Bookish Top Ten: Tear-jerker Books

Holla!

Tear-jerker itu bisa diartikan ‘penguras airmata’. Well, ada dong buku-buku yang punya efek sedemikian sehingga natural aja gitu ngebikin kita nangis saat membacanya. Nah, di bulan Desember ini, temanya adalah daftar 10 buku ‘penguras airmata’ terbaik versi blogger peserta Bookish Top Ten yang dihost mb Yuska.

Berikut adalah list tear-jerker books versi saya. (List ini berdasarkan bacaan tahun 2013. Urutan terdahulu s.d yang baru-baru ini selesai dibaca).

Wonder by R. J. Palacio. Pas awal-awal buku terjemahannya udah keluar, saya ngga langsung berani baca. Udah mengantisipasi review yang bilang kalo buku ini bagus. Well, memang. Siapa yang tahan untuk ngga nangis membaca kisahnya Augie?? Saya bahkan sampai re-read. Kalian bisa baca review saya di sini. Oia, Wonder adalah high-light row pertama.

If I Stay by Gayle Forman. Saya inget banget buku ini bikin saya nangis (dan malu). Soalnya saya baca buku ini di perpus, dan kisahnya Mia Hall bikin saya sesunggukan di perpus!

Between Shades of Gray by Ruta Sepetys. Buku ini adalah hisfic yang berlatar perang dunia kedua. Bacaan dengan setting perang memang seringnya begitu kan, bikin ngilu hati. Lebih dari itu, bagian akhir dari buku ini bikin saya mbrebes mili. Reviewnya di sini.

Me Before You by Jojo Moyes. I can relate myself to Lou and having it too much. I feel her. And more than that, yang bikin mbrebes mili itu sebenarnya adalah karakter Will Traynor. Sumpah ini saya susah move-on ke book-boyfriend lain sejak saya kenal Will. Reviewnya di sini.

Honeymoon in Paris by Jojo Moyes. Pas baca buku ini, level hopeless romantic saya sedang tinggi. Jadinya saya nge-feel sama kegalauan dan konflik yang dialami dua karakter utamanya. Jadinya ya saya ikutan nangis. Review saya bisa dilihat di sini.

And The Mountains Echoed by Khaled Khosseini. Dasar story-teller! Khaled Khosseini sekali lagi berhasil memberikan kisah yang bikin ngilu hati. Dari buku ini, yang bikin saya nangis itu karena saya nge-feel banget sama posisi Pari junior yang ada di bagian terakhir buku. Sayangnya, saya belum bikin review-nya karena saya sedang baca (lagi) yang edisi terjemahan.

The One and Only Ivan by Katherine Applegate. Buku ini fabel. Dan susah banget rasanya untuk ngga jatuh cinta sama Ivan. Saya nangis sesunggukan hampir sepanjang buku. Review saya di sini. The one and only Ivan = high-light row kedua

The Book ThiefΒ  by Markus Zusak. Buku ini buku bagus yang disepakati hampir setiap pembaca buku. Kisahnya ‘sesuatu’ banget. Kalo buat saya, yang bikin nangis adalah saat saya ‘kehilangan’ Rudy Steiner. Well, Rudy saya masukin book-boyfriend (meski tetep, posisi Will Traynor & Park ngga tergoyahkan). Hehhe. Ups. Saya ngga bisa kasih link review karena saya belum buat ^^v.

Everybody Sees The Ants by A. S. King. Buku ini bertema bullying. Saya nangis karena bully yang dialami Lucky Linderman rasanya unbearable. Sigh. Review soon.

Three Wishes by Liane Moriarty. Ini buku yang paling baru saya selesaikan. Tentang triplet yang sebenarnya kisah mereka itu lucu, family drama gitu, tapi beberapa bagian bikin saya nyesek banget. Saya masih inget kalo buku ini un-put-down-able banget dan saya sesunggukan karena konflik yang dialami Catriona Kettle yang rasanya unbearable. Hiks. Review soon. Oia, Three Wishes = high-light di row ketiga.

So, kamu punya list buku-buku yang bikin kamu berurai airmata? Yuk, shareπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s