[Book vs Movie] The Silver Linings Playbook

Pat Peoples, our main character in this novel, harus melewati 4 tahun di pusat rehabilitasi bagi pasien dengan gangguan mental di Baltimore. Undiagnosed bipolar disorder, tapi penyebab utama Pat diasingkan ke pusat rehabilitasi tersebut karena sebuah insiden di mana Pat ‘meledak’ dan membahayakan jiwa orang lain. Insiden yang sama yang membuatnya kehilangan Nikki, istri yang sangat dicintainya. Saya tidak bisa menyebutkan main reason tersebut karena di dalam novel ini urutannya main reason tersebut menjadi sesuatu yang crucial dan spoiler-risk. Tapi kalau kalian sudah melihat movie adaptationnya terlebih dahulu, main reason tersebut justru ditempatkan di awal cerita. Sejak pertama Pat konsultasi dengan dr. Patel.

Saking insiden main reason tersebut membuat Pat shock, alam bawah sadarnya membuat ia melupakan insiden main reason itu dan dalam benaknya, Nikki masihlah istrinya. Bahwa yang terjadi antara mereka, di mana Nikki tak lagi bersama Pat, hanyalah sebuah kondisi yang Pat istilahkan sebagai ‘apart time’. Dengan optimisme yang terinspirasi ‘silver linings’, Pat percaya bahwa yang sedang terjadi pada dirinya adalah perubahannya demi mewujudkan suami yang lebih baik untuk Nikki dan apart time di antara mereka hanya tinggal menunggu waktu.

Di sisi lain, dalam kehidupannya sekembalinya ia dari ‘the bad place’, muncul Tiffany. Seorang yang kondisinya sama dengan Pat, punya mental health issue sejak ditinggal mati kecelakaan oleh suaminya. Tiffany muncul dalam rutinitas Pat seenaknya, mengutarakan bahwa ia ingin berteman. Dr. Cliff Patel menyarankan Pat untuk menerima pertemanan Tiffany. Tapi ternyata tak hanya berteman, Pat dan Tiffany akan terlibat sebuah komitmen yang ujungnya menyangkut Nikki. There they go, komitmen tersebut akhirnya mengantarkan pada sebuah twist yang merupakan bagian yang engaging dari novel ini.

Movie Adaptation

Novel yang mengangkat tema mental health besutan Matthew Quick ini diangkat menjadi film layar lebar yang dirilis pada tahun 2012 dan dibintangi oleh Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence. First thing first, film adaptasi ini sangat berbeda dengan novelnya. Banyak suntingan dan improvisasi. Well, lets say it was for the sake of entertainment. Mulai dari rentang waktu rehabilitasi Pat yang memakan waktu 4 tahun disingkat menjadi 8 bulan; insiden main reason disajikan sejak awal film hingga pembentukan karakter baru yang jauh berbeda yang setidaknya terjadi pada ayah Pat dan Danny. Tapi memang cast-nya perfect, i mean visualisasi tokoh-tokoh dalam novel terasa pas. Dan akting Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence sebagai dua tokoh utama dengan gangguan mental, brilliant! So i got the point why this movie has many award achieved.

Book vs Movie

Secara buku, cerita Pat ini well-written. Literally. Plotnya not fast  but not too slow dan dibandingkan dengan filmnya, cerita Pat hingga closure itu panjang. Ga gampang untuk akhirnya Pat menerima kenyataan bahwa Nikki memiliki kehidupan baru yang tidak melibatkan dirinya didalamnya. Poin plusnya, yang juga saya nikmati dari novel ini, adalah saya bisa merasakan penulis menghayati POV sebuah tokoh dengan gangguan mental. Saya merasakan penulis bisa konsisten hingga saya tidak menemukan kejanggalan karakter Pat dalam novel. For me, the book was 4 out 5 star which means i really liked it.

Sedangkan film adaptasi novel The Silver Linings Playbook, enjoyable. Tapi saya ngga bisa menyangkal bahwa part insiden main reason dibalik gangguan mental Pat ditaruh di awal, sedikit membuat saya kecewa. Karena saya berharap banget dapet visualisasi dimana Pat kehilangan memori dan di akhir memori tersebut akan muncul sebagai closure. Lalu karakter Patrick Peoples, ayah Pat, yang dibuat menjadi sosok ayah yang care terhadap Pat di film juga membuat saya sedikit lebih kecewa. Oh well, cant people handle if Pat’s life was suck and even more suck with the father that cold and ignore him?

Other than that, the good thing is the cast was perfect. Aktor dan aktris yang menjadi jelmaan tokoh-tokoh dari novel The Silver Linings Playbook itu menurut saya pas banget. Melihat dari sisi adaptasi cerita, saya kasih 7 dari 10. Tapi dari segi cast dan akting, saya bisa kasih 9 dari 10.

Other thoughts

I’ve said it before that my intention in reading this book was to participate in #Read for mental health week on October 7th to 13th. But it took me a long time to finally finished it, and i’m sorry for that. For the event, i need to share my personal thought about mental health issue that brought by the novel. Well, there’s so many things i can learn from the book. Some of them, are:

That its not easy, being someone who has mental health issue. Because we appear abnormal and we might appear offensive though we didnt meant to. Because the mental issue can be destructive, to ourself and our surrounding. To other people, we are the danger. To someone related, we are embarassing. On top of that, in some way we realized it enough that we decided to heal and to get treatment but sometimes it just uncontrollable. Therefore, a will; hardwork; faith and patience are needs.

That Its not easy being a family or someone related  to people with mental health issue. Not only because they can be an embarassment but we need to be careful in treating them. Careful to not hurt or get hurt. On top of that is how we can learn and make ourself good enough and not belittle people with mental health issue. But through the hardship being near them, we can gain good perspective about life and people.

Closure

I like the piece, both the book and the movie adaptation. I recommended it to you, it could give you enlightment. Hope you’ll enjoy it like i did. Happy reading ^^

3 thoughts on “[Book vs Movie] The Silver Linings Playbook

  1. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s