#106 Watership Down

Watership Down by Richard Adams

Format: ebook, 474 pages

Published August 31st 2000 by Penguin Books Ltd (first published 1972)

Goodreads

‘We’ve got to go away before it’s too late.’

Fiver was only a small rabbit, but he had a sixth sense and foresaw that disaster was about to destroy the warren. Few believed him. Led by his brother Hazel, a small band of rabbits set out on a perilous journey to find a safe home. Fiver’s intuition finally leads them to Watership Down. But here they encounter the greatest threat of all.

Tema fabel untuk Baca Bareng BBI bulan Januari, mempertemukan saya dengan kisah tentang sekelompok kelinci yang melakukan perjalanan demi habitat (atau ekosistem?) baru yang akan menyelamatkan mereka dari bencana yang menunggu di habitat lama mereka.

Adalah Fiver, adik Hazel, yang memprediksi bencana yang akan hadir. Believe it or not, he’s kinda have a sixth sense. He can foresee what’s coming. Yang ia lihat, sayangnya, adalah kehancuran warren mereka. Hazel yang percaya dan berada di pihak Fiver, membawanya ke pimpinan mereka untuk menyampaikan hal tersebut. Sayangnya pimpinan mereka, Threarah, tak percaya. Tak ada jalan lain selain mereka harus kabur secepatnya dari Scornfield dan mencari tempat lain yang lebih aman untuk menjadi warren mereka yang baru.

Selain Hazel yang menjadi Leader dan Fiver yang menjadi Pemandu, beberapa kelinci lain berhasil diyakinkan dan bergabung dalam rombongan mereka. Ada Bigwig, salah satu Owsla yang tadinya menjadi pengawal Threarah. Ia adalah yang paling kuat. Lalu Blackberry, the Wit. Dandelion, the Storyteller. Pipkin the Undersize-and-spoiled rabbit. Silver, the young Owsla. Dan beberapa kelinci lain yang saya lupa namanya.

Ah, kawan. Perjalanan mereka begitu mendebarkan untuk dibaca. Berenang menyebrangi sungai (nah, sekarang kalian tahu kan kalau kelinci juga berenang), melewati jalan aspal buatan manusia yang penuh hrududu sambil tak berhenti merutuk (karena di saat yang bersamaan jalan aspal adalah sesuatu yang baru yang membuat mereka takut). Lalu mereka singgah di sebuah warren yang janggal -di mana kelinci-kelinci yang hidup di situ macam ayam broiler; sehat, gemuk, tapi  tak benar-benar punya nyali untuk bertarung tak seperti mereka yang adalah kelinci liar. Fiver sudah memperingatkan bahwa warren  tersebut berbahaya bagi mereka. Namun, bagi kelinci yang lain, tempat itu adalah oase. Bagaimana tidak kalau di sana mereka tak hanya makan rumput tapi wortel dan selada berada dalan jangkauan mereka? Hingga saat Bigwig terjerembab di perangkap yang dibuat oleh manusia yang tinggal di sekitar tempat itu, mereka memutuskan untuk lari dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan ke Watership Down.

Singkat kata, mereka sampai di Watership Down. Tapi apakah rintangan yang mereka lewati habis? Ah, tidak kawan. Sama sekali tidak!

Rabbits (says Mr. Lockley) are like human beings in many ways. One of these is certainly ther staunch ability to withstand disaster and to let the stream of their life carry them along, past reaches of terror and loss. They have a certain quality which it would not be accurate to describe as callousness or indifference. It is, rather, a blessedly circumscribed imagination and intuitive feeling that Life is Now. A foraging wild creature, intent above all upon survival, is as strong as the grass.

my thoughts

Ugh. Apakah fabel mesti semenegangkan dan setebal novel ini? Tidak juga sih. Tapi, percayalah, novel ini begitu indah. Benar kata salah seorang bloggerbuku luar, “I read Watership Down a long time ago–and I’ve never looked at rabbits the same way since then!”

Membaca buku ini, saya seperti Jake Sully yang menjadi avatar Na’vi dan mengunjungi Pandora. Like i’m switching myself into rabbit! Can you believe it? Like i was there, with Hazel and Fiver and other rabbit. Richard Adams, sang penulis, memang mengeluarkan magic itu kawan. Ia benar-benar mengeksplor kehidupan kelinci, entah bagaimana caranya, menjadi informasi terbuka kepada pembaca via novel ini.

What Robin Hood is to the English and John Henry to the American Negroes, Elil-Hrair-Rah, or El-ahrairah – The Prince with a Thousand Enemies – is to rabbits.

Mr. Adams also put mythical tale in between the story. Tersebutlah El-ahrairah, seekor kelinci legenda yang sebenarnya penipu. But him being a trickster was intended no harm to the rabbits. Malah ya, menjadi legenda El-ahrairah kurang lebih adalah motivasi bagi kelinci (liar, khususnya) untuk tidak takut dengan tantangan yang menghadang mereka. El-ahrairah tales, for every time it was told by the amazing storyteller Dandelion, always successly whispered the brave to their bones. Here, in the novel, we could see Hazel (of things he sacrificed) as a reincarnation of El-ahrairah.

Oia, ada yang lupa saya sebutkan, dan entah mengapa ini menarik buat saya. Mr.Adams mengawali tiap bab dengan kutipan yang berasal dari buku lain yang sepertinya mewakili isi bab tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Cornelia Funke di Inkheart Series. Ada satu, kutipan yang berasal dari novel karangan Dostevsky, The Brothers Karamazov yang menawan hati saya. Membuat saya mengangguk, dan ingin mengucapkannya kembali kepada  pihak-pihak jahat yang mengeksploitasi hewan demi uang.

Love the animals. God has given them the rudiments of thought and joy untroubled. Don’t trouble it, don’t harass them, don’t deprive them of their happiness, don’t work against God’s intent.

Sigh. Bener-bener deh, setelah saya baca novel ini. Saya tidak punya simpati yang tersisa untuk para pemburu yang melakukan perburuan demi kesenangan. Sama geramnya saya dengan mereka yang mengeksploitasi hewan demi uang. Ah, I even don’t think I can eat rabbit’s meat, not like I’ve eaten one before though. See, mungkin hal-hal seperti ini yang berhasil dibawa oleh fabel: tenggang rasa untuk hewan di sekitar kita. Mungkin bisa jadi lebih, we could be animal lover or vegetarian or else. Tanpa memungkiri bahwa di sisi lain, fitrah beberapa hewan juga sebagai makanan untuk manusia. But its not the case, you know.

What else can i say? This novel is rich. All main characters are adorable. Weel-narrated details and set.Well done, Mr.Adams. I could praise him like that over and over again. And this novel, really, you all should spare your time and enjoy it.

5 hearts

About Watership Down

→ Richard Adams originally began telling the story of Watership Down to his two daughters, Juliet and Rosamund, and they insisted he publish it as a book. It took two years to write and was rejected by thirteen publishers. When Watership Down was finally published, it sold over a million copies in record time in both the United Kingdom and the United States. Watership Down has become a modern classic and won both the Carnegie Medal and the Guardian Children’s Fiction Prize in 1972. To date, Adams’ best-known work has sold over 50 million copies world-wide, earning him more than all his other books put together.

(dan you know what, novel ini juga udah diadaptasi menjadi film animasi! Oh, saya sendiri baru tahu pas mau masukin trivia tentang Watership Down. Why do i feel so excited about it? Hehhe😀 )

→ Watership Down (film) is a 1978 British animated adventure drama film written, produced and directed by Martin Rosen and based on the book of the same name by Richard Adams. It was financed by a consortium of British financial institutions. Originally released on 19 October 1978, the film was an immediate success and it became the sixth most popular film of 1979 at the British box office. It was one of the first animated feature films to be presented in Dolby.

It featured the voices of John Hurt, Richard Briers, Harry Andrews, Simon Cadell, Nigel Hawthorne and Roy Kinnear, among others, and was the last film appearance of Zero Mostel, as the voice of Kehaar the gull. The musical score was by Angela Morley and Malcolm Williamson. Art Garfunkel’s hit single “Bright Eyes”, which was written by songwriter Mike Batt briefly features. Click here for more about Watership Down Film on Wikipedia page

→ As of 1982,Richard Adams was the president of the RSPCA; Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals. RSCPA founded in 1824, London. The vision: to work for a world in which all humans respect and live in harmony with all other members of the animal kingdom. Find more about this animal wellfare organization, here.

→ Well, this novel itch me to know more about wild rabbits behaviour. So i go down the Youtube, wanting to know little or more, and find this video. It was about the life on the burrow.

Submitted for:

New Authors RC

22 thoughts on “#106 Watership Down

    • iya, pas awal baca aku liat kak mia termasuk yang masukin buku ini ‘to-read’ ya.
      hayoo dibaca, bersabar mungkin ya sama ketebalannya. Kebanyakan yang udah baca, kalo aku liat di goodreads itu, terintimidasi sama jumlah halamannya.

      Like

    • aku rasa emang bukan untuk anak-anak sih, kecuali filmnya, mungkin.
      tau ngga sih ka astrid, saat baca ini aku ngerasain feeling yang aku punya saat aku baca 2 novel Cicero Robert Harris: Its so long, so detail, has many characters, but i can’t stop admiring it because its rich -again, i say. Rasanya tuh kayak penulisnya sangat mendalami cerita yang sedang ditulisnya.

      Like

  1. Aku juga agak mengernyit pas lihat tebalnya, tapi kalo dilihat dr reviewnya, tampaknya bukan penghalang.
    Btw, aku setuju soal manusia yg hobi banget makan hewan. Aku sering berpikir, kenapa manusia sangat berhasrat mencoba SEMUA jenis hewan. Bahkan sampai hewan yg sulit didapat, yg mungkin harus dibiakkan khusus sehingga berharga mahal. Seenak apa pun rasanya, kalau memang hewan itu tak tersedia untuk kita, kenapa harus dicari2. Ah, jadi melantur deh XP

    Like

  2. Pingback: [Monthly Recap] January ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  3. waktu liat film kartunnya…sumpah sadis bgt…gk taunya film ini diperuntukan anak2 taun 80 an… kukira filmnnya bakal imut kecil dan lucu…ternyata mlh banyak darah2 nya hiiii

    Like

  4. Pingback: NARC End of Year Wrap Up Post | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s