#38 Matilda

matildaMatilda anak jenius, sayangnya ia hidup bersama keluarga yang tidak menghargainya. Sangat-sangat tidak menghargainya. Ayahnya, Mr. Wormwood adalah penjual mobil bekas yang picik, selalu memakai setelan jas yang warnanya menyolok mata tapi merasa penampilannya keren. Ibunya, Mrs Wormwood tidak jauh berbeda, lebih sibuk bermain bingo. Sedangkan Michael, kakak Matilda yang berumur 1,5 tahun lebih tua dari usianya, hanya lah bocah laki-laki normal. Tidak ada yang istimewa.

Di usianya yang baru tiga tahun, Matilda secara otodidak membaca koran dan majalah yang ada di rumahnya. Merasa tidak puas, ia meminta ayahnya untuk membelikannya buku. Sayangnya, sang ayah mengabaikan permintaannya. Hingga suatu siang saat ayahnya bekerja dan sang ibu bermain bingo di kampung sebelah, Matilda keluar dari rumahnya menuju perpustakaan terdekat. Di sana, dia bertemu dengan Mrs. Phelp yang mengenalkannya dengan buku-buku anak yang tersedia di perpustakaan.

Hanya butuh beberapa minggu bagi Matilda untuk menghabiskan buku-buku anak yang tersedia di perpustakaan sampai ia meminta rekomendasi buku lain kepada Mrs. Phelp. Tentu saja Mrs Phelp yang selama ini mengamatinya, terkejut. Tapi dengan bantuan Mrs. Phelp, akhirnya Matilda membaca buku-buku lain (buku-buku bagus malah) seperti Great Expectations & Oliver Twist dari Charles Dickens, Jane Eyre karangan Charles Bronte, Gone to Earth oleh Mary Webb, Kim karangan Rudyard Kipling, dan buku-buku terkenal lainnya.

The books tranported her to the new worlds and introduced her to amazing people who lived exciting lives. She went on olden-day sailing ships with Joseph Conrad. She went to Africa with Ernest Hemingway and to India with Rudyard Kipling. She travelled all over the world while sitting in her little room in an English village.

Kehidupan Matilda selanjutnya adalah tentang bagaimana ia berinteraksi dengan orangtuanya dan kehidupannya di sekolah, dimana ia mengandalkan apa yang ia ketahui dari buku untuk ‘mengerjai’ ayahnya yang licik, berhadapan dengan kepala sekolah yang kejam dan anak-anak yang suka mem-bully di sekolah. Tapi di sekitarnya tidak melulu pihak yang tidak mengakui dirinya seperti kedua orangtuanya dan Mrs. Turnbull sang kepala sekolah, tetapi ia bertemu dengan Miss Honey sang guru yang baik hati. Dan tentu saja petualangan kesehariannya tidak hanya sampai di situ, just find out more by reading the book okay?πŸ™‚

**

Buku ini adalah children books, lalu bagian mana buku ini bertema buku? Tentu dari bagian yang menceritakan bahwa ia telah bersentuhan dengan ‘bacaan’ sejak usia tiga tahun. Di usianya yang baru 4,5 tahun bahkan ia tidak lagi membaca buku-buku anak tetapi buku-buku terkenal saat itu. Dan kejeniusannya ditopang oleh buku-buku yang dibacanya di mana dia mengaplikasikan pengetahuan yang didapatnya untuk memberikan pelajaran kepada pihak-pihak antagonis di buku ini. Tidak hanya itu, ia juga membantu menyelamatkan Miss Honey dengan akal cerdiknya.

Moral dari cerita, kejahatan akan berujung pada sesuatu yang tidak baik dan jadilah anak yang cerdas, yang menggunakan akal dan tidak meremehkan orang lain. Dan tentunya, buku! Di cerita Matilda ini, buku diibaratkan time machine yang membawa pembacanya bertualang dan tak hanya itu, buku adalah teman yang menemanimu menyeruput segelas cokelat panas (eh, terbalik ya? :-D).

I wish i was a little girl when i read this book. Biar terinspirasi untuk mencintai buku dan terinspirasi untuk mengerjai orang-orang. . Hehhe.

Its a good one, coming from a good storyteller Roald Dahl. I wish this book suppose to have the effect as Roald Dahl wish to when writing this. I wish this book was one of the book that make people love books even more.

*note: tadinya untuk posbar bbi bertema buku tentang buku pengennya review The Eyre Affair – Jasper Fforde, sayangnya belum selesai baca. Diksi britishnya itu lho bikin lama bacanya -.-”

well anyway, akhirnya ikutan even posbar bulanan jugaa.πŸ˜€

Semoga bulan depan berkesempatan untuk ikut lagi.

15 thoughts on “#38 Matilda

    • salam kenal, mba mariaπŸ™‚
      tapi aku belum tergerak baca roald dahl lainnya, atau kayaknya aku ngga begitu interest sama children’s book. poor me😦

      Like

    • boleh lah mba, nti kalo nemu judul yang penulisnya Roald Dahl dicomot en dibaca. apa karena ga baca baca children’s book kayak aku?πŸ™‚

      Like

  1. Pingback: [Monthly Recap] April | Faraziyya's Bookshelf

  2. Mrs Turnbull ini adalah salah satu karakter paling mengerikan sepanjang masa yaaa…apalagi di filmnya, serem banget hahaha meskipun kalo ada di dunia nyata udah dilaporin ke komnas perlindungan anak, kali ;p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s