[Book vs Movie] Nick & Norah’s Infinite playlist

Nick & Norah’s Infinite Playlist adalah kisah tentang dua remaja yang bertemu dalam sebuah ketidaksengajaan hingga menghabiskan waktu bersama dan belajar untuk move on from they past love. Well, judulnya aja udah ada kata ‘playlist’nya, so yes, kisah Nick dan Norah kental sekali dengan musik.

Kehidupan Nick dan Norah memang tak lepas dari musik. Nick adalah basist sebuah band indie, sedangkan Norah adalah putri produser musik kenamaan. Kurang dari 12 jam kebersamaan, cinta yang baru perlahan tumbuh.


Versi buku

Nick & Norah’s Infinite Playlist, sejatinya adalah sebuah novel yang ditulis secara duet oleh Rachel Cohn & David Levithan. Novel ini ditulis dengan mengambil dua POV, yakni POV Nick dan POV Norah yang ditampilkan secara bergantian.

Telah lebih dari tiga minggu, Nick putus dari Tris. Namun, Nick masih tidak bisa move on dan terus saja menghubungi Tris -mengharapkannya kembali. Hingga satu malam, saat ia dan bandnya tampil di sebuah klub. Tris justru datang ke klub yang sama. Di sana, Nick secara acak meminta tolong pada gadis yang ditemuinya agar bersedia menjadi pacar palsunya. Tanpa sepengetahuannya, gadis  yang secara acak dipilihnya adalah Norah.

Norah bukannya tidak mengenal Nick, justru sebaliknya ia telah mengetahui Nick lewat mixed tape yang dibuatnya untuk Tris. Mendengarkan playlist lagu-lagu patah hati yang diperuntukkan untuk Tris tapi justru diabaikannya. Hanya saja Norah tidak mengenali wajah Nick (well mereka memang belum pernah bertemu). Dan saat mengetahui bahwa orang yang memintanya menjadi pacar palsu adalah Nick mantan Tris, skenario yang mereka lakoni menjadi lebih awkward namun membuatnya ingin lebih mengenal Nick.

Dengan dalih mencari Where’s Fluffy  (band indie favorit keduanya) dan dengan dorongan dari teman band Nick yang ingin ia move on dari Tris, Nick dan Norah menghabiskan sisa malam dengan kebersamaan yang membuat mereka lebih dekat satu sama lain dan membuat mereka berpikir kembali tentang cinta masa lalu mereka.


Versi film adaptasi

Dua tahun setelah publikasi novel Nick & Norah’s Playlist, film adaptasi dengan judul yang sama, muncul. Film yang disutradarai oleh Peter Solett ini menghadirkan Michael Cera yang berperan sebagai Nick dan Kat Dennings yang memerankan Norah.

Untuk kepentingan film adaptasi ini, novel Nick & Norah’s Infinite Playlist ditulis kembali menjadi skenario film oleh Lorene Scafaria. Tentu saja ada penyesuaian di sana – sini. Di awal, adegan pacar palsu digagas oleh Norah. Bukan Nick. Lalu, sebagian besar plot yang ditampilkan di film adalah pencarian Caroline (sahabat Norah) yang hilang. Pencarian yang dilakukan bersama, oleh NIck Norah dan teman band Nick. Selain itu, karakter Tris dibuat berbeda dari karakter Tris yang di novel.

Setidaknya, beberapa poin tersebut yang saya dapati berbeda dan terjadi di film adaptasi berdurasi 90 menit ini.


Book vs Movie

Both has equal good points. Sulit membandingkan keduanya, karena meski banyak terdapat perbedaan, namun kedua format ini menghasilkan kisah Nick & Norah yang bisa dinikmati tanpa perlu ditimbang mana lebih baik atau sebaliknya.

Nick and Norah’s Infinite playlist, menghadirkan kisah Nick dan Norah lewat penulisan menurut saya agak mirip ranting ya. Nyerocos aja gitu ceritanya dari benak Nick maupun Norah. Lalu, penulisannya berhasil terasa music geek-nya, lebih banyak ke indie rock gitu sih. Yang paling jadi point novel ini, yang membuatnya menjadi pilihan yang berbeda dari versi adaptasinya adalah novel ini berhasil menghadirkan petulangan dua orang remaja. Lebih intimate antara Nick & Norah. Not in a really sexy way, tapi bangunan chemistry keduanya dihadirkan lebih kuat di novel ini.

Nah, gimana dengan film adaptasinya?

Yang membuat saya bilang kalo versi buku dengan film adaptasinya equal adalah, keduanya membuat saya menikmati kisah Nick dan Norah dengan plot agak berbeda namun sama menariknya. Versi film disajikan dengan lebih entertaining dan romantic comedy banget. Sisi komedinya berhasil membuat saya tergelak cukup sering selama menonton.

Casting untuk Nick dan Norah, perfect. Mampu membuat karakter Nick dan Norah hidup sesuai dengan imajinasi saya akan Nick dan Norah versi buku. Nick yang music-geek dan straight-edge, Norah yang punya sisi appealing dan cantik namun tersembunyi karena dia digambarkan agak kaku. Ugh, i love both. Apalagi Michael Cera itu kok ya bisa pas banget sih. Duh.

Actually, saya suka semua castingnya. Ya casting Nick & Norah, ya cast untuk teman band-nya Nick (Thom & Dev), ya cast-nya Caroline, bahkan cast untuk karakter Tris. Bahkan ya, perbedaan plot di bagian Caroline yang hilang, membuat Caroline yang sebenarnya porsinya dominan di novel, menjadi likeable di film adaptasi. Well, yang mungkin saya sayangkan adalah rekayasa karakter Tris yang dibuat jadi pure antagonis. It makes the movie looked like teenager movie the way it always be.


Extra: The Playlist

Di awal novel, ada playlist persembahan yang dibuat kedua penulis. Tapi, playlist lagu tersebut bukan lagu-lagu yang merepresentasikan total kisah dalam novel. Lebih sebagai playlist yang menemani pembuatan novel dan berkaitan dengan orang-orang yang menjadi support penulisan novel. Di antara 16 lagu yang terdapat dalam the acknoledgement playlist dari kedua penulis, ada 1 lagu yang saya favoritkan. Yaitu:

*versi video yang ditampilkan ini, instument intronya panjang.

Dan, seperti lazimnya film, pasti ada soundtracknya dong. Asli, soundtrack film adaptasi Nick & Norah’s Infinite Playlist itu match banget sama selera musik untuk telinga saya. Lagunya enak-enak, dengerin deh. Dan, lagu yang saya favoritkan adalah:

*video klipnya hilarious, tapi saya tampilkan mereka yg ini aja karena live-nya mereka bawain lagu After Hours juga asik ^^d

*kalo ini, saya suka karena easy-listening dan ear-catching. Setuju ga? Menurut kalian? suka banget sama line ini di lirik Xavia: I don’t wanna be your favorite enemy. Not when i can be loving you, alright. Sweet gimanaa gitu❤

Bottom Line(s): If you had time, please have both book and movie adaptation. But, if you don’t have enough times but get interest and look forward to Nick and Norah’s Infinite Playlist, its okay to skip the book and have the enjoyment from the movie adaptation.

Submitted for:

One thought on “[Book vs Movie] Nick & Norah’s Infinite playlist

  1. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | New Authors Reading Challenge: March & April Update

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s