#116 Shug

Shug by Jenny Han
Format: ebook, 256 pages
Published May 29th 2006, by Simon & Schuster Books for Young Readers
Goodreads

Annemarie berkawan dengan Mark sejak usia mereka lima tahun. Kini, di usia dua belas tahun, Annemarie sadar bahwa perasaannya untuk Mark berubah. Ia menyukai Mark lebih dari sekadar sahabat dekat. Mark, tentu saja tak menyadarinya. Selama ini, ia lebih menyukai Celia -kakak Annemarie, yang dianggapnya jauh lebih perempuan dari Annemarie yang berpostur tinggi dan bongsor untuk ukuran gadis seusianya.

Yang dihadapi Annemarie ternyata tak hanya perasaan sukanya terhadap Mark tetapi ia juga harus menghadapi stage kehidupan sebagai early teenager karena kini ia adalah siswa junior high school. Tubuh Annemarie mengalami pubertas lebih awal dibanding teman perempuannya, tapi tidak untuk mentalnya. Ia masih belum siap beranjak dari childhood. Belum siap menghadapi kenyataan bahwa kini Mark tak lagi mangajaknya bermain karena sibuk dengan teman laki-lakinya. Belum mengerti mengapa teman-teman perempuannya jadi centil di hadapan teman laki-laki dan begitu mengurusi penampilan demi menarik perhatian.

Di sisi lain, Annemarie memiliki musuh sepanjang masa bernama Jack. Menurutnya, Jack adalah anak yang bandel, selalu meledek Annemarie di setiap kesempatan hingga Annemarie terus merasa perlu untuk bersaing dengannya. Sayangnya, ia terjebak menjadi pasangan belajar dengan Jack. Annemarie dengan akademis yang bagus, perlu membimbing Jack yang ketinggalan di beberapa mata pelajaran. Kedekatan tak terduga ini, membuka mata Annemarie bahwa Jack tidak sepenuhnya bersalah dengan karakter delinquentnya itu karena Annemarie bisa melihat lebih dekat background keluarga Jack dan keseharian Jack yang sebenarnya.

Ah, early teenager. Apa yang kamu ingat tentang masa SMP mu, teman? Beranjak dari level belajar paling dasar, berhadapan dengan situasi di mana kemandirian mulai tertempa dan berhadapan dengan begitu bermacamnya karakter teman seusia yang bisa ditemui? Shug membuat kita memutar kembali memori itu, menawarkan manisnya cinta monyet, rollercoaster dalam persahabatan, betapa hubungan anak dengan orangtua bisa menjadi rikuh hingga pahitnya menutup cinta pertama dalam hidupmu.

my thoughtsHonestly, saya suka banget dengan buku ini. Rasanya hampir sama dengan yang saya rasa setelah membaca Flipped. Sederhana, dituturkan dengan lugu, namun di saat yang bersamaan emosi saya bisa terbawa dengan konflik yang terjadi pada karakter utama -Annemarie.

Annemarie’s family

“You have been special your entire life. You were born that way. They put you in my arms, and you were already your own person, and I knew it. I knew you were somethin’ special.”

Ibunya, adalah seorang wanita yang cantik. Georgeous, lebih tepatnya karena lebih dari cantik, ia juga charming dan pintar. Ia adalah prototipe ibu modern di tengah kota kecil tempat mereka tinggal. Get what i’m trying to explain? Kakaknya, Celia, mendapat turunan kecantikannya. Ditambah lagi, berbeda dengan Annemarie, Celia berpostur petite. Everywhere, her existence is radiating and attracting. Ayahnya, pekerja keras dan sering dinas luar kota.

Dengan keluarga seperti itu, Annemarie punya inferiority complex. Of course. Dan kadang, baginya, keluarga Mark yang hangat lebih ia idamkan dari keluarga yang ia miliki. But later, in the story, we will see that Annemarie will earn her mother’s love. That it was all is just about different expression of love. That her mom is just extraordinary kind of mom with the same huge love a mom always had.

Girl’s BFF

“You like me for me, and I like you for you. The rest of it’s all a bunch of crap.”

Annemarie yang mungkin tergolong ‘gadis biasa’ memiliki teman yang istimewa. Teman yang cool, bernama Elaine Kim, seorang korean-american dengan attitude ‘anak kota’ dengan kenyataan bahwa ia berasal dari NYC. Meski begitu, mereka ini cocok banget. Elaine juga bukan tipe yang songong, dan benar-benar born to be mature and elegant. Suka dengan kisah mereka berdua yang saling support, meski tetap hubungan pertemanan mana sih yang ngga diguncang prahara? Mereka pun, persahabatan mereka sempat retak. Tapi BFF mereka real, ngga shalow, jadi akhirnya akan indah. Hehhe.

Jack!

Jack is… Something. He’s not the one who share Popsicle time together with Annemarie but he’s the one who made cherry Life Savers taste better than cherry Popsicles.

Bottom line: A light reads but enough to warm your heart and makes you down the teenager’s memory you had.

4 heartsSubmitted for:

banner RC Books In English 2014-600

Book In English Reading Challenge

New Authors Reading Challenge

New Authors Reading Challenge

2 thoughts on “#116 Shug

  1. Pingback: [Monthly Recap] March ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | #120 To All The Boys I’ve Loved Before

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s