#107 Roomies

Roomies by Sara Zarr and Tara Altebrando
Format: ebook, 224 pages.
Published December 24th 2013 by Little, Brown Books for Young Readers (first published November 19th 2013)
Goodreads

~

Meet Elizabeth Owens (New Jersey) and Lauren Cole (San Francisco) who destined to be roommate for each other!

Mulanya Elizabeth Owens -EB- yang membuka percakapan surel dengan Lauren, tepat setelah pemberitahuan pembagian kamar dikirimkan ke surel masing-masing oleh pihak asrama kampus UC Berkeley. Awalnya, basa-basi dengan niat menyapa orang asing yang akan menjadi rekan sekamarnya. Mulanya begitu, diawali pertanyaan siapa membawa kulkas kecil dan siapa membawa microwave. Namun, percakapan surel berlangsung dan mereka mulai berbagi cerita; tentang liburan musim panas mereka, tentang sahabat mereka, tentang laki-laki yang mendekati mereka, hingga kondisi keluarga! I remind you, it’s a cyber friendship. There, they’ve never really met -in real life. And it’s summer holidays before they step into the college life stage.

Novel ini menghadirkan point of view EB & Lauren secara bergantian, countdowning the days left before their real meeting. They’re getting to know each other dan komunikasi di antara mereka terjadi di luar dugaan. Keadaan keduanya memang sedang mirip, mungkin itu penyebabnya mereka cepat klik dan bisa bertukar cerita (hingga cerita yang menurut mereka personal!). Tapi pertemanan mereka, yang terbangun terlebih dahulu lewat dunia maya ini, ternyata tidak mulus. Konflik yang mesti mereka hadapi, membuat mereka berpikir ulang apakah mereka benar-benar bisa menjadi rekan sekamar dan berteman paska keduanya bertemu?

my thoughts

This novel is sooo good and i really like it.

Two heroines in one story is a good offer. EB dan Lauren, karakternya sangat berbeda, pun latar belakang mereka. EB ditinggalkan ayahnya di usia 5 tahun. Orangtuanya bercerai. Ayah yang telah meninggalkannya, gay. Dan EB anak tunggal. Sedangkan Lauren adalah sulung dari enam bersaudara. Keluarganya tidak begitu kaya hingga ia mengambil dua pekerjaan part time di musim panas. Lebih dari itu, jarak usia Lauren dengan adik-adiknya cukup jauh. Adik-adiknya masih di bawah umur 10 tahun dan yang terkecil masih baby.

Berbeda dengan EB yang mengikuti perkembangan teknologi, Lauren adalah tipe klasik –menghaluskan istilah gaptek. Untuk karakter, bisa dikatakan dengan memiliki dua BFF dan pacar membuat EB terlihat sebagai remaja normal. Cheerful. Dan dia menyukai surfing di pantai dekat tempat tinggalnya. Sedangkan Lauren, bisa dikatakan outcasted. Dia seorang science nerd. Kehidupannya adalah keluarga besarnya. Forced to be a grown up, despite her age. Still, dia punya satu BFF bernama Zoe, yang berkebalikan dengannya, socmed celeb.

There have been issues, here and there, through their summer. As they think of each other a stanger, sharing stories seems okay. Yet, that was what makes them friends.

The boyfriends, both are good-boy type (as for me, its totally a +1!). Mark untuk EB, Keyon untuk Lauren. Summer fling, but the story makes us expecting there’re more. Dalam kasus EB, Mark sempat jadi dilema. Ia masih berpacaran, saat terjadi sparks di antara mereka berdua. Beruntung, hubungan EB dengan pacarnya memang sedang hambar. Break up, they have to. So then, Mark’s position getting clear. Too simple if it was just like that, right? Another dilema comes, now EB knows that Mark was the son of the married guy who date her mother. How they overcome that? Nah. You should read the novel if you want to know more.

Lauren dan Keyon (awalnya) hanya sebatas teman satu sekolah. Lauren was a science nerd, Keyon was a charming athlete at school. Hingga musim panas itu, Keyon menawarinya pekerjaan di warung sandwich milik ayahnya. Now they’re friends and coworker. But, i should say that (i think) Keyon has something for Lauren -looking to the part-time job offer. But (again), for Lauren, Keyon has always been out of her league. They’re coming from different social world, that’s what Lauren has always thought until the accidental kiss. For Lauren and Keyon to be boy/girlfriend means they’re doing interracial relationship since Keyon’s a black and Lauren’s a white girl. There, it seems like it was ‘an issue’.

The adorable family. I mean the Coles (Lauren’s). Tau ngga alasan kenapa orangtua Lauren punya banyak anak? Karena pengalaman mereka memiliki Lauren adalah sesuatu yang membahagiakan hingga mereka memutuskan untuk punya (beberapa) anak lagi. Meski pada akhirnya mereka kerepotan, hingga Lauren merasa dirinya adalah ‘orangtua tambahan’ saking seringnya ia harus menjaga adik-adiknya dan kehilangan kehidupan di luar bersama teman-temannya. Weekend bagi keluarga Cole adalah waktu keluarga. Jadi ya, Lauren jarang hangout. Well, there’re times when Lauren felt fed up with all of that. But when her parents initiated her to free herself in the last days of her summer with them, Lauren doesn’t feel like doing it. At this point, she realized that she will miss the mess her toddler’s little brother and sister did once she move in to UC Berkeley. My heart warmed at this part of the novel.

Girls friendship is all over the novel. Big part. Its the charm of the novel, isnt it?

Will i recommend this novel? Big time. Apalagi buat yang ngaku suka baca young adults dan contemporary standalone.

4 hearts

Submitted for:

d8a3f-yarc7b8e6-nuauthor-2

2 thoughts on “#107 Roomies

  1. Pingback: [Monthly Recap] January ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: NARC End of Year Wrap Up Post | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s