#119 Flora & Ulysses


Title: Flora & Ulysses: The Illuminated Adventures
Author: Kate DiCamillo
Ilustrator: K. G. Campbell
Release Date: September 24th, 2013.
Publisher: Candlewick Press (MA)
Format: ebook
Page Count: 155 pages
Genre: Fantasy, Middle Grade
Literary Award: Newbery Medal 2014


Dari cerita jagoan-jagoan Marvel, kita jadi punya stereotip bahwa manusia biasa bisa memiliki kemampuan super berkat kejadian aneh macam terkena radiasi; digigit hewan mutan, yah pokoknya rare occurance gitu deh. Nah, di novel ini pun. Seekor tupai, memiliki kemampuan super setelah nyaris mati akibat tersedot vacuum cleaner!

Vacuum Cleanernya kah? Soalnya vacuum cleaner milik Mrs. Tickham ini emang vacuum cleaner super. Dan aslinya, Ulysses adalah nama vacuum cleaner tersebut. Hanya saja, Flora salah mengerti saat Mr. Tickham memanggil Ulysses yang ia maksud adalah sang vacuum cleaner dan bukan seekor tupai yang tergeletak disebelahnya.

Tapi dasar Flora sudah terobsesi dengan superhero lewat komik The Amazing Incadesto, dia lah yang sejak awal yakin bahwa sejak selamat dari vacuum cleaner, tupai tersebut bertransformasi menjadi superhero dan memiliki kekuatan super. Ga salah juga sih, soalnya Flora yang menyaksikan tupai tersebut mengangkat vacuum cleaner yang beratnya minta ampun. Lalu, ia juga menyaksikan tupai tersebut terbang tinggi hingga mendapati bahwa sang tupai bisa menulis puisi!

Holy bagumba! 

Lama-lama, orang-orang di sekitar Flora menerima keanehan sang tupai. Mrs Tickham, William Spiver (teman baru Ulysses) bahkan ayah Flora yang jadi percaya karena ia sendiri diselamatkan oleh Ulysses dari serangan Mr. Klaus si kucing agresif. Sayangnya, ibu Flora tidak bisa terima kekuatan super sang tupai dengan ikhlas. Meski ia sendiri diperlihatkan kemampuan menulis sang tupai. Dan Flora, yang memang tidak akur dengan ibunya, memiliki firasat bahwa ibunya sendiri yang akan menjadi arc-nemesis bagi Ulysses dan menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan sang tupai.

my thoughts

Ini kali pertama saya membaca karya Kate DiCamillo, meski sejatinya Kate DiCamillo sudah cukup terkenal dan karya-karyanya award-winning, so saya tidak tahu gaya menulisnya seperti apa. Flora and Ulysses menghadirkan karakter-karakter yang cukup ‘odd’, mengingatkan saya dengan warna classic child-lit. Heroine di novel ini, Flora, termasuk saya anggap ‘odd’ di sini. Ia adalah gadis yang sinis, jauh dari sifat periang. Tertutup dan mudah ditemui dalam keadaan tenggelam membaca komik kesukaannya The Iluminated Adventures of The Amazing Incandesto.

Lalu, karakter lain yang saya anggap ‘odd’ adalah William Spiver. Katanya sendiri, ia menjadi buta karena trauma. But its not physically, it was kind of mental trauma (is there?). Yang bisa saya tebak, sebagai pembaca, adalah bahwa William Spiver sendiri yang memutuskan menjadi buta. Dengan bantuan kaca mata hitam, ia menutup diri dari dunia.

The rest? Actually, semua karakter di Flora & Ulysses itu ‘odd’. I can’t describe it one by one but you’ll know it when you read this book.

Character Development

Moral yang biasa didapatkan dari cerita yang disajikan novel, dalam hal ini children literature fiction, satu di antaranya adalah perubahan positif dari karakter-karakter yang ada dalam novel. Untuk Flora dan William, kehadiran Ulysses membuat karakter (sifat & pendirian) mereka mengalami perubahan.

Flora yang terkenal sinis, berkat Ulysses ia merasakan bagaimana rasanya menyayangi. Perasaannya menjadi lebih halus. Flora menjadi gadis yang pemberani, terbuka, dan berpikiran positif. William Spiver, punya cerita berbeda. Ulysses tidak berdampak langsung terhadap dirinya melainkan Flora. Dekat dengan Flora membuat William lebih optimis dan akhirnya mampu melepaskan bayangan traumatis yang menghantui jiwanya.

Super Power

Kalau manusia yang memiliki super power, biasanya kekuatannya wow banget. Tapi, kekuatan Ulysses, disamping memiliki tenaga sekuat samson, kekuatan istimewa yang dimilikinya adalah menulis! Iyaa, lebih tepatnya sejak insiden vacuum cleaner, dalam diri Ulysses timbul kepekaan yang lebih terhadap kata-kata. Meski perbendaharaan katanya terbatas, dan ia masih perlu menyerap lebih banyak dari percakapan manusia di sekitarnya, Ulysses mampu membuat puisi yang indah.

Newbery worth?

Of course. First, the idea: an adventure with a super squirrel sounds interesting. Second, Flora’s story somehow turned out heartwarming and gives a lot of morals. But, somehow, in my opinion its not as great as last year Newbery Medal; The One And Only Ivan.

Apa ya yang terasa off? Hmm.. mungkin klimaksnya yang lama terbentuk. Lalu, sebenarnya saya mengantisipasi kejadian spektakuler dari Ulysses yang punya kekuatan super. Sayangnya, kejadian spektakuler yang mengindikasikan kekuataan super Ulysses tidak cukup wow buat saya.

Bottom Line(s): Its an odd adventure involving squirrel yet at the same time its exciting. Good writing, can’t doubt about it since Kate DiCamillo already an expert in children literature. Try yourself, its definitely a good one 🙂

Submitted for:

2 thoughts on “#119 Flora & Ulysses

  1. Pingback: [Monthly Recap] March ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | New Authors Reading Challenge: March & April Update

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s