[Guest Post] Ren’s Thoughts: Model Rambut Protagonis Wanita di YA Movie

Masih dalam nuansa ulang tahun Blog Buku Indonesia yang ketiga, kali ini Faraziyya’s Bookshelf kedatangan tamu kehormatan yang sudah terkenal di orbit BBIers yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik blog Ren’s Little Corner. Udah siap untuk tahu opini kak Ren tentang model rambut protagonis wanita di film adaptasi novel-novel Young Adult? Check this out :


Halo, ini Ren😉

Terimakasih Ziy yang sudah mengijinkan saya untuk menjadi guest di blognya. Kali ini, saya ingin berbagi “Random Thought” saya tentang movie based on books yang banyak beredar saat ini. Ide untuk postingan ini sudah lama terbentuk di pikiran saya, tepatnya saat saya lagi isi ember di kamar mandi. Tampaknya kamar mandi adalah salah satu sumber inspirasi itu adalah bener adanya #halah #abaikan. Nah, sekarang saya ga akan bahas seberapa “patuh”nya versi film dengan buku, karena saya yakin sudah banyak yang bahas (termasuk Ziy yang juga bahas di blognya Sulis).

Yang ada di pikiran saya adalah.. silakan lihat gambar di bawah ini🙂 :

heroinehaircut1.jpg

Apa yang terlintas di benak kalian? Mungkin awalnya kalian akan bilang “ semuanya protagonist di novel – novel YA yang lagi booming”. Dan yak, that’s right😀. Kalau saya nanya, persamaannya apa? Mungkin akan dijawab “semuanya cewek dan di usia remaja”. Yah, itu benar juga, mungkin juga ada tambahan “ love triangle, fantasy, dystopia, dll, dsb.” Tapi, saya melihat satu persamaan yang mungkin banyak penonton/pembaca yang kelewatan. Perhatikan deh, semua tokoh di gambar itu, rambutnya panjang melebihi bahu semua kan? 

Sebelum kalian mikir “apaan sih Ren, ngga penting banget deh?”, persamaan rambut para YA heroines itu cukup menggelitik saya. Rambut memang dikaitkan dengan identitas, terutama untuk wanita sebagai symbol kecantikan. Semakin panjang rambut orang, maka wanita itu akan terlihat cantik, dan ini saya yakin adalah pendapat yang masih popular sampai saat ini. Tahu kan iklan sampo selalu ngelihatin model dengan rambut panjang, dan jaraaaang banget yang ngeliatin mereka dengan rambut pendek. Sedikit ngga fair juga ya buat para cewek yang rambutnya pendek😦

Nah, mari kita lihat Twilight, The Hunger Games (THG), Divergent, Vampire Academy (VA), dsb. Perhatikan, rambut heroinenya entah kenapa selalu panjang dan melebihi bahu. Untuk Bella Swan sih, saya ga masalahin deh. Toh eksyen di Twilight kurang banget #ketawasetan. Tapi, bagaimana dengan THG , Divergent, VA yang notabene banyak eksyen? Saya sebagai pemilik rambut panjang, jujur ga habis mikir liat rambut Tris yang megar – megar di Divergent bisa rapi saat adegan dia melarikan diri atau pas inisiasi yang adegan dia naik semacam flying fox, dan hebatnya rambutnya itu ngga nyangkut ke kait! Belum lagi saat dia berantem, rambutnya emang ngga ganggu? Kenapa saya bisa bilang gini? Karena saya dulu juga pernah mendalami martial art, dan rambut panjang itu bisa sangat mengganggu.

Bagaimana dengan Katniss? Saya acungin jempol, karena dari semua heroine yang ada di YA film, Cuma Katniss yang kayaknya mikir, kalau rambut panjang akan merepotkan, jadi dia kepang deh rambutnya. Tapi yang lain? Boro – boro deh dikepang, paling juga kuncir kuda doang kaya Tris atau malah diurai macam Rose dan Annabeth (Percy film pertama). Okedeh, ini emang fiksi. Tapi geli juga ngeliat ketika para heroine itu lari – lari, alih – alih keringetan, rambutnya tetap aja rapi K. yah namanya juga Hollywood, Ren X)

Ada satu hal lagi yang juga jadi pemikiran saya. Kenapa tokoh sekunder ceweknya, malah yang rambutnya pendek? Seperti yang ada di gambar di bawah ini?

heroinehaircut2.jpg

Membuat saya berpikir, mungkin ada keharusan bahwa tokoh utama, walau tidak menarik (menurut dia pastinya), at last bikinlah rambutnya panjang. Karena menurut sebagian besar cowok, rambut panjang itu menarik. Dan walaupun si tokoh utama cewek itu sangat badass macam Katniss (atau mendadak badass kayak Tris), dia masih bisa terlihat feminin dengan rambut panjangnya. Tapi lagi nih, apakah rambut pendek itu tidak feminine? Apakah rambut pendek emang dianggap tomboy? Apakah tokoh – tokoh pendamping wanita dibuat berambut pendek supaya tidak menarik perhatian yang seharusnya diterima tokoh utama?

Hehehe, saya malah jadi agak serius ya. Tapi emang fenomena ini cukup menarik untuk dibahas selain juga issue “whitewash” di banyak cover – cover YA, dimana penerbit Amerika sana kebanyakan memasang model Kaukasian dan jarang memasang model yang Africa-America, Asia, dsb. Plus, rambutnya juga banyakan panjang #eaa.  Saya ingin suatu saat melihat sebuah film yang based on books, terutama YA, dengan tokoh wanita berambut pendek. Dan ngga cuma yang sebatas bahu, beneran pendek dengan model bob cut atau pixie cut gitu. Saya yakin walau rambutnya pendek, akan tetap terlihat feminine dan juga lebih praktis kan, apalagi kalau filmnya termasuk yang film eksyen.

Bagaimana nih dengan teman – teman? Menurut kalian saat melihat rambut panjang para tokoh utama wanita YA yang ada di film – film itu, cukup mengganggu kalau mereka lagi gerak, atau biasa aja? Setuju ngga sih kalau kita juga butuh tokoh wanita utama dengan rambut yang pendek ? Let’s share your random thought😉.


Hahha iya yah, untuk heroine YA, banyak yang tergeneralkan memiliki rambut panjang. Aku sendiri ngga masalah sih dengan panjang rambut, tapi aku punya preferensi di warna rambut. Well, aku suka banget kalo heroine di YA yang aku baca itu memiliki rambut berwarna auburn atau ginger. 

Eniwei, ada yang luput nih kak Ren, heroine di TFIOS tuh rambutnya pendek. Itu tuh, si Hazel. Terus masa aku keingetan Lola dari Lola and The Boy Next Door. Lola yang fashion sense-nya nyentrik dan doyan pake wig berwarna. Kayaknya, emang asik ya dapet refreshment macam itu. Karena adorability heroine itu kan ada di karakternya. Iya ga sih?😀

See, menarik ya? Random memang, tapi ini menunjukkan kak Ren adalah pembaca observant. Bisa aja mengangkat tema obrolan yang sebenarnya ngga penting tapi kalau dipikirkan bisa jadi masukan buat para penulis. Iya ngga sih?!😛


Tentang Ren

kak Ren yang ditengah (foto dicomot dari instagram @ren_puspita)

kak Ren yang ditengah (foto dicomot dari instagram @ren_puspita)

Sebenarnya sudah banyak yang kenal sama saya kali yah #halah. Nama saya Ren Puspita, yang sebenernya juga versi pendek dari nama saya yang asli deh #sokngartis😛. Sudah suka baca buku sejak SD, walau banyakan komik sih. Menjadi pembaca novel  dan omnireader sejak kuliah. Genre yang akan selalu ada di hati saya adalah fantasy (karena membebaskan imaginasi), romance (karena saya kadang butuh happy ending) dan thriller misteri (karena saya suka ngasah otak yang rada – rada tumpul ini, hahaha). Blog saya adalah Ren’s Little Corner, sebuah nama yang asal mikir dan asal jadi, mau ngubah juga sudah telat sih😛. Saya adalah bagian dari BBI alias Blogger Buku Indonesia, dan juga mengurus masalah keanggotaan. Mau jadi member BBI? Silakan lihat aggregator BBI #promosi

Sebenarnya saya ga membatasi genre buku yang direview di Ren’s Little Corner. Cuma memang kebanyakan fantasy dan romance🙂. Yah, karena saya memang ngefans dengan dua genre itu. Tapi kalau dilihat saya juga pernah ngereview novel hisfic, novel pop bahkan beberapa non fiksi. Intinya saya ngga mau terkotak – kotak juga, jadi buku apapun yang saya anggap menarik akan saya review. Walau, memang ada beberapa jenis buku yang ngga akan saya review di blog sih. Lebih karena emang malas ngomong panjang lebar #halah.

Untuk fantasy, buku pertama yang dibaca adalah Harry Potter. Saat itu saya masih kelas 2 SMP, masih ingat juga saat nonton filmnya pas kelas 3 SMP #bukaumur . Untuk romance, saya baca setelah pacaran dengan mantan pacar saya yang sekarang ini (alias misua ). Jujur, saya dulu agak anti baca Harlequin atau novel hisrom, mungkin karena sisi romantis saya masih hibernasi. Setelah pacaran, teman menyuruh saya baca White Liesnya Linda Howard, dan sejak saat itu saya jadi fans romance hardcore. Tapi.. sampai sekarang saya tetep ngga romantis kok, dan suka geleng – geleng kepala kalau baca cliche di novel romance. Cuma, ya tetep baca romance sampai sekarang🙂

Meski ngga ingin terlalu membatasi genre buku yang dibaca. Tapi, tentu ada beberapa yang kurang selera juga sih😀. Untuk not my cup of tea disini, bukan genre, lebih ke beberapa tema yang diangkat kali yah. Yang saya kurang suka itu kalau ada cheat/infidelity (perselingkuhan), lalu forced seduction, aka maksain ceweknya buat nyukain si cowok (yeah, Johanna Lindsey,saya bicara tentang anda! :P), kekerasan sama wanita juga bisa bikin saya ngilu. Lalu. Amore. Udah lah cukup sekali saya baca Amore, ngga mau lagi nyobain yang lain :)). Oh ya, saya rada malas baca buku yang terlalu banyak nyebutin brand dan dialog bahasa Inggris. Ngga perlu lah ya saya kasih tahu itu siapa #uhuk

Saya masuk BBI di bulan November 2012, tepat saat blog Ren’s Little Corner berdiri. Jadi sudah lumayan lama juga saya di BBI, menyaksikan orang datang dan pergi. Manis pahit jelas ada, apalagi saya juga ngurus keanggotaan. Manisnya kalau banyak yang tertarik sama BBI, jadinya nambah teman baru.Dan juga saat ikutan event – event BBI macam Posbar, Secret Santa lalu IRF. Pahitnya, ah saya ngga mau terlalu bahas lah. Yang mau saya ingat dari BBI adalah yang manis2nya aja🙂

Dear BBI, selamat ulang tahun yang ke-3. BBI masih kecil, masih bayi, tapi BBI sudah mulai menancapkan taji di dunia blogger dan juga literature Indonesia. Jalan BBI tentu masih panjang dan berliku. Tapi saya yakin, semua member BBI akan selalu mendukung BBI, membuat BBI ngga hanya terkenal di Indonesia, tapi juga secara International. Saya ingin suatu waktu, saat orang – orang membicarakan blog – blog keren yang membahas tentang dunia literature , mereka semua akan membicarakan tentang BBI.


**Cek juga BBIers yang sedang cross-posting lainnya di sini:

14 thoughts on “[Guest Post] Ren’s Thoughts: Model Rambut Protagonis Wanita di YA Movie

  1. Huahh, gak kepikiran sama sekali, sampe Kak Ren jabarin di sini. Bener juga, tuh. Jagoan-jagoannya kenapa harus berambut panjang ya? Tapi Bibi Lung juga gitu kok, Kak Ren (ketauan deh jaman berapa eksisnya) xD

    Like

  2. hahaaha hermione juga ya ren. meski bisa banget relate sama hermione pas di adegan yang dia pake mantra pelurus rambut utk pergi ke pesta dansa (kalo aku cuman ngandelin rebonding/smoothing aja heuhue). Semoga makin banyak tokoh2 berambut pendek yg juga keren yaaaa

    Like

  3. waaahhh, bahas rambut! teliti banget kak Ren! hehee.. malah lebih suka karakter rambut pendek, klo aku, lebih rapi aja kesannya, apalagi yang ada eksyennya.. paling suka rambut pendeknya Rihanna di ‘Battleship’ sama Halle Berry di ‘Catwoman’ *eh ga nyambung*

    Like

  4. Sebelum baca artikel nya mbak Ren. Aku sama Nina udah saling berpendapat “Kenapa rambut nya pada panjang semua??” Lalu, setelah baca sampai ending, aku sama Nina langsung tepok tangan karena udah tau mau bahas apa …

    Tapi, emang mbak Ren selalu dengan pemikiran beda dan aneh. Nggak pernah sekalipun ide itu nempel di otakku mbak ..

    Like

  5. Dulu sy ikut beladiri dan rambut sy juga panjang melebih bahu. Alasannya merasa unik aj gitu, feminin sekaligus jago. Kalau tampak tomboi aka rambut pendek plus jago kan wajar :p

    Tapi betul kata Mbak Ren, repot abis kalau lagi “eksyen”. Apalagi kalau lg pertandingan, salah2 rambut kita yg dijambak musuh duluan dan teknik terlupakan🙂

    Jadi sy lebih setuju kalau para heroine itu rambutnya panjang tapi di kepang kaya Katniss. Kalau sudah dikepang ga repot lagi kok karena sudah biasa 😀

    Like

  6. Aku baca THG doang sih, dan memang di situ dijelasin rambut Katniss dikepang, kalo yg lain ada deskripsi soal rambut ga? IMO, mungkin ya, karena ada unsur romance di situ, jadi kesan ‘cantik’ si cewek itu penting, dan stereotype cewek cantik ya rambut panjang (meski aku ga setuju sih)

    Like

  7. Makasih Ziy yang sudah berkenan “meminjamkan”blognya buat guest post aku. Maaf telat komen2nya🙂

    @Chei : Aku juga dulu nonton Bibi Lung :))

    @Mbak Luna: Wah iya ya? Berarti bagi laki2 jaman dulu, rambut sama berharganya dengan nyawa ya. Anyway, iya sih keren banget rambut berkibar – kibar. Tapi jadi ga keren kalau nyangkut sesuatu dan malah membahayakan si tokoh😀

    @ Mbak Astrid: Wooh iya Hermione! Sampai lupa ma dia

    @Hani : Iya, aku juga sukaan yang pendek. Karena lebih rapi dan ringkas🙂

    @Sasti : Hehe, pemikiranku emang sering aneh sih ya🙂. But I’m proud to be weird

    @Ira: Aku ikut beladiri juga lho. Dan rambutku juga dulu panjang, tapi aslinya ga enak karena aku gampang keringetan jadi rambutku mudah lepek

    @BZee: G ada deskripsi soal rambut seingatku buat yang lain. Tapi menarik aja sih bagiku, kenapa kok tokoh utamanya rambut panjang, tapi yang pendamping rambutnya malah pendek🙂

    Like

    • Gaya rambut antagonis biasanya mirip sama gaya rambut heroine, yaitu panjang. Iya ga sih?
      Soalnya yang umum itu karakter antagonis wanitanya punya physical beauty level yang sama dengan protagonis wanita. Its my opinion🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s