#39 Marginalia

Marginalia Dyah Rinni Penerbit Qanita Cetakan I, Februari 2013 304 halaman

Marginalia
Dyah Rinni
Penerbit Qanita
Cetakan I, Februari 2013
304 halaman
My Rate: 3/5

Marginalia adalah catatan-catatan yang dibuat pada margin sebuah buku. Kadang berupa koreksi, tambahan, inspirasi, atau catatan apa pun yang terkait dengan buku yang dibaca. Suatu kali, Padma menunjukkan marginalia yang dibuatnya di buku kumpulan puisi Rumi kepada Ren. Itu sebelum Padma pergi dari kehidupannya untuk selamanya. Buku itu, kumpulan puisi Rumi favorit Padma akhirnya Ren bawa kembali ke ‘tempat’nya. Dengan harapan bahwa siapa pun yang memegang buku itu setelahnya dengan harapan orang lain bisa mendapatkan pesan cinta dari Padma.

Tempat bagi kumpulan puisi Rumi itu untuk kembali adalah sebuah kafe, yang diberi nama Marginalia. Kafe yang menyediakan buku-buku untuk dibaca dan di’coret’i pesan. Kafe yang akhirnya juga ditemukan oleh Dru, seorang wanita single yang mengelola sebuah wedding organizer. Dru adalah wanita yang dingin, jauh dari kata romantis. Untuk sebuah kesepakatan (yang akhirnya memiliki butterfly effect tersendiri), Dru mengambil buku secara acak dan menuliskan marginalia di dalamnya. Pilihannya jatuh ke sebuah buku tipis kumpulan puisi yang diberi marginalia oleh Padma. Lewat marginalia itu lah ia bertemu dengan Ren, seorang vokalis rock band terkenal. Seseorang yang akhirnya juga mewarnai kehidupan Dru yang dingin.

**

Gagasan dari novel ini, menurut saya, adalah penggalan puisi Rumi.

Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat, mereka sudah saling mengenal sejak lama.Rumi

Meskipun secara logika, kondisi keduanya sungguh berjauhan; Dru pemilik wedding ย organizer dan Ren adalah eorang Rocker. Dru sangat tidak romantis, sedangkan Ren memiliki sisi melankolis. Tapi ternyata mereka ‘pernah’ bertemu. Dan mereka sekali lagi mendapat kesempatan bertemu, tetapi pertemuan mereka kali ini sama sekali bukan berpapasan, tetapi mengungkap benang merah kehidupan mereka berdua.

Begitu lah skenario mba Dyah. Awal saya membaca buku ini, saya agak malas dengan gagasan adanya sebuah kafe ‘ajaib’ yang tersembunyi di tengah kota. Tapi mungkin itu hanya karena saya saja yang terlalu melogika. Awalnya juga saya ‘malas’ dengan Ren yang kok childish, eh lama-lamaย kyut juga dia. Hehhe. Dan saat dia menjadikan Dru sebagai inspirasi musiknya, kok saya jadi keingetan Byung Hee dari serialย Shut up Flower Boy Band. Dan lalu mengangguk-angguk, seorang rocker atau yang menyenangi musik rock memang memiliki sisi romantis dan melankolisnya sendiri. Contohnya ya Byung Hee tadi, selain Ren di novel ini. Hahha, Byung Hee lagi Byun Hee lagi >.<

Kalo kata Kef, yang jadi juri di lomba Qanita yang dimenangi novel ini, buku ini unggul dari segi kekuatan karakternya. Kalo perasaan saya sendiri sih, character developmentnya dapet meski developmentnya kecepetan karena jumlah halaman yang terbatas. Overall, buku ini menarik untuk dibaca (selain karena sampulnya yang manis tentunya).

 

3 thoughts on “#39 Marginalia

    • ndak, ini dikasih. Hehhe. itu loh yang pernah aku posting foto, salah satunya ada buku ini difoto itu. Gratisan buku di bulan april๐Ÿ˜€

      Like

  1. Pingback: [Monthly Recap] April | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s