan saya sendiri sudah sesak saat Dill menangis tersedu mengenali ketidakadilan lewat kepolosannya. Tambah sesak saat Jem juga luruh dan menangis saat persidangan berakhir. Tapi potongan scene di atas lah yang sukses membuat kantung airmata saya jebol.

To Kill a Mockingbird sendiri adalah novel yang pernah saya baca versi terjemahannya. Tapi saya tidak ingat banyak. Dan saat melihat bahwa sebelumnya saya memberikan hanya 3 bintang untuk novel ini, saya bingung sendiri ‘kok bisa-bisanya?’. Padahal ini novel keren banget, mulai dari cerita, plot dan narasi, lebih-lebih karakter-karakter yang dihidupkan Harper Lee di dalamnya. Saya belum bikin reviewnya sih, setelah ini mau nonton adaptasinya dulu untuk kemudian membuat full reviewnya. Let’s see.


Untuk berpartisipasi di meme Scene On Three, caranya:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

 

5 thoughts on “Scene On Three | 8

  1. Aku paling ingat (dan paling favorit) saat Atticus baca kesimpulan persidangan itu, huhuu.. Aku malah lupa adegan ini (sampai baca SoT nya, hehe). Tapi memang keren banget sih, mungkin memang lebih menyentuh narasi aslinya (aku juga dulu baca terjemahan)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s