Wishful Wednesday [1]

Akhirnyaaa setelah selama ini selalu silence reading aja tiap ada update dari wishful wednesday dari mb astrid di laman reader, saya memutuskan untuk bergabung di even update mingguan ini. Hehhe. selebihnya sebenarnya karena sang empunya blog hop sedang ngadain giveaway juga dasar!

Langsung yak, karena sisa Rabu cuma satu jam lagi -.-

So, my first wishful wednesday  is Titik Nol by Agustinus Wibowo

titik nol

Judul: Titik Nol
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: GPU, Februari 2013

Hari ini memang harinya Titik Nol. hari lahirnya. Menurut Koh Avgus sendiri (di twitternya), buku ini berbeda dari dua kakaknya. Karena disini adalah refleksi dari perjalanan-perjalanan yang telah ia lakukan. Mungkin melalui buku ini, ia memperkenalkan dirinya yang lebih jujur. eh itu cuma tebakanku. Hehhe. Tapi yang jelas, i’m waiting for this book. I’m a type who’d follow the pieces from my favorite author.

Dan seingatku, Selimut Debu -kakaknya Titik Nol- adalah persentuhan pertamaku terhadap buku-buku bertema perjalanan. Terhadap tulisannya yang bernapas jurnalisme sastrawi, aku jatuh cinta. Saat itu bahkan aku belum membaca Naked Traveler, yang sudah lebih dikenal. Barulah setelahnya aku membuka diri terhadap buku-buku travelling hingga -seperti korban buku-buku traveling lainnya-, aku mulai berusaha memiliki cita berjalan-jalan di muka bumi  jiaaahh 😀

Sinopsis buku ini, dari laman Gramedia Pustaka Utama

Perjalananku bukan perjalananmu
Perjalananku adalah perjalananmu

Jauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.

Juga terpukau pesona kata “jauh”, si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akbar keliling dunia. Menyelundup ke tanah terlarang di Himalaya, mendiami Kashmir yang misterius, hingga menjadi saksi kemelut perang dan pembantaian. Dimulai dari sebuah mimpi, ini adalah perjuangan untuk mencari sebuah makna.

Hingga akhirnya setelah mengelana begitu jauh, si musafir pulang, bersujud di samping ranjang ibunya. Dan justru dari ibunya yang tidak pernah ke mana-mana itulah, dia menemukan satu demi satu makna perjalanan yang selama ini terabaikan.

“Agustinus telah menarik cakrawala yang jauh pada penulisan perjalanan (travel writing) di Indonesia. Penulisan yang dalam, pengalaman yang luar biasa, membuat tulisan ini seperti buku kehidupan. Titik Nol merupakan cara bertutur yang benar-benar baru dalam travel writing di negeri ini.”

—Qaris Tajudin, editor Tempo dan penulis novel.


Anyone of you would join this Wishful Wednesday? Check this out:

wishful-wednesday1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.

  1. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!

  2. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.

  3. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu🙂

4 thoughts on “Wishful Wednesday [1]

  1. Pingback: Wishful Wednesday #2 | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s