#80 Gathering Blue (The Giver Quartet #2)

Gathering Blue | Lois Lowry | 140 pages. ebook version| first published in 2000 by Houghton Mifflin Books for Young Readers | Literary awards: Massachusetts Book Award Nominee for Young Adult Literature (2001), Rebecca Caudill Young Reader’s Book Award Nominee (2003) |4-star-rating

It is a society ruled by savagery and deceit and that shuns and discards the weak. Left orphaned and physically flawed, young Kira faces a frightening, uncertain future. Blessed with an almost magical talent that keeps her alive, she struggles with ever broadening responsibilities in her quest for truth, discovering things that will change her life forever.

Buku kedua dari The Giver Quartet ini mengambil setting waktu yang sama dengan buku pertama, yes, future time. But it takes place that far faraway from the place that Jonas used to live in the first book. This place is more primitive, like the language they use is old (i found it odd and hard to understand) and their behaviour are primitive-like. The rotten thing about this place/society is that weak people should be discarded from the society. Its the rule. Its how the society work. If the mighty people in the first book called the Comitte of Elder, here you’ll find them as the Council of Guardian.

Kira adalah anak yang lahir cacat pada kakinya, harusnya sejak ia kecil ia dibuang ke sebuah tempat yang diberi nama Field. Beruntung kakek Kira adalah salah seorang Council of Guardian hingga Kira tetap bisa hidup dan bertumbuh. Tapi di saat Kira kini tengah tumbuh sebagai remaja, Ibunya (satu-satunya yang tertinggal yang menjadi pelindungnya) meninggal karena sakit. Sesuai aturan di sana, Kira hendak disingkirkan oleh tetangga yang iri dan merasa Kira tidak lagi berguna. Tapi sekali lagi Kira terselamatkan. Karena bakatnya menenun dan membuat pakaian.

Demi membayar keselamatannya, Kira mesti hidup tempat yang baru (dekat Edifice) di mana ia harus memperbaiki pakaian formal The Singer (di novel ini The Singer adalah seseorang yang akan menyanyikan nyanyian panjang yang sebenarnya adalah sejarah manusia sebelum masa mereka) yang dipersiapkan khusus untuk perayaan Gathering. Di tempat barunya, ternyata tak hanya ia seorang yang spesial dan bekerja di bawah pengawasan dan kehendak the Council of Guardian. Ada Thomas, the Carver. Dan Jo (a tyke), the new Singer.

Lambat laun Kira mengalami kejanggalan-kejanggalan dan mengumpulkan fakta-fakta yang mengagetkan tentang society tempat mereka tinggal. Dibantu Matt, bocah laki-laki yang sudah lama ia kenal, Kira mendapatkan ‘warna biru’. Warna yang tidak ia dapati di komunitasnya, warna yang tidak bisa dibuatnya karena hanya bisa didapatkan dari tempat lain. Warna biru yang akan ia gunakan tidak hanya untuk menenun tapi menciptakan masa depan yang baru untuk society di mana ia tinggal. Masa depan yang akan lebih baik.

~

Buku kedua ini juga merupakan gambaran negeri distopia, bahkan latar waktunya sama dengan buku pertama. Hanya saja, perbedaan teritori negeri-negeri kecil distopia ini juga menjadi perbedaan bagaimana negeri-negeri kecil distopia ini ‘bekerja’.

Di buku pertama, kita menemukan Jonas hidup di tempat di mana orang-orang lebih memilih keseragaman untuk menghindari kesengsaraan. Komunitas Jonas memilih tidak memiliki memori tentang dunia sebelum mereka ada tapi menyadari bahwa mereka masih membutuhkannya hingga semua memori tersebut dibebankan hanya pada satu orang yakni The Receiver of Memory.

Untuk buku kedua, komunitas tempat Kira tinggal memilih sistem manusia primitif. Mempertegas seleksi alam dengan cara menghilangkan orang-orang lemah yang tidak bisa berdaya bagi komunitas. Berbeda dengan buku pertama, di komunitas Kira, memori dibebankan pada The Singer tapi untuk diceritakan secara luas lewat nyanyian panjang. Dan sejarah manusia ditenun ke sebuah pakaian formal (the robe).

Beberapa perbedaan lain yang saya temui, terdapat pada plotnya. Di mana untuk memperbaiki komunitasnya, Kira memilih tinggal karena ia memiliki misi untuk ‘menenun masa depan’ yang berbeda dan lebih baik. Sedangkan Jonas mesti meninggalkan komunitasnya agar memori-memori yang ia miliki berserak dan menimbulkan temporary chaos di komunitasnya untuk kemudian orangtua yang disebut Jonas sebagai The Giver melakukan misinya memperbaiki komunitas. Bila di buku pertama kita merasakan Jonas menghadapi takdirnya dalam kesendirian, lewat buku ini Kira justru memiliki kawan.

Well, will Kira meet Jonas? I guess they will, though its not in this book. Not yet. But in the end, there’re clues that pointed to Jonas. Ugh… i’m eager to see what next to happen.

Well, hope you guys enjoy the reviews. And guys, if you like dystopian books, please try to read The Giver Quartet. This dystopian series, i might called it as the pioneer and Lois idea is fascinating.

2 thoughts on “#80 Gathering Blue (The Giver Quartet #2)

  1. Pingback: [Monthly Recap] November | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s