#96 Boy21

Boy21 | Matthew Quick | ebook, 178 pages | Published March 5th, 2012 by Little , Brown Books For Young Readers | Literary Award: Los Angeles Times Book Prize Nominee (2012), YALSA Best Fiction for Young Adults (Top Ten) (2013), Cybils: 2012 Finalist (2012) |

4-star-rating

Buku ini berkisah tentang Finley, seorang kulit putih yang hidup di distrik Bellmont yang ‘atmosfer’-nya ngga bagus (ada issue drug-dealer, irish mob, race intimidation, etc). Finley adalah satu-satunya kulit putih di tim basket SMAnya. Dua bulan sebelum dimulainya basketball season, Russ Allens masuk ke dalam kehidupan Finley. Russ datang sebagai ‘beban’ dan membawa ‘kegilaan’nya di mana ia meyakini bahwa dirinya adalah makhluk luar angkasa yang sedang dalam penyamaran sehingga ia hanya ingin dipanggil Boy21. Sebenarnya Russ adalah bibit atlet basket, namun sejak kehilangan orangtuanya akibat kecelakaan tragis, Russ memilih cangkang outerspace untuk melindungi. Dua bulan sebelum basketball season, Finley harus terus berlatih dan baby-sitting Boy21 di saat yang bersamaan.

Tujuan sebenarnya Coach Wilkin meminta Finley mendampingi Boy21 adalah agar Boy21 kembali kepada basket dan kembali kepada identitasnya sebagai Russ Allens. Tapi bagaimana bila sepanjang Boy21 menjadi ekornya, tak banyak kemajuan dan ia tetap maniak terhadap outerspace things? Hingga suatu reverse moment terjadi, saat akhirnya Boy21 kembali menyentuh bola basket, Finley malah harus merelakan posisinya di tim basket dan kehilangan Erin (pacar dan sahabat terbaiknya) di saat yang bersamaan. Is it really a rise for Boy21 and a downfall for Finley?

~~~

Matthew Quick terkenal dengan novel The Silver Linings Playbook dan movie adaptationnya yang menyabet banyak nominasi Oscar. Dan memang karena hal itu, karena saya sudah membaca dan menonton The Silver Linings Playbook, akhirnya memutuskan untuk membaca novel ini. Selain karena saat itu saya sedang mencari novel bertema sports. And how its turned out? Well, this another work of him is good enough i gave it 4 star. In fact, i really like this one and in some (heart-warming) parts i shed my tears.

Kekuatannya ada pada inter-racial friendship yakni pertemanan antara Finley dan Russ. Mudah bagi Russ untuk berteman dan menyukai Finley karena karakter Finley yang ngga banyak omong dan tenang. Tapi sebaliknya, Finley mulanya tak benar-benar menikmati arrangement dari Coach Wilkin dan Russ yang terus mengekor padanya. Malah, untuk beberapa alasan, kebersamaannya dengan Erin jadi berkurang. However, everything happens for a reason. Well, Russ bagi Finley dan Finley bagi Russ adalah healing. They turned out fixing each other.

Finley dikenal sangat irit bicara. Benar-benar irit bicara. Hal itu merupakan sebuah ‘akibat’ masa lalu. Nanti, di akhir cerita, Matthew Quick akan menceritakannya. Yang jelas, karakter Finley sebenarnya adalah karakter yang malang. For real. Keluarganya, bisa dibilang miskin. Ia terintimidasi di tim basketnya karena ia adalah seorang kulit putih. Belum lagi ia hidup di lingkungan yang keras… dan tanpa sosok seorang ibu. Teman terbaiknya, yang akhirnya menjadi kekasihnya, hanyalah Erin. Finley sadar akan kemalangannya dan yakin bahwa ia setidaknya harus keluar dari kota kecil tempat tinggalnya itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Itulah janjinya bersama Erin, untuk suatu saat berdua dengan Erin keluar dari ‘penjara’ bernama Bellmont .

Tapi untuk berlari dari ‘takdir’ adalah sesuatu yang tidak mudah bagi Finley. Mimpinya akan basket perlu ‘tergelincir’, dan bahkan hal itu pun masih belum cukup. Sigh.

Russ: β€œSomeday an opportunity will come. Think about Harry Potter. His life is terrible, but then a letter arrives, he gets on a train, and everything is different for him afterward. Better. Magical.”

Finley: “That’s just a story.”

Russ: “So are we- we’re stories too.”

Matthew Quick masih menulis dengan bagus, meski kali ini Boy21 bergenre young-adult -berbeda dari The Silver Linings Playbook yang bergenre adult. There’s still mental health issue, a little. The execution done nicely, still. This novel doesn’t forces the thinking too much and it’s just good in a simple way.

As a wrap, for recommendation, it’s a quick read with tough issue but still succeded in bringing warm feeling. If you have a spare time, please give it a tryπŸ™‚

2 thoughts on “#96 Boy21

  1. Pingback: Telling Tuesday (12/17) | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s