#30 Ibuk

Ibuk
Iwan Setyawan
Cetakan Pertama, Juni 2012
Gramedia Pustaka Utama
291 halaman
My Rate: 3/5

Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu meski kuat. Buatlah pijakanmu kuat.

Kalimat itu sudah mewakili isi buku ini: cerita yang menjelmakan seorang Ibu yang kehadirannya menguatkan. Setidaknya itu yang saya sepakati setelah akhirnya menyelesaikan buku ini. Bukan perkara buku ini sulit dihabiskan dengan cepat tetapi karena kebiasaan multi-reading saya yang membuatkan buku ini telantar. Sejak Juni, tercatat dalam Goodreads bahwa saya mulai membaca buku ini dan baru pagi ini saya menuntaskannya.

Penulis mengambil peran orang ketiga yang menceritakan semuanya. Dimulai dari Tinah, sang Ibuk, kisahnya bertemu dengan Sim (Hasyim), sang Bapak yang bekerja sebagai sopir mikrolet. Roman mereka yang singkat hingga mereka memutuskan hidup bersama dalam rumah tangga. Kehidupan Tinah dan Sim yang sejak awal tak mudah. tapi mereka berkecukupan dalam kasih sayang dan kesederhanaan. Memiliki empat putri dan satu putra yang membesarkan mereka pun sungguh tak mudah. getir keluarga sederhana ini diceritakan dengan detil oleh sang penulis.

Hingga kemudian penulis mengangkat satu karakter yang merupakan dirinya, yakni Bayek. Dalam menceritakan Bayek inilah irisan novel ini dengan novel 9 Summers 10 Autumns bertemu. Bagian tengah hingga akhir yang porsinya adalah kisah tentang Bayek, tak pernah luput mengikutkan sosok Ibuk yang selalu menentramkan, yang selalu menjadi kekuatan.

Secara teknis penulisan, tidak ada yang istimewa dari buku ini. Malah cenderung penulis tanpa rem menceritakan kisahnya. Buku ini padat oleh detil, yang oleh saya . Dua kali sang penulis menyelipkan dirinya dalam buku ini, yang saya rasa tidak perlu atau seharusnya disiasati untuk masuk ke dalam kisahnya sebagai Bayek saja. Well, its just my opinion. ^^v

Anyhow, buku ini tetap memotivasi dan menyentuh hati kita, membuat kita terjebak dalam imaji sendiri dan merenung tentang keberadaan Ibu Β dalam hati dan kehidupan kita.

11 thoughts on “#30 Ibuk

  1. aku dapet buku ini gara-gara swap, tapi sampai sekarang blum dibaca. Kayaknya ada perasaan takut bosan, soalnya beberapa review bilang gituπŸ˜›

    Like

  2. buku Iwan yang pertama dibeli sama teman saya dan dia bosan.
    saya jadi tak tertarik bacanya.
    novel kedua ini pun belum ada faktor penarik untuk baca :))
    karena jagoan saya untuk kisah inspiratif macam begini, tetap karya-karya Andrea HirataπŸ˜€

    Like

  3. halo mb faraziyya, salam kenalπŸ™‚
    satu-satunya anggota BBI yg asing di WA jadinya penasaran ngintip blognyaπŸ™‚
    belum baca buku keduanya Iwan, buku pertama lumayan bagusπŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s