#78 Life Of Pi

Life Of Pi | Yann Martel | 319 pages, paperback | Published November 1st, 2012 by Conangate {first published 2001) | Literary Awards: Man Booker Prize (2002), Exclusive Books Boeke Prize (2003), Governor General’s Literary Awards / Prix littéraires du Gouverneur général Nominee for Fiction (2001), Asian/Pacific American Award for Literature, Abraham Lincoln Award Nominee (2005) Hugh MacLennan Prize (2001), Deutscher Bücherpreis for Belletristik (2004), CBC Canada Reads Nominee (2003) |

4-star-rating

An aspiring Canadian author interviews the Indian storyteller Pi Patel to hear the firsthand account of his adventures. Pi recounts his upbringing in French-occupied India, where his father owned a zoo. When Pi’s family business fails, they embark on a sea voyage to Canada to begin a new life. One night aboard their Japanese cargo ship in the middle of the ocean, a deadly storm hits and sinks nearly all that Pi holds dear. He survives in a lifeboat with several of their zoo animals, including a fearsome Bengal tiger. In a struggle to survive, Pi and the tiger forge an unexpected connection that gives him daily motivation to live. (summary link)

~

Mempersingkat review dan karena kepayahan saya dalam menghadirkan kembali sinopsis Life Of Pi, saya salin tempel plot summary seperti terlihat di atas. Well, singkat dan padat kan? Saya telat untuk baca novel ini, secara novel ini sudah hype di awal tahun 2000an. Lebih-lebih saya juga tidak termasuk yang menonton Life Of Pi di bioskop. Padahal buku ini confusing, astounding dan di saat yang bersamaan bikin ngantuk karena ceritanya panjang sekali, menurut saya.

Buku ini terbagi menjadi 3 bagian dengan total 99 chapter. Panjang kan? First to say, what i love the most is the first part. Saat Pi Patel menceritakan kembali kisah masa kecilnya. Ia yang hatinya always longing for searching something soothing, then found that religion is the way. But, somehow, we’ll find him amusing because childishly he believe and practice 3 religion: Hindu, Christian, and Islam. And the reason behind it, as he say, was ‘i just want to love God‘. Polos banget ~,~

Lebih dari cerita Pi yang religius seperti itu, saya menemukan ceritanya tentang psikologi binatang adalah bagian yang paling menarik. He knows almost everything about animal, well its true that his major is zoology but i found that he has the ability to see beyond.

Bagian kedua adalah kisah Pi yang mengambil setting di Samudera Pasifik dan mengambil porsi halaman buku terbanyak, dan ya, membuat bagian ini potentially boring. But, bagian ini vital. Bagian ini adalah bagian di mana detil dan proses bertahan hidup yang dilakukan Pi berjalan sangat lambat, tapi menjadi bagian yang membuat rekaan Yann Martel terjalin rapi.

Bagian ini akan memperlihatkan lakon bertahan hidup yang kalau kita baca rasanya getir sekali, tapi bukankah selalu ada kemungkinan terburuk dalam kehidupan? Bagi Pi, kemungkinan terburuk (dan menjadi kenyataan) adalah terdampar di samudera Pasifik bersisian dengan ancaman (sekaligus alasannya untuk hidup) berupa seekor macan bernama Richard Parker.

Sedangkan bagian terakhir adalah bagian saat Pi terselamatkan oleh penduduk pesisir Mexico dan dalam penyembuhannya Pi diwawancarai dua orang petugas maritim Jepang yang sedang mengidentifikasi penyebab tenggelamnya kapal Tsimtsum. Kedua orang yang mewawancarai Pi tak bisa percaya kisah Pi yang bertahan hidup di Samudera Pasifik bersama seekor macan. Untuk itu, Pi menghadirkan kisah lain. Kisah yang menurutku, bila kisah itu adalah kisah yang sebenarnya, adalah kisah yang jauh lebih buruk, dan unhuman dibandingkan dengan kisah Pi bersama Richard Parker.

In the end, saya setuju pada sebuah review yang menyebut bahwa ketiga bagian dari  buku berakhir pada ‘believability’.

‘Which story do you prefer? Which is the better story, the story with animals or the story without animals?’

That line is the most part that make me stunned, bewildered me. Karena setelahnya saya jadi berpikir macam-macam, memikirkan kemungkinan-kemungkinan terkait ‘the story without animals’. Sigh.

But thats it. In the end, too, the author offer the reader to use their own believability measurement which is subjective. Thats one point that make this novel man booker prize worth. Speak about the criteria of man booker prize winner, they say in man booker prize site that the novel must be ‘the best novel in the opinion of the judges’. Well, for my opinion the point is that the idea of castaway that took the longest time so far is new to us. The idea that someone can survive the castaway along with the beast such as a Royal Bengal TIger too, i guess its new (exclude Noah’s Ark). The fact about Pi that practice many religion is rare too, and its interesting. Above all that, the writing is so well and neat that i’d like to re-read the part one of the book because i found that this part told me so much about animal. I love it because i envy Pi and because i have an idea of a character as a vet still on my mind and i guess this book could help a lot. Hehhee.

Diposting sekaligus dalam rangka Posting Bareng BBI Bulan Oktober dengan tema Man Booker Prize’s Books.

7 thoughts on “#78 Life Of Pi

  1. lucu2 mengharukan dialog ketika Richard Parker sekarat dan Pi seakan denger bahasa kalbunya hehehe…

    jadi inget ada momen twist pula saat tahu pulau yang bisa makan makhluk hidup… ndak nebak bakal begituan ~_~a (walaupun sih ya tentu cerita masih panjang, dari bagian itu aja masih ada sekian halaman lagi, belum jadi ending hehehe)

    Like

    • naah, aku setelah habis baca novelnya langsung download en nonton film adaptasinya.
      so far penyesuaiannya menurutku ngga terlalu keluar jauh dari cerita yang ada di novel. good movie though.

      Like

  2. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s