#126 Bird

Title: Bird
Author: Crystal Chan
Release Date: January 28th, 2014
Publisher: Atheneum Books For Young Readers
Format: ebook
Page Count: 167 pages
Status: Read from July 22nd to 23rd, 2014
Genre: Middle Grade, Realistic Fiction, Family.


Bird, adalah panggilan untuk John, kakak laki-laki Jewel. Mengapa John memiliki nama panggilan Bird? Karena Grandpa.

Grandpa said he looked more like a Bird with the way he kept jumping off things, and the name stuck. Bird’s thick, black hair poked out in every direction, just like the head feathers of the blackbirds, Grandpa said, and he bet that one day Bird would fly like one too. Grandpa kept talking like that, and no one paid him much notice until Bird jumped off a cliff, the cliff at the edge of the tallgrass prairie, the cliff that dropped a good couple hundred feed to a dried-up riverbed below.

Hari yang sama saat Bird lompat dari tebing, Jewel lahir ke dunia. Sejak hari itu pula Grandpa tidak pernah berbicara. Orangtua Jewel menyalahkan Grandpa, dengan alasan bahwa nama yang Grandpa berikan itu mengundang duppy jahat yang ‘memanipulasi’ Bird untuk lompat dari tebing.

Bird sudah meninggal, dan kini Jewel memasuki usianya yang ke-12, tapi masih saja yang melingkupi keluarga mereka adalah Bird. Selalu Bird. Jewel merasa terabaikan dan yang bisa mengobatinya justru batu-batu yang berasal dari sekitar tebing tempat Bird melompat. Ia meluapkan kesalnya, sedihnya, dan pertanyaannya kepada batu-batu istimewa yang ditemukannya kemudian menguburkannya. Karena itu lah ia ingin menjadi geologis. Karena ia senang dengan bumi yang selalu bisa menjadi tempatnya untuk kembali. Bumi yang selalu bisa menenangkannya.

Di malam ulang tahunnya yang ke-12, malam yang suram seperti ulang tahun-ulang tahun sebelumnya, Jewel bertemu dengan laki-laki sebayanya yang mengaku bernama John saat ia mengendap-endap memanjat pohon. John, sama seperti nama milik kakak laki-lakinya yang telah tiada, tidak mungkin hal itu hanya sebuah kebetulan bukan?

Jewel tak memiliki banyak teman, karena keluarga mereka, keluarga keturunan campuran (dominan Jamaika) yang dianggap keluarga yang superstitious. Sehingga mendapati John, seorang bocah kulit hitam yang diadopsi keluarga kulit putih, sebagai teman barunya adalah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi John adalah bocah yang pintar, sama seperti Jewel, ia tahu apa yang diinginkannya yakni menjadi astronot. Bila Jewel berbagi pengetahunnya tentang bumi, John akan mengajarkannya astronomi dan fisika. Sayang, Grandpa membenci John. Menganggapnya duppy dalam wujud manusia dan mulai melakukan ritual proteksi untuk melindungi Jewel dan menjauhkannya dari John.

Seiring dengan kelakukan aneh sang Grandpa, di rumahnya, orang tua Jewel jadi lebih sering bertengkar. Kebanyakan karena perbedaan pendapat dan prinsip di mana Ayah Jewel yang percaya dengan hal-hal mistis dalam kultur Jamaika sedangkan Ibunya lebih memilih untuk rasional. Sayangnya, itu semua mengerucut sejak kedatangan John. Benarkah apa yang dikatakan ayah Jewel bahwa John adalah bad luck untuk kehidupan Jewel?


Kalau mau diringkaskan, novel ini adalah tentang seorang anak yang meminta perhatian orungtuanya setidaknya setara seperti yang pernah diterima oleh kakaknya yang meninggal. Seorang anak yang ingin merasakan kebahagiaan yang pernah ada saat ia belum lahir ke dunia, yakni saat kakaknya masih ada. Seorang anak yang kehilangan sesuatu yang pantas didapatkannya bahkan sebelum ia memperjuangkannya.

Tapi toh novel ini ternyata jauh lebih padat dari itu. Setidaknya ada dua hal yang memperkaya penceritaannya, antara lain:

  • Keturunan campuran dan kultur Jamaika

“Hey, what are you, anyway?”

“I’m half Jamaican, a quarter white, and a quarter Mexican.”

Mungkin ini pengaruh latar belakang sang penulis yang juga keturunan campuran. Tapi mendapati karakter anak Amerika dengan darah campuran Jamaika begini termasuk langka bukan? Dan itu adalah sebuah plus karena dengan background seperti itu, karakter ini membawa masuk kultur luar di Amerika yang kulturnya sudah tidak bisa ditarik akarnya.

“Duppies,” I said. John was looking at me strangely, so I continued. “You have a soul and a spirit, and when you die, the soul goes to heaven and the spirit stays on earth for a couple more days with the body, If someone’s tears fall on the body during the funeral, or if something else like that happens, then the spirit is tuck on earth and haunts people. Makes trouble.”

Hal tentang duppy mungkin yang paling banyak disebutkan, disamping trivia tentang tumbuhan-tumbuhan yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu oleh kebanyakan orang Jamaika.

Selain duppy, lalu keterangan bahwa Grandma adalah seorang talisman sehingga keluarga Jewel memiliki kebun untuk tumbuhan-tumbuhan spesial yang saya sebutkan tadi, masuk juga kultur Jamaika yang sudah familiar bagi kita: Reggae. Musik reggae malah masuk dari karakter Grandapa, yang sebelum tragedi Bird, adalah seorang pemusik, ceria bahkan pintar memasak. Meski tak berbicara, ada saat di mana akhirnya Grandpa membuka dirinya kepada Jewel. Itu dilakukannya dengan memperdengarkan Jewel kaset-kaset rekaman musik reggae yang dibuatnya dengan mento box.

Sampai sini, saya tidak menyebutkan lebih banyak tentang tidak bicaranya Grandpa ya? Kalian pasti mengira hal itu dilakukannya karena penyesalan mendalam akibat kematian Bird. Tapi, benarkah hanya karena itu mulut Grandpa terkunci sekian lama bahkan hingga 12 tahun paska kematian Bird?

  • Dua karakter anak yang pintar

Seneng deh membaca children literature dengan karakter yang pintar. Dan di sini, menurut saya, kepintaran Jewel dan John diperlihatkan dengan relevan. Apa pasal? Kedunya pintar di bidang Geologi dan Astronomi karena keduanya memulainya dengan kecintaan. Jewel, sangat cinta dengan bumi dan menemukan kebahagiaannya dengan mengeruk-ngeruk tanah. John yang selalu ingin menjadi astronot karena ia mengira ia bisa melarikan diri dari kesedihan akibat kenyataan bahwa ia pertama-tama adalah anak yang dibuang; tak jelas nasabnya.

Lalu keduanya berbagi. Yang satu bertanya, ‘How old is the earth?’. Yang lain menjawab, ‘About four an half billion years’. Yang satu bertanya, ‘So what holds all the hot gas together? What prevents the gases form flying away into space?’. Yang satunya menjawab dengan ragu-ragu, ‘Gravity?’. 

Menyimak mereka aja rasanya asik. Mereka cool ga sih?

Eugene spoke then, but softly, as if he could feel it too. “You know,” he said, “you and your brother are like a close binary system.”

“A what?”

“A close binary system. Stars, you know. Stars are rarely ever alone.” His voice got funny. “Stars can come in clusters, but they mpost frequentlt come in pairs. A binary system.”

“Oh.” It was nice to think of Bird and me like that, twinkling pretty in the sky. 

“Sometimes stars in binary systems orbit each other really closely, much closer than normal. That’s why they’re called close binary systems. And the star with less mass orbits its companion, which has more mass.”

“And more gravity,” I pointed out

“Eugene grinned. “Sometimes these two stars orbit so closely that they transfer matter to each other.”

“They what?”

“Parts of them fly off and get pulled in by the gravitational pull of the companion star. And vice versa. Each stars is changed by the other.”

“They each have parts of the other?” I asked.

“Yup,” Eugene said. “And because of that, the star’s compositions change, as wel as how they develop in the future.” He craned his neck up to the sky. “It’s like with you and Bird. He’s in you. And you are in him, wherever he is.”


Cerita Jewel dalam novel Bird (POV 1) dituliskan dengan kalimat indah dan reflektif, hingga ebook ini yang saya baca dipenuhi highlight. Padahal ini debut novel lho, tapi sudah bisa menjadi novel yang kaya; bagus dan heartwarming. Rekomendatif lah pokoknya.

Bottom Line: In my opinion, this novel is newbery worthy. Sehingga saya sangat berharap novel ini bisa menemukan jalannya ke sana.

Submitted for:

Tema: masalah remaja/keluarga

Tema: masalah remaja/keluarga

New Authors Reading Challenge

New Authors Reading Challenge

2014 Books In English Reading Challenge

2014 Books In English Reading Challenge

Children's Literature Reading Project

Children’s Literature Reading Project

 

7 thoughts on “#126 Bird

  1. Pingback: Scene On Three | 7 |

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge: July & August Update |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s