#104 Three Times Lucky

three times luckyRising sixth grader Miss Moses LoBeau lives in the small town of Tupelo Landing, NC, where everyone’s business is fair game and no secret is sacred. She washed ashore in a hurricane eleven years ago, and she’s been making waves ever since. Although Mo hopes someday to find her “upstream mother,” she’s found a home with the Colonel–a café owner with a forgotten past of his own–and Miss Lana, the fabulous café hostess. She will protect those she loves with every bit of her strong will and tough attitude. So when a lawman comes to town asking about a murder, Mo and her best friend, Dale Earnhardt Johnson III, set out to uncover the truth in hopes of saving the only family Mo has ever known.

~

Some say I was born unlucky that night. Not me. I say I was three times lucky. Once, when my Upstream Mother tied me to a makeshift raft and sent me swirling downstream to safety. Twice, when the Colonel crashed his car and stumbled to the creek just in time to snatch me from the flood. Three times, when Miss Lana took me in like I was her own, and kept me.

Kisahnya layaknya Nabi Musa, maka bayi perempuan yang 11 tahun lalu hanyut di sungai itu diberi nama Moses. Moses LoBeau, akrabnya dipanggil Mo. Berkat asal-usulnya yang misterius itu, ia (seolah) terlahir untuk menjadi detektif. Kasus pertamanya, tentu saja pencarian ibu kandungnya. Kasus yang ditanganinya dan belum juga selesai. Meski ia selalu berusaha menghanyutkan surat dalam botol kepada ibu yang tidak diketahui, cara tersebut masih belum cukup. Kasus berikutnya, selain kasus kecil macam mencari kucing temannya yang hilang, adalah kasus pembunuhan Mr. Jesse yang menggemparkan kota kecil Tupelo Landing. Kasus tersebut, sebenarnya telah ditangani Detektif Starr (ini detektif asli). Hanya saja, dalam kasus pembunuhan Mr. Jesse, Colonel dan Ms. Lana (orangtua angkat Mo) terlibat. Keduanya hilang, berurutan. Belum lagi Dale, sahabat karib dan rekannya di Desperados Detective Agency, merupakan orang terakhir yang didapati bertemu dengan Mr. Jesse sebelum ia meninggal. Kasus Mr. Jesse ini, benar-benar menggelitik naluri Mo. Dan hilangnya Colonel dan Ms. Lana paska kematian Mr. Jesse tidak memberinya pilihan selain turun tangan di kasus Mr. Jesse! my thoughts Mungkin tanggapan akhir saya terhadap novel ini tak berpanjang kata. Tidak seperti novel-novel Newbery lainnya, saya tidak begitu menyukainya. Karakter Mo, terlalu pintar hingga kata-kata yang digunakannya untuk berbicara, terdengar (terasa) tak wajar. Belum lagi, Mo juga terlalu banyak berbicara (hingga kadang mulut besarnya membahayakan dirinya). Dengan setting Amerika Selatan, buku ini juga memhadirkan dialog-dialog berlogat southern; penggunaan ain’t di mana-mana, dst. Mestinya kepintaran Mo ini (beserta naluri detektifnya) menjadi daya tariknya sebagai tokoh utama. Namun hal itu tidak berlaku demikian bagi saya, karena pada akhirnya saya lebih menyukai tokoh pendukung seperti Dale (meskipun ia agak lemah –karena tidak berani melawan kekerasan ayahnya) dan Lavender (kakak Dale yang usia mereka berjarak 7 tahun, yang disukai Mo). Still, untuk yang menyukai novel Newbery, buku ini recommendable. Karena cerita misteri/detektif yang ditawarkan penulis, cukup menarik.

We can’t change the past, Soldier. We can only be grateful for the life of a new day, and move on.

3 hearts

Review ini diikutsertakan dalam:

newbery project

Originally hosted by Books To Share

2 thoughts on “#104 Three Times Lucky

  1. Pingback: [Monthly Recap] January ’14 | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: NARC End of Year Wrap Up Post | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s