#49 The Hobbit: Book & Movie Adaptation

J. R. R. Tolkien 352 halaman Cetakan pertama, April 2002 Gramedia Pustaka Utama My Rate: 4/5

J. R. R. Tolkien
352 halaman
Cetakan pertama, April 2002
Gramedia Pustaka Utama
My Rate: 4/5

I’ve saw the first of Lord of The Rings movie, but i have never read the book version. The need to read it never comes to my mind. So do the hobbit, i haven’t watch the movie nor the book not until recently when BBI Jabodetabek had meeting in Bang Epi’s house and i found this book. The need to read it comes so i borrow it. Or maybe its just me that dont want to buy the book because, honestly, movie-tie-in bok cover has once caught my interest -when i’m in bookstore long ago.

Enough for my chit chat. Buku ini berkisah tentang Bilbo Baggins, keikutsertaannya dalam perjalanan menaklukkan kembali kerajaan kurcaci yang dipimpin Thorin dan kisah mula ditemukannya cincin ajaib yang nantinya diwariskan Bilbo Baggins kepada Frodo. Untuk sebuah kisah petualangan, yang dihadapi oleh Bilbo melalui buku ini benar-benar perjalanan yang panjang. Bahkan, adaptasi filmnya ini dibagi menjadi 3 bagian. Dan nanti yang akan sedikit saya singgung di sini adalah adaptasi The Hobbit bagian pertama yang berjudul The Hobbit; An Unexpected Journey.

Suatu hari, Bilbo yang tenang di lubang hobbit miliknya, didatangi penyihir Gandalf. Kemudian pada malam berikutnya, tak hanya Gandalf yang mengunjunginya, tetapi juga 13 kurcaci lainnya. Penyihir Gandalf memilih Bilbo untuk bergabung dengan 13 kurcaci lainnya, serta dirinya, untuk sebuah perjalanan panjang mengklaim kembali kerajaan kurcaci yang sedang diduduki seekor naga bernama Smaug. Tentu saja Bilbo tidak senang, ia bukanlah hobbit petualang, setidaknya itu yang ia yakini bahwa ia tidak akan meninggalkan lubang hobbitnya yang nyaman untuk sebuah perjalanan yang tidak menjamin keselamatannya. Tapi akhirnya, dengan kesadaran diri dan jiwa petualang Took yang masih tersisa di dirinya, Bilbo memutuskan bergabung.

Perjalanan 13 kurcaci, seorang hobbit dan seorang penyihir pun akhirnya dimulai. Perjalanan panjang yang meminta kesiagaan mereka atas tantangan-tantangan dan makhluk-makhluk tak terduga yang akan mereka temui. Terhitung Troll, Orc, Goblin, Waug, Spiders serta kejutan/makhluk lainnya menunggu mereka. Dan tentu saja Smaug, gunungan emas dan kerajaan kurcaci menjadi tujuan akhir mereka.

~

Gaya bercerita Tolkien, sangat mendongeng. Sama sekali tidak kaku tetapi tidak terdengar aneh, kecuali sedikit saja. Belum lagi karakter-karakter yang dia ciptakan benar-benar mengajak berdansa imaji kita. Lalu rasa dari petualangan yang digambarkannya terasa begitu thrilling. I really enjoy reading this meski awalnya tidak terlalu berharap banyak. Bukan tidak berharap banyak pada karya J. R. R. Tolkien, tapi justru terhadap kapasitas imajinasi yang bisa saya ciptakan. Well, adakah dominan otak-kiri berpengaruh? -.-a

Lalu, ceritanya sendiri. Saya setuju sekali bahwa kawanan Thorin ini mesti menghadapi banyak sekali rintangan. Its worth the mountain of the golds and the kingdom of the dwarves of the Lonely Mountain. Sepadan sekali. Dan lebih senangnya lagi, ending dari cerita The Hobbit ini tidak semata tentang menyingkirkan Smaug dari gunungan emas dan mengambil alih gunungan emas tersebut. Jauh lebih baik, they cherish each other. Bilbo prove his braveness, and the storiy tells that victory worth the battle of conquest. Also i feel the mean that Tolkien put within The Hobbit which in the next trilogy, the hobbit has all relevant reason to be the important part in the fellowship of the rings and so on.

~

Handsome, isn;t he? :-P

Handsome, isn;t he?πŸ˜›

The Hobbit: An Unexpected Journey

Directed by: Peter Jackson

Starring: Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, James Nesbitt, Ken Stot, Cate Blanchett, Ian Holm, etc.

Warner Bros Pictures; Release November 28th, 2012 (Wellington, premiere)

Beautifully done. The cast fit just perfectly. I love Martin Freeman act as Bilbo. Its the same as i love Alijah Wood act as Frodo. Saya ngga punya kapasitas untuk menilai film adaptasi ini lebih dalam, karena ngga punya ilmunya ^^v. Tapi yang jelas terasa, menonton film ini pun tanpa membaca bukunya terlebih dahulu akan tetap bisa dinikmati.Β 

Film dibuka dengan model kilas balik pengalaman oleh seorang Bilbo. Di scene awal, Frodo muncul -hanya sebentar. Di film adaptasi The Hobbit bagian pertama ini, dibuat Bilbo membuat catatan perjalanan untuk nantinya dibaca Frodo. Lalu barulah adegan dilanjutkan dengan kedatangan penyihir Gandalf dan ketigabelas kurcaci. Dan bila ingatan saya tidak terlewat, rasa-rasanya hampir semua yang ada dibuku dituangkan ke dalam film sehingga wajar bila akhirnya film adaptasi The Hobbit ini dibagi menjadi tiga bagian.

Oh iya, ada beberapa scene yang berbeda dengan buku yakni munculnya penyihir Radagaz, kehadiran Lady Galadriel dan perbincangan mereka bersama Saruman. Hmm, semoga bukan aku yang lupa kalo Tolkien menceritakan itu di The Hobbit. Lalu visual effectnya, bagus menurutku.

Castingnya? They’re just fit and i have nothing to complain (i say it again :-D). Belum lagi, Killy nggantengπŸ˜€ and the sound effect also the soundtrack? I love all of them. The feeling of the soundtrack strikethrough me,, i feel the breeze within and its calming❀❀❀

Last, may you as well as me enjoyed the book and the movie ^^

7 thoughts on “#49 The Hobbit: Book & Movie Adaptation

  1. The Hobbit jauh banget dari Lord of The Rings dalam segi “isi” menurut saya. Dan rupanya memang JRR. Tolkien menulis The Hobbit ini dulunya untuk pembaca anak dan remaja. Sedangkan Lord of The Rings memang dibuat lebih gelap dan ditujukan untuk pembaca yg lebih dewasa.
    Selain kemunculan Radagaz, rapat meja bundar dengan Lady Galadriel dan Sharuman.
    Ada juga kemunculan Azog, yang juga ga ada di buku The Hobbit.
    Dan improvisasi ini benar-benar brilian! Karena menumbuhkan benang merah antara LOTR dan The Hobbit.

    Azog ini sebenarnya memang ada di buku JRR.Tolkien yg lain. Kalau ga salah di The Silmarillion. Tapi Azog ga muncul di buku The Hobbit.

    Ketika saya menonton film The Hobbit yang Unexpected Journey ini, saya benar2 salut dengan Peter Jackson, sutradaranya.
    Saya rasa, Peter Jackson bukan sekadar sutradara film ini. Peter juga adalah penggemar dan maniak buku-buku karya JRR.Tolkien yang sarat dengan kisah di Middle Earth.
    JRR. Tolkien pasti akan tersenyum melihat bukunya bisa divisualisasikan secara sempurna oleh Peter JacksonπŸ™‚
    Ga berlebihan kalau saya sebut sempurna.

    Like

    • wow, komentar yang panjang dan lebih bagus daripada postingan yang dikomeninπŸ˜€
      yep, the improvisation was great. well, to be related to the other Lord of The Rings movie, its a must. Because its the movie we talkin’ about, not just the book.

      Have u read all of Tolkien pieces? Its my first but i’m eager to read all of his pieces, hope it’ll soon be on my reading-list.

      Like

  2. The Hobbit bisa jadi pangkal rasa penasaran untuk membaca karya Tolkien yg lain mbak.
    Coba aja dimulai dari trilogi LOTR duluπŸ˜€
    Klo The Silamrilion setahu saya belum ada yg versi bahasa indonesia, adanya yg bahasa inggris.
    Saya dengar2, The Silmarillion juga akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia nantinya, moga2 bukan sekadar PHP, haha

    Like

    • i dont mind the english version,,
      temen malah ada yg nyaranin baca LoTR yg b.inggris & sy udh ada ebooknya. just need to stack it on my reading listπŸ˜‰

      Like

  3. Pingback: [Monthly Recap] May | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s