#130 Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman

Title: Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman
Author: Afifah Afra
Release Date: Januari 2014
Publisher: Indiva Media Kreasi
Format: Paperback
Page Count: 368 pages
Status: Read from August 26 to 29, 2014
Genre: Novel, Indonesian Lit, Historical Fiction.


Goodreads:

Huru-hara 1998 tak sekadar telah menimbulkan perubahan besar di negeri ini. Sebongkah luka yang dalam pun menyeruak di hati para pelakunya. Mei Hwa, gadis keturunan Tiong Hoa adalah salah satunya.

Dalam ketertatihan, Mei Hwa berusaha menemukan kembali kehidupannya. Beruntung, pada keterpurukannya, dia bertemu dengan Sekar Ayu, perempuan pelintas zaman yang juga telah terbanting-banting sekian lamanya akibat silih bergantinya penguasa, mulai dari Hindia Belanda, Jepang, hingga peristiwa G30S PKI. Sekar Ayu yang telah makan asam garam kehidupan, mencoba menyemaikan semangat pada hati Mei Hwa nan rapuh.

Dalam rencah badai kehidupan, berbagai kisah indah terlantun: persahabatan, ketulusan, pengorbanan dan juga cinta. Lewat novelnya ini, Afifah Afra kembali mengobrak-abrik emosi pembaca lewat novel bergenre fiksi sejarah yang sarat konflik, diksi menawan dan pesan yang sangat kuat.


Dua wanita, dua jalan kehidupan yang terpapar badai, lalu bertemu dalam sebuah takdir. Berdua, mereka terkuatkan.

Hidup yang dijalani Mei Hwa sebagai keturunan Tiong Hoa dan berada di akhir tahun 90an seperti mimpi buruk. Hidup yang telah dijalani Sekar lebih dulu, bahkan lebih dari mimpi buruk.Β Andai saja kita bisa menawar apa yang Tuhan dan kehidupan berikan kepada kita. Namun kenyataannya tidak, dan untuk itu, ketahanan lah yang diperlukan. Sekar Ayu memilikinya, dan ia meminjamkannya kepada Mei Hwa. Itu lah yang saya lihat di novel ini.

Lewat kehidupan Sekar Ayu yang berliku-liku, atau lewat kehidupan Mei Hwa yang menyedot empati, novel ini mengajak kita untuk berusaha tetap waras dan tidak berlari dari kenyataan. Setiap cobaan yang kita hadapi, berperan terhadap ketahanan yang kita miliki. Lalu tentang takdir, selain kuasa Tuhan, keputusan yang kita buat dalam kehidupan adalah pembentuk diri kita. So, be wise.

Lepas dari kisah yang menggugah dan memberi pelajaran, narasi dengan kalimat berbunga justru membuat saya sulit untuk tambah menyukai novel ini. Mungkin komposisinya, terasa berlebihan bagi saya. Selain itu, drama ‘kebetulan’ yang ditampilkan bukan sesuatu yang baru.

Submitted for:

Indiva Readers Challenge 2014

Indiva Readers Challenge 2014

 

3 thoughts on “#130 Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman

  1. Pingback: [Monthly Recap] September ’14 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s