#70 Between Shades of Gray

Between Shades of Gray by Ruta Sepetys
Paperback, 338 pages
Published April 3rd, 2012 by Speak
4 out of 5 star

 

It’s 1941 and fifteen-year-old artist Lina Vilkas is on Stalin’s extermination list. Deported to a prison camp in Siberia, Lina fights for her life, fearless, risking everything to save her family. It’s a long and harrowing journey and it is only their incredible strength, love, and hope that pull Lina and her family through each day. But will love be enough to keep them alive?

This young adults historical fiction has gained many literary award. The List: Golden Kite Award for Fiction, Cybils Award Nominee for Young Adult Fiction (2011), William C. Morris YA Debut Award Nominee (2012), ALA Teens’ Top Ten Nominee (2012), Indies Choice Book Award for Young Adult (2012), Carnegie Medal in Literature Nominee, Kirkus Reviews Best Teen Books of the Year (2011), YALSA Best Fiction for Young Adults (Top Ten) (2012).

Judulnya boleh agak mengalihkan dan sesaat membuat teringat Fifty Shades of Grey. But for real, there was nothing related to that fenomenal-yet-debatable novel. Filosofi judul, kalo kata penulisnya, begini: We often categorize things in extremes, but things aren’t always balckor white. Sometimes the truth lies somewhere in the middle, between shades of Gray. Hal lain yang juga jadi alasan judul ini, adalah karakter yang nanti akan kita kenal dengan nama Nikolai Kretzky.

~

Novel ini menceritakan Lina, keluarganya, dan sebagian besar penduduk negara-negara Baltic yang dideportasi dari tanah lahir mereka tanpa alasan. Tersebutlah Iosif Vissarionovich Dzhugashvili, yang kita kenal sebagai Josef Stalin, sebagai man behind the gun atas genosida yang terjadi bersamaan dengan berlangsungnya Perang Dunia kedua ini.

We had war of our own ..

Lina, Jonas dan Elena (Ibu Lina & Jonas), diganyang secara paksa di malam 14 Juni 1941. Kostas, ayah Lina, tidak ada di rumah saat itu. Kemungkinan karena sudah ditangkap terlebih dahulu. Dan memang, anak-anak dan wanita dipisahkan dari laki-laki dewasa. Mereka di bawa dengan truk tanpa mereka tahu akan kemana dan sampai kapan. Lina yang terus ingin bertemu dengan Ayahnya, meski kenyataan saat itu mereka terpisah, terus berusaha meninggalkan jejak. Semata karena ayahnya berpesan bahwa ia harus memiliki courage dan yakin bahwa semua akan membaik. Dengan keahliannya melukis, ia berusaha menyisipkan pesan letak keberadaan Lina dan keluarganya dan berharap pesan-pesan itu sampai ke ayahnya agar mereka bisa berkumpul kembali  utuh.

Faces spoke to their future. I saw courage, anger, fear, and confusion. Others were hopeless. They had already given up. Which was i?

Dalam truk bertuliskan grup pencuri dan prostitusi, Lina dan keluarganya, bersama dengan tahanan Stalin lainnya berbagi ruang sempit sepanjang perjalanan. Berhari-hari menahan perlakuan tidak adil dan menyaksikan penderitaan yang terjadi. Kematian perlahan akibat kelaparan, penembakan bila sedikit saja membangkang, dan kelaparan. Pelecehan pun tak luput, bahkan Lina menjadi salah satu korbannya. Lalu, mereka dijual. Grup demi grup, tahanan berkurang, entah apa nasib mereka setelah mereka dijual. Grup dimana Lina dan keluarganya berada, adalah grup terakhir yang dijual ke pertanian buah bit. Di sana mereka dipekerjakan secara paksa demi mendapat rasio makanan yang tidak cukup mengganjal perut mereka yang lapar.

Deportasi ini, yang dialami sebagian besar penduduk Baltic, memakan waktu yang lama. Rentang yang begitu berat untuk dijalani, dan merenggut kewarasan mereka. Jangan kira perjalanan Lina dan keluarganya terhenti di lahan pertanian buah bit itu, karena nanti kita akan di bawa ke Siberia. Tempat terjadinya klimaks penderitaan tahanan-tahanan tak berdosa. Tempat di mana kita menyaksikan wajah-wajah mereka menjelma kelabu.

~

Novel ini saya re-read di bulan ini, mumpung temanya sama; historical fiction. Usai baca kali pertama, saya belum membuat review-nya, lebih karena novel ini bagus sekali sampai saya bingung bagaimana harus membuat review-nya. Nyesek dan rasanya getir banget ‘menyaksikan’ jalan hidup Lina di tahun-tahun terjadi Perang Kedua itu. Hati saya mencelos saya Lina bilang, “What was life asking of me?

The characters

Lina Vilkas, the heroine.

I wanted life. I wanted to survive.

Tokoh utama novel ini, Lina, gadis berusia 15tahun. Seorang artist, berkiblat kepada karya-karya Munch. Ia memiliki karakter keras kepala, agak self-centered dan punya mulut yang tajam. Ada jiwa pemberontak di dalam dirinya, yang bagi orang-orang di sekitarnya berpotensi membahayakan dirinya sendiri. Saya suka karakterisasi Lina yang dikerjakan oleh Ruta ini. Apalagi, ia bertumbuh menjadi tough girl dan keras kepala membuat ia yakin bahwa ia ingin hidup lebih lama dan melihat kehidupa di luar penderitaan yang dialaminya.

Elena Vilkas, the mother.

Sweet Elena. She was so dear, so good to everyone.

Seorang ibu yang benar-benar sangat bisa diandalkan. Loveable. Sosok yang kuat dan selalu berpikiran positif, demi anak-anaknya. Ibu yang keren banget. Tough tapi juga lembut. Karakter yang saya favoritkan dan sangat bisa jadi role model mother.

Jonas Vilkas, the little brother.

Usianya baru 11 tahun saat keluarga mereka  dideportasi. Later, he become an adult, after hard-and-exhausting years he’ve been through.

Andrius Arvydas, the good boy.

‘Good men are often more practical than pretty,’ said mother. ‘Andrius just happens to  be both.’

Lina’s mother has explained his characters more than i can. Whats left to say? He’s a high quality (book)boyfriend. My favorite :-*

Mr. Stalas, the bald man.

Pathetic, and yet i survive. surely my survival is my punishment. That has to be it. Thiswoman closes her eyes and she is gone. I’ve wished for deat since the first day, and yet I survive. Can it really be so hard to die?

Mr. Stalas ini semacam saksi (yang terpaksa) hidup dan menyaksikan semua penderitaan yang dialami orang-orang di sekitarnya. Mengapa? Karena dia punya ‘dosa’ terhadap orang-orang Lithuania tak bersalah itu.

Nikolai Kretzky, the young NKVD officer.

Nikolai ini semacam paradoks, pihak yang jelas-jelas menjadi bagian villain tetapi nantinya ia secara tidak langsung banyak membantu para tahanan, khususnya keluarga Vilkas. Bahkan ia yang ‘membawa’ Dr. Samodurov kepada tahanan penduduk Baltic di Siberia.

Dr. Samodurov, the real-ever-life character.

Dokter ini adalah tokoh yang benar-benar ada dalam sejarah, dan hadir hampir-hampir di ujung penderitaan para eksil yang sakit dan terdampar di Trofimovsk, Siberia. Nama lengkapnya, Dr. Lazar Solomonovich Samodurov. Saya, saat googling, saya ngga berhasil menemukan foto dokter yang keren ini.

My comments

Yang biasanya identik dengan perang dunia kedua, selain tokoh pemimpin-pemimpin villainnya, biasanya holocaust. Dan kisah ini, penderitaan eksil penduduk Baltic, kurang banyak terdengar. Mereka seperti menghadapi peperangan berbeda di waktu yang bersamaan dengan perang dunia kedua. Padahal penderitaan mereka juga memilukan dan bikin nyeri bagi kita yang membacanya. Novel ini mengajak kita mengingat luka, bukan untuk kemudian mendendam melainkan untuk kemudian lebih menyuburkan cinta di antara umat manusia. Tear-jerker novel but definitely recommended!

Author’s Note

Novel ini, berdasarkan kisha nyata. Kisah hidup ayah penulis yang memiliki irisan terhadap fenomena genosida penduduk Baltic ini.

Some wars are about bombing. For the people of the Baltics, this war was about believing. In 1991, after fifty years of brutal occupation, the three Baltics countries regained their independence, peacefully, and with dignity. They chose hope over hate and showed the world that even through the darkest night, there is light. Please research it. Tell someone. These three tiny nations have taught us that love is the most powerful army. Whether love of friend, love of country, love of God, or even love of enemy – love reveals to us the truly miraculous nature of the human spirit –Ruta Sepetys

21 thoughts on “#70 Between Shades of Gray

  1. Pingback: Bookish Top Ten: Tear-jerker Books | Faraziyya's Bookshelf

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Day 3: Top Five Best Book Covers | Faraziyya's Bookshelf

  3. Pingback: Faraziyya's Bookshelf | 2013 Reading Challenge Books In English: Wrap Up Post

  4. Wah, baru kemarin lusa saya nuntasin baca nih novel mbak, setelah saya baca, saya langsung googling ttg lithuania. Suasananya mencekam, tpi sayang endingnya masih ambigu mnrut ku,🙂 bagus banget cerita nya, kita bacanya terasa tersedot kedalam suasana yg Lina alami😦 ,, entah knpa suka sama tokoh nikolai kretzky😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s