#129 Lampau

Title: Lampau
Author: Sandi Firly
Release Date: April 2013
Publisher: Gagas Media
Format: Paperback
Page Count: 356 pages
Status: Read from August 25 to 26, 2014
Genre: Novel, Indonesian Lit.


Goodreads:

Aku mengingatmu, gadis berkepang dua. Di jalan menyusuri masa kecil. Senyum manis, cinta pertamaku. Mengingatmu adalah perjalanan panjang kembali ke buku-buku bergaris masa sekolah dasar, pensil warna, dan mimpi-mimpi beralur manis.

Gadis berkepang dua dengan senyum semenarik krayon warna, kau juga mengingatkanku pada takdir. Takdir yang lekat akan gemerincing denting gelang hiyang perunggu dalam iringan tetabuhan gendang, dan senandung mantra-mantra yang dengan sendirinya dapat kubaca.

Hingga bayangmu kutinggalkan dalam frame tua. Aku menemui gadis lain berwajah teduh. Gadis yang tak mengingatkanku pada takdir yang menunggu. Gadis yang membuatku tahu bahwa hidup bukan sekadar menjalani takdir yang kita tahu.

Namun, gadis berkepang dua, jalanku memutar, entah mengapa seolah ujungnya ingin menemukanmu. Senandung mantra siapa yang akan aku jelmakan, kali ini?


Nope. The back cover synopsis of the novel did not do justice to the story. 

Karena novel ini lebih menceritakan Sandayuhan dan lika-liku kehidupannya. Ayuh, nama panggilannya, bisa dikatakan seorang karakter yang spesial. Kenapa? Ayuh adalah pemuda dayak bukit. Lebih dari itu, dalam nasabnya mengalir darah Balian (istilah untuk penyembuh). Namun mimpinya lebih dari sepelemparan pegunungan Meratus, ia ingin menuntut ilmu lebih tinggi dan melihat dunia. Tapi jalan yang mesti ia tempuh jauh dari kata mudah. Belum lagi apa yang ditinggalkannya; Ibu dan takdirnya sebagai Balian, harus dihadapinya kembali dan pada saat itu, Ayuh harus benar-benar menghadapinya.

Novel ini mengambil setting di pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, dan mengangkat lokalitas daerah tersebut dan kehidupan Dayak bukit. Penulis mengangkat lokalitas, tepatnya Desa Malaris, beserta dengan nuansa mistik yang menguak dari kehidupan Balian. Mengalirkannya lewat karakter Uli Idang (Ibu Ayuh) dan Ayuh sendiri.

Sedangkan Ayuh, buat saya, adalah karakter yang menarik. Lebih tepatnya, sempat bikin saya jealous. Ia beruntung memiliki seorang paman yang membawanya kepada buku-buku dan membuatnya bermimpi tentang dunia. Secara personal, saya jealous karena di usianya yang remaja, Ayuh sudah melahap karya klasik Of Mice and Men (John Steinbeck) dan The Old Man and The Sea (Ernest Hemingway). Karakter yang dibentuk oleh buku yang dibacanya memang membuat karakter tersebut kuat. Hingga saya tak heran ketika akhirnya Ayuh mengambil impiannya menjadi penulis dan sukses dengan bukunya (di akhir cerita).

Romancenya? Gadis berkepang dua adalah cinta pertamanya, Ranti Ramadhani. Lalu gadis berwajah teduh, adalah gadis yang datang kemudian, Alia Makki. Ayuh mengalami sedikit konflik dalam memilih di antara keduanya. Bukan sesuatu yang mengherankan, sebenarnya. Di saat Ayuh sudah settle dengan pekerjaan barunya sebagai penulis, Ranti kembali hadir dan menghadirkan nostalgia dan akhirnya membuat ia merasa bersalah kepada Alia yang telah menjadi pendukungnya sejak ia memperjuangkan tulisannya.

Sebenarnya ngga cuma itu kisah romancenya. Ada kisah cinta yang cukup tragis milik Uli Idang, juga kisah cinta macam punguk merindukan bulan lewat karakter Mang Dulalin (paman Ayuh). Secara keseluruhan, novel ini dikemas dengan penulisan yang baik yang membuat narasinya mengalir. Tentu saja, konten lokalitas masyarakat Dayak bukit yang menjadi latar dan menjelma pada karakternya, menjadi nilai tawar buku ini di samping kisah inspiratif dari tokoh utama; Ayuh.

Submitted for:

2 thoughts on “#129 Lampau

  1. Pingback: #131 Of Mice and Men |

  2. Pingback: [Monthly Recap] September ’14 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s