#113 Far Far Away

Far Far Away by Tom McNeal
Format: ebook, 218 pages
Published June 11th 2013 by Knopf Books for Young Readers
Literary award: National Book Award Nominee for Young People’s Literature (2013)

(Goodreads)

This.. is the strange and fateful tale of a boy, a girl, and a ghost

Tom McNeal menghadirkan Never Better, sebuah kota kecil lengkap dengan karakter-karakter yang ‘spesial’. Ada Jeremy Johnson Johnson, yang tak hanya aneh karena memiliki kedua orangtua ber-namabelakang sama (yakni Johnson) namun juga karena ia bisa mendengar suara gaib. Ada Ginger Boultinghouse, gadis periang nan rupawan yang kecantikannya bahkan menyihir Deputy McRaven the ‘dwarf’ man -tak terkecuali Jeremy dan Conk Crinklaw. Yang sangat tidak boleh terlewatkan di Never Better, adalah keberadaan Sten Blix. Pemilik Green Oven Bakery dan pembuat kue Princess Cake; kue dengan resep misterius yang sangat digemari karena rasanya yang tak tertandingi dan kehadirannya ditandai dengan asap kehijauan yang muncul tak menentu waktu dari cerobong asap Green Oven Bakery.

Never Better, kedatangan hantu Jacob Grimm. Satu dari dua bersaudara Grimm. Hantu Jacob Grimm ini lah yang suaranya bisa didengar Jeremy. Jacob sendiri memiliki alasan membuat suaranya terdengar oleh Jeremy. Ia bermaksud melindungi Jeremy, karena yakin bahwa misi tersebutlah yang akan membawa ruhnya keluar dari Zwischenraum. Jacob Grimm, yang mengumpulkan dark tales semasa hidupnya, kini berurusan dengan dark tales di dunia yang lebih modern, dengan villain (dalam novel ini disebut dengan Finder of Occasion) yang keberadaannya tak meninggalkan jejak dan sulit terlacak meski ianya begitu dekat… sangat dekat.

my thoughtsSaya sukaa. Suka banget sama novel ini. Ya ceritanya, ya karakter-karakternya, ya creepy-nya, ya loveline-nya, ya penyajian dark tale-nya.

Pertama-tama, ceritanya. Idenya adalah modern dark tales yang terinspirasi banyak dari Grimm Brothers. Tapi lebih dari itu, novel ini menyeret langsung salah satu dari Grimm bersaudara, yakni Jacob Grimm menjadi salah satu karakter utama. Bahkan, Jacob adalah narator di sini! Yap, novel ini memakai POV Jacob. Karena, memang, lingkar pertama plotnya adalah cerita Jacob yang mesti menyelesaikan urusan yang belum selesai biar arwahnya tenang dan terbang ke tempat seharusnya ruh yang tubuhnya meninggal berada. Baru di dalamnya, ada modern dark tales menyangkut Jeremy Johnson Johnson dan villain yang disebut Finder of Occasion. Dan melalui modern dark tales ini, Jacob menemukan apa yang seharusnya ia selesaikan.

Lalu, karakternya. Penamaan karakter oleh Tom McNeal juga sesuatu deh. Jeremy Johnson Johnson, Conk Crinklaw -not to mention, nama ayahnya  yang seorang Mayoradalah Dauntless Crinklaw , hingga Ginger Boultinghouse dengan gingerheadnya. Jeremy adalah tipikal main character yang purely angel. Innocent banget pengen diunyel-unyel rasanya. Lalu Ginger, ah saya suka banget kalo di novel young adult itu punya heroine berambut merah. Ginger ini adalah heroine yang, udah cantik, cheerful, meski kadang spoiled kayak princess, tetep aja likeable.

Love line-nya itu kayak gini: Ginger disukai Jeremy dan Conk. Berhubung Ginger ini kadang udah kayak spoiled princess, dia ya deket sama keduanya. Temen mainnya Ginger adalah Conk, sedangkan Jeremy awalnya adalah bully-nya di mana kepintaran Jeremy seringkali ia manfaatkan. Tapi seolah kutukan gigitan pertama Princess Cake itu mengenainya, Ginger jadi tertarik dan selalu menghampiri Jeremy. Mungkin juga Princess Cake ini adalah awal dari kebersamaan mereka.

Conk, selain namanya yang aneh itu, adalah tipikal pemuda yang fitrahnya dikejar-kejar cewek: tampang dan body ada, mobil ada, anak mayor pula. Tapi bukan berarti dia ini playboy sih, soalnya nanti pembaca akan dikasih lihat bahwa perasaan Conk ke Ginger juga tulus eciieeee. Gara-gara ini, saya sendiri jadi demen sama Jeremy juga Conk😄. Lalu Deputy McRaven yang tersihir kecantikan Ginger ini, terasa creeepy. Ya, mau gimana lagi, kalo ngga ada plot itu, ceritanya bakal missing.

Last, the villain. Karakter jahat di novel ini adalah Saint Nicholas di saat bersamaan. Hal ini yang membuat pengawasan Jacob terhadap  Jeremy lengah. But then, villain pun kadang tahu bahwa saat-saat dia mesti retreat karena menghadapi ‘kebaikan yang menyilaukan’. Naah, happy ending kah? Baca aja deh bacaa.

Over all, its a nice distraction from the recent hype of dystopians. Offering us Grimm’s dark tale in modern form, though its a slow pace till we figured out what makes this novel anothe dark tales inside. Recommended, of course.

4 hearts

Submitted for:

2 thoughts on “#113 Far Far Away

  1. Pingback: [Monthly Recap] February ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: NARC End of Year Wrap Up Post | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s