#84 Cut Nyak Din: Kisah Ratu Perang Aceh

Cut Nyak Din: Kisah Ratu Perang Aceh | Madelon H. Szekely Lulofs | 256 Halaman, Juli 2010 | Penerbit Komunitas Bambu |

4-star-rating

Kebetulan saya sudah meminjam buku ini, kebetulan  buku ini belum kunjung selesai saya baca, kebetulan hari ini 10 November yang adalah hari pahlawan, dan pasti kita semua sudah tahu bahwa Cut Nyak Din termasuk pahlawan Indonesia. Jadi saya mengambil momen di hari ini untuk maraton menyelesaikan semi-biografi tentang Cut Nyak Din ini.

Apa saja yang saya dapat?

Mungkin secara garis umum, tentang Cut Nyak Din bisa kalian baca lewat bantuan wikipedia di sini. Tapi Lulofs mencoba menceritakan Cut Nyak Din hingga sosoknya lebih dekat. Setidaknya itu yang saya rasakan, bahwa pertama-tama berkat buku ini saya tidak hanya tahu bahwa ada seorang pahlawan perempuan luar biasa yang berasal dari Aceh yang bernama Cut Nyak Din. Lebih dari itu, lewat buku ini saya mengetahui nasab Cut Nyak Din; tentang keteguhannya untuk memerangi Belanda; banyaknya perang yang ia lewati dan yang rakyat Aceh rasakan; tentang sosoknya sebagai Istri yang pernah menjadi pendamping dua pahlawan Aceh, tentang ia membersamai mereka dan menjadi kekuatan hingga kharismanya yang harum hingga kini.

Di bagian pertama, Lulofs mengajak pembaca jatuh ke seratus tahun sebelum lahirnya Cut Nyak Din dan menceritakan sosok Machudun Sati, buyutnya. Bahwa Cut Nyak Din (dan Teuku Umar) sebagai keturunan Machudun Sati, kita dapat melihat bahwa keberanian memang telah menjadi darahnya.  Lebih dekat lagi, keberanian Cut Nyak Din dan ketegarannya untuk berjuang di jalan Allah sesungguhnya berasal dari ayahnya; Teuku Nanta Setia. Yang telah menjadi barisan terdepan perjuangan di awal kedatangan Belanda ke negeri Aceh.

Kemudian berlanjut ke Cut Nyak Din yang menikahi keturunan bangsawan; Teuku Ibrahim Lamnga. Mendampingi Teuku Ibrahim, Cut Nyak Din menjadi tempat berbagi dan berdiskusi dalam memikirkan rakyat dan ancaman yang saat itu terus berdatangan kepada rakyat Aceh. Bagi Cut Nyak Din, Teuku Ibrahim adalah sosok pemimpin pemberani yang gaya berperangnya ofensif. Yang selalu yakin bahwa Allah membersamai perjuangan rakyat Aceh. Dan menurut cerita Lulofs di sini, Teuku Ibrahim sedemikian berkharisma ia diberi gelar Teuku Syeh dan menjadi pemimpin kaum. Saat mulai bergerilya memerangi Belanda, Teuku Ibrahim menjemput syahid. Cut Nyak Din menderita kesedihan yang amat karena sosok Teuku Ibrahim tak terganti.

Bagian berikutnya, Lulofs menceritakan kehidupan rumah tangga yang kedua kali dibentuk Cut Nyak Din, ia dipersunting Teuku Umar yang masih saudara sepupunya. Saat itu, Teuku Umar tidak masyhur sepak terjangnya melawan penjajah. Tapi Teuku Umar meyakinkan Cut Nyak Din bahwa ia juga akan memperjuangkan Aceh dengan nama Allah. Meski karakter berperangnya sangat berbeda dengan Teuku Ibrahim yang ofensif, Teuku Umar berusaha menggunakan strategi. Strategi tersebut adalah dengan berpura-pura bersekutu dengan Belanda. Butuh tiga tahun lamanya kedok bersekutu dengan Belanda dilakoni Teuku Umar dan selanjutnya kita tahu bahwa Teuku Umar memimpin pasukan besar memerangi Belanda. Meski dalam perang tersebut pula ia menjemput syahidnya. Dan Cut Nyak Din, kembali ditinggalkan suaminya.

Namun benarlah bila lewat buku ini Lulofs menggelari Cut Nyak Din sebagai Ratu Perang Aceh karena bahkan tanpa suaminya, pada dasarnya Cut Nyak Din sendiri adalah pejuang. Usianya habis dengan menyaksikan dan merasakan perjuangan melawan penjajah. Sepeninggal Teuku Umar, Cut Nyak Din terus melawan penjajahan Belanda dengan bergerilya.

Getir, di akhir usianya ia diasingkan dari negeri Aceh yang selalu ia bela dan meninggal di pengasingannya di Sumedang.

Sampai bagian terakhir ini, saya nyesek.

Tapi lebih dari itu, berkat tambahan wawasan tentang Cut Nyak Din yang memang negeri asalnya; Aceh -adalah idaman saya, saya bersyukur karena merasa cukup tahu ketangguhan Cut Nyak Din dan bahwa gelar kepahlawanan untuknya sungguh sebuah kepantasan yang bisa disematkan oleh rakyat Indonesia kepadanya.

One thought on “#84 Cut Nyak Din: Kisah Ratu Perang Aceh

  1. Pingback: [Monthly Recap] November | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s