#76 My Sister Lives on The Mantelpiece

My Sister Lives On The Mantelpiece | Annabel Pitcher | 162 pages, ebook version | 2011 | Orion Children’s Book | Literary Awards: Branford Boase Award (2012), Grampian Children’s Book Award Nominee (2013) |

4-star-rating

James Aaron Matthews memiliki dua kakak perempuan, kebetulan kembar, bernama Rose & Jasmine. Sayangnya, Rose telah tiada. Rose menjadi satu-satunya korban anak-anak pada pengeboman di beberapa taman kota London yang serempak terjadi di tanggal 9 September 2001 yang dilakukan teroris (dan disinyalir Muslim). Tubuh Rose hancur menjadi kepingan dan yang tersisa darinya, dikremasi. From then on, Rose (baca: abu Rose) tinggal di sebuah urn (maaf, saya ngga nemu padanan kata yang pas) di atas rak perapian di ruang keluarga. Its the point of the title: My Sister Lives on The Mantelpiece.

Telah 5 tahun berlalu namun tragedi yang membuat Rose tiada masih menjadi trauma bagi Ayah Jamie. Ia menjadi pemabuk dan benci (lebih dari skeptis) terhadap Muslim. Keluarga Matthews pun berantakan paska kematian Rose. Ibu Jamie bahkan meninggalkan Jamie dan Jas untuk hidup bersama laki-laki lain. Tak hanya itu, Jas (panggilan untuk Jasmine) memilih membebaskan diri dengan mencat rambutnya menjadi Pink dan mulai menampakkan pemberontakan sindrom pubertasnya.

Setelah berpisah dengan Ibu Jamie, sang Ayah mengajak Jamie dan Jas pindah jauh dari London. Di sekolah barunya, Jamie justru duduk berdampingan dengan seorang gadis Muslim bernama Sunya. Later, Sunya justru menjadi temannya bermain dan mereka saling membela kala Daniel berupaya membully mereka. Lebih dari itu, Jamie merasa kehadiran Sunya membuat ‘sparkle’ harinya. Yes, he fell for her. But then, Jamie galau. Sampai kapan ia menyembunyikan kenyataan bahwa ia berteman dengan Sunya (Muslim) dari ayahnya yang sangat membenci Muslim? Lalu, sampai kapan sang Ayah tenggelam dalam denial atas kematian Rose?

~

‘I don’t cover up my hair because it is bad I cover it up because it is good Mum saves her hair for Dad. No other man can see it. It makes it more special.’

-Sunya.

Ini kali pertama saya menemukan karakter yang Muslim di novel literatur barat. Dan, di novel tersebut ada reverse image, mulanya stereotip teroris tapi kemudian Jamie, yang menyaksikan sendiri sosok Muslim lewat Sunya justru mendapati Sunya menjadi bagian Muslim yang berasal dan keluarga intelek dan sangat baik terhadapnya. Well, what you see (or experience) always get you better than from what you hear. Plusnya lagi, tidak saya temukan kejanggalan dalam pendeskripsian Sunya dan keluarganya yang bertentangan dengan bagaimana seharusnya Muslim yang saya tahu.

‘When all the hurt goes away.. Then they’ll love us for us without thinking about Rose and Mum’ll come home and it’ll all be okay.’

-Jasmine

Dalam novel ini, kita tidak hanya akan menyaksikan Jamie belajar menerima perbedaan tapi juga tentang bagaimana Jamie dalam keluarganya. Saya sempat sebutkan di atas bahwa Jamie mengalami dilema, karena ia ingin berbakti dan menghormati Ayahnya yang membenci muslim tapi di sisi lain dia tidak bisa menyangkal bahwa apa yang diyakini ayahnya adalah salah. Selanjutnya, closure dilema tersebut berakhir dengan cara dan pandangan yang kekanakan. Well, he’s just a child🙂 Lalu hubungan Jamie dengan Jas. Sejak kematian Rose, di mana hubungan kekeluargaan mereka mulai teruji, lambat laun Jamie dan Jas merasakan bahwa mereka terabaikan karena kedua orangtua mereka justru larut dalam kesedihan akibat kehilangan Rose dengan cara yang tragis. Tapi hebatnya, Jas meyakinkan Jamie bahwa nantinya pasti kedua orangtua mereka akan menyadari bahwa Jas dan Jamie lah yang masih hidup yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih. I love the way both of them strengthen each other.

Dalam novel ini, kita akan melihat Jamie yang menceritakan ayahnya yang begitu desperate dan begitu kehilangan Rose. He’s just a child and he dont get it why his father feel the loss that much. But then, ada scene di bagian akhir novel di mana akhirnya Jamie mengerti rasanya kehilangan dan menerima alasan terpuruknya sang ayah yang kehilangan Rose. Scene tersebut juga yang menggiring titik balik bagi sang Ayah.

So, if i wrap my thoughts, the ending is the start for the Matthews, Things are getting better. And between Jamie and Sunya? Well, sweet and nice closure, its all i can say.

One thought on “#76 My Sister Lives on The Mantelpiece

  1. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s