#35 Anak Arloji

Kurnia EffendiCetakan I, Maret 2011Penerbit Serambi237 halamanMy Rate: 3/5

Kurnia Effendi
Cetakan I, Maret 2011
Penerbit Serambi
237 halaman
My Rate: 3/5

Karena telah mengenal Kef melalui Burung Kolibri Merah Dadu, saya langsung mengambil buku ini diantara tumpukan buku yang ada di gelaran buku murah di lahan parkir Gramedia Matraman minggu lalu. Mengira bahwa yang dihasilkan Kef hanyalah cerpen roman maka saya kembali mengira bahwa buku ini juga akan penuh roman. Dan pada akhirnya memang, ada cerpen-cerpen roman di buku ini. Tapi lebih dari itu, buku ini membawa saya mengenal Kef dari sisi  lain. Bahwa dia juga membuat cerpen a la seniman yang menurutku memiliki unsur absurditas: lebih banyak yang tersirat dan digalinya tergantung dari pemikiran pembaca. *ah, begitu ngga ya? kok saya jadi takut kedengaran soktau? -.-“

Beruntung ada catatan dari Joko Pinurbo di bagian akhir buku ini. Di mana Jokpin memberikan interpretasinya atas setiap cerpen Kef yang dihimpun di buku ini. Dengan begitu, saya ikut saja menerjemahkan cerpen Kef di sini sesuai arahan Jokpin.

Ada 14 cerpen yang terhimpun dalam buku ini dan saya tertarik pada 4 cerita: Aromawar, Kamar Anjing, Sepanjang Braga (versi kelima), dan Jalan Teduh Menuju Rumah.

Aromawar adalah cerpen yang kontennya dewasa. Tapi bukan itu letak ketertarikan saya melainkan pada tokoh misterius Pangeran Rembulan. Mengapa? Di sini, aku mendapatkan kesenadaan Kef dengan saya: bahwa Rembulan pun bisa ditautkan pada ketampanan. Maksudnya, saya lebih suka memuji bahwa bulan itu gorgeous bukan beautiful. Hehhe. Ya di situ, saya merasa akhirnya ada juga yang membuat sesosok karakter tampan bernama Pangeran Rembulan. Meski begitu, saya tidak berharap karakternya se-seduktif di cerpen ini.

Lalu cerpen Kamar Anjing. Mengapa saya berhasil dibuat tertarik pada cerpen ini? Mungkin karena sampai akhir bagian cerpen tersebut, saya masih tidak mengerti twist-nya. Konflik batin Adit dalam cerpen itu mengapa terasa begitu rumit ya? Dan pada akhirnya saya jatuh kasihan pada Adit.

Sedangkan Sepanjang Braga (versi kelima), saya rasa pembaca Kef akan menyukai semua verssi Sepanjang Braga. Kalau saya sendiri, lebih karena saya suka cara Kef mencintai kemudian mengekspresikan Sepanjang Braga hingga beberapa versi seperti itu. Pasti ada yang sangat melekat pada diri Kef tentang Braga. Terakhir, ketertarikan saya pada cerpen Jalan Teduh Menuju Rumah dikarenakan genre keluarga dan genre religi pada cerpen ini dapet banget padahal cerpennya sederhana.

Selebihnya, mungkin karena Kef  telah lama menulis dan telah banyak menghasilkan cerita, maka karya-karyanya tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan secara teknis; cerpen-cerpennya rapi.

4 thoughts on “#35 Anak Arloji

    • oohh, engga gitu maksudnya.
      Halaman Jokpin itu sebenarnya adalah apresiasi,
      Saya yakin tidak begitu kondisinya untuk setiap pembaca, ini hanya keadaan dimana saya yang dalam beberapa cerpen tidak memahami maksud cerita.

      Like

  1. Pingback: [Monthly Recap] April | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s