#72 Me And Earl And The Dying Girl

Me and Earl and The Dying Girl
Jesse Andrews
ebook version, 207 pages
Published March 15h, 2012 by Amulet Books
Edition Language: English
Awards: YALSA Best Fiction for Young Adults (Top Ten) – 2013
4 out of 5 star

Let me introduce them:

Me, is Greg S Gaines, the narrator. Seseorang yang dengan sepenuh hati menjadikan kehidupannya di High School sebagai seorang yang terlihat berteman dengan semua grup sebagai tameng bahwa sebenarnya ia menghindari menjadi bagian dari  mereka semua. Seseorang yang berkepribadian gokil, funny -in a lot ways- and comes from unordinary family too. He claimed himself as a boy who has fungus on his head that become the most reason for his unnatural being.

Earl, full name: Earl Jackson, Greg’s partner in crime. Not really a friend of Earl because their relationship based on their partnership in filmmaking or anything related to film and game. They became comrade since kindergarten, since they acknowledged their same weird-being. Earl likes to curse, you’ll find it if you read the book. And his family, you’ll find them in a mess state. But, Earl was more human-being than Greg.

The dying girl, Rachel Kushner. A friend of Greg, they were together in hebrew school. Ever since Greg’s mother push Greg to befriend with Rachel because her dying state from leukimia, Greg’s life turn upside-down. But not in teary cancer-story like commonly you’ll find in some sick-lit fiction. It was far.. far from a sob kind of story.

My summary of their story *sorry if there’s repetition

Greg ini terlahir sebagai seorang yang unik, punya humor tinggi, dan aneh. His physical appeareance not as attractive as a hero we usually met in fiction. He has a funny life-story ever since his kindergarten karena Earl, yang sama anehnya, telah menjadi bagian dalam kehidupan Greg. Yakni saat Earl mengenalkan games N61 sementara saat itu games yang Greg ketahui hanyalah games edukatif. They became partner in crime, like i said it before. Tapi engga benar-benar berteman karena mereka ngga pernah terlihat bersama di sekolah, ngga berbagi kelas, pokoknya ngga jalan bareng lah kalo di sekolah.

Greg dan Earl ini, selain games, film adalah hal lain yang menyatukan mereka. Film yang mereka sepakati sebagai film yang bagus sama sekali bukan film yang orang-orang sebaya mereka sepakati sebagai film yang bagus. Dengan kata lain, selera mereka ini berbeda, ngga umum. Dimana coba bisa kita temukan dua anak usia 10tahun yang suka film the Wrath of God? Berkat kamera yang dimiliki ayah Greg, mereka memulai karir mereka sebagai filmmaker dengan mengcover film-film bagus yang telah mereka tonton. Telah banyak film yang mereka buat, i’ll mention their titles which is ridiculous too, like: ‘Earl, The Wrath of God II’, ‘Ran II’, ‘Apocalypse Later’, ‘Star Peaces’, ‘Hello, Good-Die’, ‘Cat-ablanca’, ‘The Manchurian Cat-idate’. You may find it as creative-side of them but actually not really like that. Hahha😄

Lalu Rachel muncul dalam kehidupan Greg, tepatnya bersamaan dengan saat ia memulai masa sebagai senior di highschoolnya. Sebenarnya Ibu Greg yang memasukkan Rachel secara paksa dan menjadikan ‘berteman dengan Rachel selama sisa hidup yang Rachel miliki’ sebagai agenda penting yang perlu Greg lakukan. And he did it. Sampai agenda menemani Rachel ini membuatnya ketinggalan pelajaran di sekolah. Sampai ia juga mengenalkan Earl pada Rachel. Sampai ia, well sebenarnya Earl yang membocorkan, memperlihatkan film buatan mereka pada Rachel padahal mereka bersumpah tidak akan memperlihatkan film mereka kepada orang lain. Sampai ia dan Earl akhirnya membuatkan film untuk Rachel sebagai hadiah sebelum Rachel meninggal.

Well, garis besarnya sih begitu. Meski sebenarnya kalian akan menemukan kisah mereka ini lucu bila membaca sendiri novelnya. Karena caranya Greg menarasikan kisahnya itu funny banget, bikin ketawa; senyam senyum; and definitely found that he is insane. Bikin geli lah pokoknya ceritanya Greg ini.

Poin plusnya, well karena Greg ini filmmaker, banyak part buku ini yang dibikin narasinya dengan Script Format. Membikin settingnya dan ekspresinya lebih visual plus laughable. Lalu satu karakter, the dying girl, sungguh jangan kira novel ini bakalan bikin sobbing. Kenapa? Soalnya Greg itu aneh dan his sense as human being-nya itu low banget. The state that Rachel is dying never really hit his sense. Kita yang membacanya jadi ikutan ngga sensitif sama kenyataan bahwa Rachel ini sekarat.

Lalu endingnya, setelah melalui aftermath (pasca kematian Rachel) yang lagi-lagi unpredictable and uncommon, itu keren. Soalnya endingnya ya ternyata buku ini –eh, saya spoiler😛

Hahhaha.

My last word, just try to read it. Especially for you who loves to read young-adult contemporary fiction. Make it as variation and you’ll enjoy it as much as you enjoy highschool life story when this is another version of how weird and funny a life of a senior highschool (Greg) could be.

Happy reading🙂

6 thoughts on “#72 Me And Earl And The Dying Girl

  1. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s