#92 Night Film

night film

Night Film | Marisha Pessl | ebook, 624 pages | Published August 20th, 2013 by Random House |

4-star-rating

On a damp October night, beautiful young Ashley Cordova is found dead in an abandoned warehouse in lower Manhattan. Though her death is ruled a suicide, veteran investigative journalist Scott McGrath suspects otherwise. As he probes the strange circumstances surrounding Ashley’s life and death, McGrath comes face-to-face with the legacy of her father: the legendary, reclusive cult-horror-film director Stanislas Cordova—a man who hasn’t been seen in public for more than thirty years.

For McGrath, another death connected to this seemingly cursed family dynasty seems more than just a coincidence. Though much has been written about Cordova’s dark and unsettling films, very little is known about the man himself. Driven by revenge, curiosity, and a need for the truth, McGrath, with the aid of two strangers, is drawn deeper and deeper into Cordova’s eerie, hypnotic world. The last time he got close to exposing the director, McGrath lost his marriage and his career. This time he might lose even more.

~~~

Prolog: Ashley Cordova, seperti hantu, muncul di hadapan Scott McGrath. Kunjungan ini, seminggu sebelum kematian Ashley Cordova. Saat itu, Ashley hanya muncul, seperti mengawasi Scoot lalu menghilang. Meninggalkan bayang-bayang surreal yang terlalu visual dan melekat.

Ada sesuatu yang dark sekaligus eksklusif tentang Cordova; seorang sutradara film misteri/thriller ternama. Film-filmnya selalu bisa menyedot ‘kewarasan’ setiap penontonnya. Tapi bagi penggemar misteri/thriller, mereka justru membuat fansclub bernama Cordovites -sama dark dan eksklusifnya. Cordova membuat kerajaannya sendiri dengan membangun The Peak. Lahan luas dengan rumah besar victorian di mana ia tinggal dan di situ juga Cordova membuat semua filmnya. Cordova tidak pernah mereveal tentang dirinya, kecuali sedikit saja lewat wawancara di Rolling Stones. Hanya itu. Tidak banyak yang tahu kehidupan seperti apa yang dijalani Cordova.

Dalam bekerja dan membuat film, Cordova memiliki seorang asisten bernama Inez Gallo (dipanggil Coyote). Asisten yang mengcover semua keperluan Cordova dan menjadi replika dirinya untuk urusan luar. Ashley, yang saya sebutkan muncul di prolog, adalah anak perempuan dari istri Cordova yang ketiga. Ashley adalah seorang jenius dalam musik dan instrumen klasik. Di usianya yang ke-24, Ashley meninggal bunuh diri. Sesuatu yang bisa dikatakan janggal karena buat apa seorang jenius yang memegang masa depannya dengan talenta yang dimilikinya memilih untuk mengakhiri hidup?

Scott merasa perlu menginvestigasi kematian Ashley, karena ia yakin kematian Ashley akan membawanya kepada Cordova. Selain itu, kemunculan Ashley di hadapan Scott yang misterius dianggapnya sebagai pesan dan Scott harus memecahkannya. Tapi mungkin, lebih dari itu semua investigasi ini adalah balas dendamnya kepada Cordova yang telah mengjungkirbalikkan karirnya.

Investigasi kematian Ashley dimaksudkan kerja solo oleh Scott, hanya saja di awal penulusuran kasus Ashley, Scott bertemu dengan Hopper dan Nora dan akhirnya mereka menjadi tim. Bertiga, mereka menulusuri kasus Ashley dengan menemui saksi mata yang bertemu dengan Ashley sebelum kematiannya dan menguak klu satu demi satu. Informasi tentang Ashley yang mereka dapatkan terlalu rumit. Dari informasi yang mereka dapatkan, Ashley memiliki kepribadian yang ambigu. Ashley normal dan Ashley yang menekuni dunia hitam. Belum lagi, saksi mata yang pernah berada di lingkar pertama Cordova memberikan kesaksian yang sama sekali berbeda tentang apa yang mereka alami.

Enam ratus sekian halaman termasuk file-file pemberitaan yang menjadi dokumentasi pendukung cerita. Akan sejauh apa penulusuran Scott, Hopper dan Nora tentang Cordova the myth the untouchable but a mortal man?

~~~

Right pick! I knew it since i choose this book over Ka Astrid’s review. The thickness of this book was intimidating but later i found them page-turning. How can someone like Cordova exist? I wonder.

Misteri atau kasus pembunuhan, biasanya terpecahkan dengan logika (sejauh yang saya tahu di drama-drama detektif). Tapi buku ini bercerita tentang Cordova yang sosoknya terlalu amazing tapi juga terlalu dark. Yes, Pessl gives us another option: witchcraft, myth and involve a-deal-with-Satan issue.

Just when McGrath near to a conclusion that Cordova involved in black magic and Ashley has a devil’s curse for once she’s sold to Satan, Inez Gallo come with another option: a more human story behind Cordova’s life and seems logic to be accepted.

Ugh. which one is true?

Saya sempet gemes banget pas nyampe di bagian Coyote (atau Inez Gallo) mengambil anti klimaks ceritanya. Soalnya saya hampir-hampir setuju aja gitu. Let Ashley has her story less dark than we expected then i’d tell McGrath to move on, i thought. But Pessl wont let us end up there, she has another surprise waiting.

Well, well, excellent job Pessl ^^d. Really. With the fact that i rarely choose mystery/thriller, i can assure you that this book is very good. Thrilling, check. Dark, check. Red with blood, check. Myth, check. Insane, check. What else do you need?

magical on one side, scientific on the other, a dark pulsing myth and an acceptable reality

Its a story within a story within a story. Eh, too much layer? Just try this one and judge it later. I hope you enjoy it🙂

Postingan ini diikutsertakan Baca Bareng BBI November 2013; buku dengan genre misteri/thriller.

4 thoughts on “#92 Night Film

  1. yeaaaay glad you like this book too ziyy🙂 Sosok cordova itu kayaknya gambaran sutradara2 gila semacam stanley kubrick atau tarantino gitu😀 aku sampe kepingin nonton film2nya cordova beneran, padahal kan ga ada ya hahaha

    Like

  2. Pingback: [Monthly Recap] November | Faraziyya's Bookshelf

  3. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s