To Review or Not To Review

Di bulan Juli ini, saya sudah membaca 5 buku. Sementara itu, status buku yang sedang dibaca (currently reading) ternyata mencapai angka dua puluh tujuh (yang tercatat di Goodreads). Glek. Masalahnya, belum ada -dari 5 buku tersebut- yang saya review. Diantara buku-buku itu ada buku terbitan Gagas yang mesti saya review setidaknya hingga akhir Juli nanti. Lalu ada buku dari bacaan bulan lalu, yang cukup bagus untuk direview dan dibagi, tapi belum juga saya review. Duh, jadi berapa utang review saya? mendadak malas menghitung

Sebenarnya, sebagai blogger buku, apa yang membuatmu mereview sebuah buku? Atau kah kamu tipe yang mereview semua buku yang kamu baca? Ah, i’d like to be that one. Iya, saya kepingin menjadi blogger buku yang mereview setiap buku yang saya baca. Mereview-nya di blog ini. Tapi, untuk bisa menerapkan itu, rasa-rasanya yang diperlukan adalah mereview right after you finished the book you read. Right after, dan jangan dijeda lama-lama. Gitu kan ya?

Masalahnya, saya ini termasuk pembaca yang kadang emosinya terlalu masuk ke dalam cerita dari buku-buku yang saya baca. Sampai kadang rasanya saya perlu memisahkan diri dulu dari buku yang selesai saya baca. Kalau sudah begitu, berarti terjeda, berarti tak langsung dituangkan ke dalam review di blog. Hpfh.

Memang sih, sekarang saya berusaha menggunakan buku catatan tersendiri biar apa yang saya dapatkan dari sebuah buku tidak berhamburan-lalu-terlupa dengan cepat. Tapi, sayangnya, hasil review yang saya ketik di badan new post di dashboard akan jauh berbeda dari buku catatan saya. Malah pada akhirnya, saya tidak perlu untuk bolak-balik berkali-kali saat menuangkan review ke dalam new post di blog. Rrrrr2013-07-12 14.33.49

Kondisinya, saat ini, kurang lebih ada 7-8 buku yang kepingin saya review. Belum apa-apa, tumpukan utang review itu terasa memberatkan. Terus mau gimana solusinya? Sepertinya, tidak semua tumpukan buku itu saya buatkan reviewnya di blog. Sepertinya saya hanya akan memilih yang saya rasa cukup bagus untuk di-share di blog. Sedangkan selebihnya, yang lebih kurang penting, akan saya buatkan reviewnya singkat saja di kolom review di Goodreads. Saya memang jarang memasukkan review di Goodreads kecuali komentar-komentar singkat, tapi saya akan mencobanya.

Kurang lebih, seperti ini. Weekend ini, target saya adalah mereview Paris: Aline – Prisca Primasari (untuk melunasi syarat kado #UnForgotTen yang lalu) dan Me Before You: Sebelum Mengenalmu – Jojo Moyes (untuk melunasi syarat giveaway yang kapan lalu dibuat kak dani). Nah, kalau memungkinkan, saya akan re-read dan review Between Shades of Gray – Ruta Sepetys. Yang  terakhir itu adalah utang saya ke diri sendiri, saya merasa perlu banget mereview dan membagi apa yang saya rasakan setelah membaca buku berlatar Perang Dunia Kedua itu.

Will it work? Well, yes, I hope it will smile

15 thoughts on “To Review or Not To Review

  1. kalau sekarang ini sih lagi berusaha menulis review setiap buku yang dibaca, buat sekalian belajar nulis review plus menemukan gaya menulis yang paling pas😀

    salam kenal yaa😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s