#37 When You Were Mine

Rebecca Serle Penerjemah: Nina Setyowati Cetakan pertama, Juni 2012 vi + 410 halaman Penerbit Bentang Belia

Rebecca Serle
Penerjemah: Nina Setyowati
Cetakan pertama, Juni 2012
vi + 410 halaman
Penerbit Bentang Belia

Mengutip salah satu artikel Teenvogue, this is modern retelling of Romeo and Juliet imagines the story of Romeo’s first love, Rosaline.

Novel ini memiliki prolog yang provokatif, tentang pendapat sang penulis sendiri bahwa Kisah Romeo dan Juliet mestinya berjudul Tragedi Romeo dan Juliet. Bahwa Romeo dan Juliet bukanlah sebuah kisah cinta tetapi hanya sebuah drama. Bahwa akhir cerita mati demi cinta itu bukanlah sesuatu yang romantis tetapi justru tidak realistis. Dan dari prolog ini, pembaca diingatkan bahwa ada sesosok tokoh lain yang adalah seseorang yang dicari Romeo di pesta dansa keluarga capulet yakni Rosaline. Dan inilah novel yang menghadirkan kisah romeo dan juliet dari penceritaan Rosaline.

cover versi terbitan Simon Pulse

cover versi terbitan Simon Pulse

**

Saat itu liburan musim panas sudah usai, dan Rosaline akan kembali ke rutinitas sekolahnya. Dan kali ini ia akan bertemu kembali dengan Rob. Sahabatnya sejak kecil. Dan membayangkan akan bertemu saja sudah membuat perutnya mulas. Mengapa? Rosaline teringat pertemuan terakhirnya sebelum Rob ikut kamp musim panas. Malam itu mereka menonton serial Friends seperti biasa sering mereka lakukan bersama. Tetapi saat itu rob mendadak jadi aneh dan lebih banyak diam. Hingga tiba-tiba dia menatap Rose lekat-lekat dan mengatakan pada Rose bahwa ia cantik. Mereka berdua langsung canggung.

Charlotte, sahabat Rose lainnya, tidak tahu hal tersebut. Bila saja Charlie -panggilang Charlotte- tahu, ia pasti sudah akan meledeknya habis-habisan. Charlie begitu menyukai ide bahwa Rose dan Rob menjadi pasangan.

Awal tahun baru, tahun terakhir mereka di SMA, hubungan Rose dan Rob memang berkembang seperti yang Charlie inginkan. Tapi hal tersebut berlangsung tak lama karena kedatangan Juliet Capulet, sepupu Rose. Juliet yang menjelma menjadi gadis pirang cantik dan begitu menarik dengan penampilannya yang khas orang kota modern. Juliet yang bahkan Rob pun akhirnya berpaling dari Rose dan jatuh cinta kepadanya.

Jangan tanya seperti apa kondisi hati Rose yang patah dengan kenyataan tersebut. Tetapi ia bisa apa? Rob sendiri yang mengatakan padanya bahwa ia menyukai Juliet. Lagipula Juliet adalah sepupunya. Rose  menahan hatinya yang patah dan sebisa mungkin menyembunyikannya dari Rob dan Juliet yang selalu bisa ditemukannya bermesraan di sekolah. Dan sejak Rob mengatakan bahwa ia menyukai Juliet, sejak saat itu komunikasi Rose dengan Rob terputus. Benar-benar terputus.

Di sisi lain kesehariannya dalam kegiatan di sekolah, hadir Len. Partnernya di kelas Biologi. Juga seorang temannya saat Rose pernah mengambil kelas piano saat berusia SD. Len yang berperilaku aneh, yang selalu mengenakan kaos lengan panjang dan kelakuannya seringnya terlihat menjengkelkan di mata Charlie. Len yang ternyata selama ini bersabar, menaruh hati, dan selalu memperhatikan Rose.

Lalu, akankah sama akhir Rob dan Juliet di novel ini dengan akhir kisah Romeo dan Juliet karya Shakespeare? Bagaimana dengan Rosaline, yang harus patah hati karena cinta pertamanya lebih memilih sepupunya? Cukupkah kehadiran Len untuk mengobati  patah hati Rose?

**

Aku tidak tahu apakah ringkasan novel ini, yang saya dituliskan diatas, cukup baik untuk menggambarkan sebagian besar isi novel ini. Karena sebenarnya novel ini cukup tebal. Tapi dengan kekhasan novel luar, kisah di dalamnya begitu sesak dipenuhi dengan detail-detail. Tentang pertemanan Rose-Charlie-Olivia, tentang kehidupan SMA tahun terakhir mereka dan hal-hal detil lain. Tapi entah mengapa aku bisa membacanya dengan cepat. Maksudku aku tidak beranjak saat membaca buku ini.

Kehadiran Len yang membuatku tidak beranjak, dan kecakapan Rose dalam mengatasi patah hatinya. Bagaimana akhirnya ia malah menjadi sesosok gadis yang dewasa dan tidak gegabah. Lalu Len lagi, Len yang gerak-geriknya misterius tetapi sesungguhnya ia tidak pernah jauh dari kehidupan Rose. Dan Len itu manis, pintar, dan unik. Dan bagiku, heroin yang membuatku tak beranjak dari buku ini tentu saja adalah bagian-bagian yang menceritakan dan menghadirkan Len.

Setelah membaca novel ini, entah mengapa aku jadi setuju bahwa kisah Romeo dan Juliet memang memiliki ending yang konyol, dan tidak romantis. Maaf sebelumnya. Tapi dengan gagasan bahwa sehidup semati a la Romeo dan Juliet adalah sesuatu yang sangat romantis pada masa itu juga tidak bisa diremehkan. Hanya saja jika kisah tersebut dilogika-kan maka tragisnya kisah mereka bisa terasa tidak realistis bagi sebagian orang. Ah entahlah, apa yang baru aku omongkan  barusan?😛

What i can say is, meskipun tragisnya kisah Romeo dan Juliet bagi sebagian orang tidak disukai, tetapi kisah Romeo dan Juliet selalu memiliki magnet. Setau saya ada lagi karya lain yang mencoba retelling dengan sudut pandang berbeda tapi pada akhirnya semua diilhami oleh kisah Romeo dan Juliet yang diakhiri oleh Shakespeare dengan tragis.

ps: jadi pengen baca versi lain kisah Romeo dan Juliet, ada yang punya rekomendasi?

6 thoughts on “#37 When You Were Mine

  1. kalo aku prinadi emang dari dulu nganggap romeo & juliet itu agak asurd…😐
    romeo patah hati sama rosaline trus ke dateng ke pestanya capulet, lah belum ketemu rosaline udah ketemu juliet (yang masih di bawah umur) duluan, trus BAM! jatuh cinta😐 trus langsung ngajak nikah trus bla bli blu sampe akhirnya “tragedi” terjadi dan mereka berdua meninggal di pelukan masing2… in barely what, a week?😐

    that’s not romantic, more to… stupid? :p
    so much for “true love”….

    tapi baca ceritanya dari sisi rosaline kayaknya menarik juga…🙂

    Like

    • Menarik kok, coba deh kalo sempet ketemu buku ini.
      Kebetulan aku dikasih temenku saat dia dpt gratisan paket buku bentang😀

      Like

  2. Pingback: [Monthly Recap] April | Faraziyya's Bookshelf

  3. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Day 3: Top Five Best Book Covers | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s