#87 Number The Stars

Number The Stars | Lois Lowry, Narrated by Blair Brown | Audiobook, 2 hours 44 minutes | Unabridged | Literary Awards: Newbery Medal (1990), Rebecca Caudill Young Reader’s Book Award (1992), Charlotte Award (1992), Dorothy Canfield Fisher Children’s Book Award (1991), Charlie May Simon Children’s Book Award (1991) |

4-star-rating

As the German troops begin their campaign to “relocate” all the Jews of Denmark, Annemarie Johansen’s family takes in Annemarie’s best friend, Ellen Rosen, and conceals her as part of the family.

Through the eyes of ten-year-old Annemarie, we watch as the Danish Resistance smuggles almost the entire Jewish population of Denmark, nearly seven thousand people, across the sea to Sweden. The heroism of an entire nation reminds us that there was pride and human decency in the world even during a time of terror and war. (goodreads)

~

Lois Lowry bercerita lewat sudut pandang Annemarie Johansen, gadis berusia 10 tahun yang tinggal saat Coppenhagen diduduki prajurit Jerman saat Perang Dunia kedua berlangsung. Ia bersahabat baik dengan Ellen Rosen, seorang Yahudi. Seperti kita tahu, dan mungkin identik dengan Perang Dunia dan kekuasaan Nazi, adalah tragedi Holocaust. Di lingkungan Annemarie dan Ellen tinggal, mereka mengistilahkannya dengan ‘relokasi’ orang-orang Yahudi. Ellen terancam, beruntung ada seorang prajurit Jerman yang membocorkan rencana relokasi hingga kemungkinan terburuk bisa diantisipasi.

Annemarie, dengan kepolosan dan keingintahuan yang identik pada anak seusianya, akhirnya mengerti bahwa ia harus bekerja sama dengan kedua orangtuanya untuk membantu keluarga Rosen. Sebisa Annemarie ia menyembunyikan identitas Ellen sekaligus membersamainya. Di saat yang bersamaan, konsekuensi menyembunyikan orang Yahudi dari prajurit Jerman sangatlah membahayakan dirinya sendiri. Tapi lewat itu semua, Annemarie belajar tentang keberanian. Lagipula, selama ini ia mengidolakan Raja Denmark yang down to earth dan bijaksana. Selain itu, ia dikelilingi orang dewasa yang mengandalkannya. Annemarie adalah gadis pemberani. Meski ia tidak yakin seberapa besar keberanian yang ia miliki.

~

Number The Stars adalah buku ke-5 dengan setting waktu Perang Dunia II dan buku ke-4 tentang Nazi dan Holocaust yang saya baca tahun ini. Mulai bosen sebenarnya dengan holocaust, tapi saya tetap antusias dengan tema perang. Dan ternyata, lebih dari kisah Annemarie yang membantu menyembunyikan dan membantu Ellen kabur dari prajurit Jerman, Lowry memberikan kisah perjuangan orang-orang Danish untuk negara mereka.

Yang belum saya sebutkan adalah keberadaan Peter, tunangan kakak Annemarie yang telah meninggal. Peter yang telah Annemarie anggap sebagai kakak kandungnya. Peter, tak hanya pemuda yang baik dan ceria, ia adalah pejuang pemberontakan Danish Resistance. Pemuda yang dewasa dengan memperjuangkan kemerdekaan negara kecil tempatnya tinggal. Membaca Peter seperti membaca tokoh pemuda pejuang kemerdekaan Indonesia. Lois Lowry sendiri bilang, di catatan akhir dari buku ini, bahwa tokoh Peter terinpirasi dari kisah nyata pejuang Danish yang bernama Kim Malthe-Bruun. Berikut pesan terakhir Kim yang membuat Lowry tergerak dan merasa perlu menciptakan karakter Peter untuk melanjutkan pesan Kim.

..and i want you all to remember-that you must not dream yourselves back to the times before war, but the dream for you all, young and old, must be to create an ideal of human decency, and not a narrow minded and prejudiced one. That is the great gift our country hungers for, something every little peasant boy can look forward to, and with pleasure feel he is a part of -something he can work and fight for.

Surely that gift -the gift of a world of human decency- is the one that all countries hunger for still. I hope that this story of Denmark, and its people, will remind us all that such a world is possible.

Hal lain yang saya suka dari buku ini, adalah tentang Annemarie belajar dan tahu caranya untuk berani. Dengan tokoh anak berusia 10 tahun, kita tahu bahwa mereka lekat dengan rasa ingin tahu. Ada satu scene dimana Annemarie menangkap bahwa Ibu dan Pamannya telah berbohong kepadanya. Annemarie marah telah dibohongi. Pamannya tidak bermaksud melukai dengan kebohongan yang ia buat, tapi kebohongan tersebut masuk dalam rencana mereka melarikan orang-orang Yahudi saat itu ke Swedia. Lalu Paman Henrick membalas pertanyaan Annemarie dengan cara seperti ini:

Uncle Henrick: “How brave are you, little Annemarie?”

Annemarie: “Not very,”

Uncle Henrick: “I think that is not true. I think you are like your mama, and like your papa, and like me. Frightened, but determined, and if the time came to be brave, I am quite sure you would be very, very brave.

But, it is much easier to be brave if you do not know everything. And so your mama does not know everything. Neither do i. We know only what we need to know.

Do you understand what i’m saying?”

Ya, yang mestinya kita tahu adalah tidak semua hal perlu kita ketahui. Karena bisa jadi, dengan pengetahuan yang terbatas, kita justru memiliki lebih sedikit keraguan dan lebih banyak antusiasme atau bahkan keberanian. Karena kadang tahu segalanya itu membebani. Dan kadang, karena pengetahuan akan datang kepada kita tepat pada waktunya, tepat saat kita siap mengetahuinya.

This book tells subtle thing in it simple way, but it hit. Buku ini singkat dan terasa lebih sederhana dari buku-buku pemenang Newbery yang sudah saya baca, tapi akhirnya saya pun mengakui buku ini pantas untuk Newbery Medal.

3 thoughts on “#87 Number The Stars

  1. Pingback: Telling Tuesday (11/19) | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: [Monthly Recap] November | Faraziyya's Bookshelf

  3. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s