#27 Seni Membaca #ArtOfReading

Bisa jadi, penyebab buku-buku yang anda beli tapi 90 % tidak dibaca adalah karena ada hambatan mental dalam kegiatan membaca anda. Atau, kurang motivasi dan konsentrasi? Belum terbiasa rutin membaca, tetapi seperti tidak bisa dicegah, anda terus saja menimbun buku?

Alhamdulillah, saya tidak termasuk dalam kelompok yang tidak menghabiskan buku yang ditimbunnya. Semoga itu bukan hanya bangga semata tapi karena memang kegiatan membaca saya demikian adanya. Sejak bergabung dengan Goodreads, sebuah jejaring sosial yang menampung para kutubuku, kesenangan saya seperti mendapat tempatnya. Dengan Reading Challenge yang ada, kegiatan membaca saya, setidaknya kurun enam bulan ini, terkontrol. Sesuai patokan saya sejak awal yakni minimal 8 buku per bulan. Lantas, apa saya masih perlu kiat-kiat motivatif untuk rajin membaca? Tentu saja, saya tetap memerlukannya.

Buku ini, yang dibuat oleh Agus Setiawan dan mengandalkan banyak penelitian mengenai kondisi membaca, terasa ‘mencerahkan’. Enlightening! Meski kegiatan membaca saya tidak menyedihkan, ternyata saya masih perlu seni yang tepat untuk menikmati dan mengambil manfaat yang banyak dari membaca. Pertama-tama kawan, biar kalian tak gusar dengan payahnya kegiatan membaca kalian (^^v), kalian harus memiliki alasan yang kuat dan personal mengapa kalian membaca. Ini sangat penting, kawan! Karena alasan itu yang akan mendorong kalian untuk ‘tidak mengabaikan’ tumpukan buku di lemari atau meja kerja kalian. Camkan alasan itu baik-baik, resapi, lalu nikmati kegiatan membaca kalian. Alasan itu tidak membawa kalian kemana selain kepada kebermanfaatan akibat membaca itu sendiri.

Bila telah sedemikian menumpuk buku yang kalian beli tapi belum dibaca maka buatlah prioritas membaca. Ini sama strateginya dengan membuat prioritas kegiatan yang kalian lakukan: membuat kuadran-kuadran level prioritas. Adapun hal lain yang perlu disiasati adalah hambatan mental dalam membaca. Oh, ayolah, pangkas sedikit demi sedikit alasan yang memberatkan aktivitas membaca kalian. Bila tidak, alasan itu akan membunuh minat baca kalian sendiri. Tidak kah kalian khawatir?

Lalu, selebihnya adalah bagaimana membuat kegiatan membaca lebih efektif. Penulis berbagi beberapa hal perlu diperhatikan demi mengefektifkan kegiatan membaca, seperti: posisi membaca. Dari posisi membaca saja kita bisa membuat kegiatan baca kita lebih efektif. Setidaknya teman sekalian mengerti bukan, bahwa membaca sambil tiduran sangat harus dihindari. Bisa-bisa kalian bukan membaca tetapi menjadikan buku kalian sebagai guling (–“). Posisi membaca yang benar adalah posisi tegak dan santai. Buku dan mata membentuk sudut 90 derajat. Posisi tegak ini, kawan, membuat darah dan oksigen lancar ke otak sehingga pandangan mata jadi lebih luas.

Bila dirasa perlu, mungkin untuk buku-buku nonfiksi atau diktat, buatlah tujuan kalian membaca. Lalu, seberapa fokus kalian membaca? Ujilah dengan mencari tahu seberapa banyak lintasan pikiran yang menyita fokus membaca kalian. Meskipun banyak, jangan menyerah. Fokus membaca bisa diasah kok. Trik lain untuk mengefektifkan membaca adalah dengan melibatkan imajinasi dan berdialog dengan buku yang kalian baca. Trik ini bisa jadi menghindarkan kalian dari kejenuhan. Selebihnya? Langsung intip dari buku The Art of Reading ya (^-^)

Kita tidak mungkin bisa menghabiskan semua buku tetapi kita bisa menghabiskan semua buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Dalam hal ini, bite what we can chew, tidak perlu muluk-muluk membaca buku tebal nan berbahasa kaku tapi ambil lah terdahulu bacaan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan. Dan membaca tidak hanya tentang kecepatan, nantinya kecepatan bisa kita sesuaikan dengan kondisi dan keperluan kita terhadap buku yang kita baca itu sendiri.

Setelah membaca The Art of Reading, saya mengajak diri saya untuk tidak merasa terbebani oleh buku-buku yang belum saya baca. Saya akan menikmatinya, menyesuaikan kebutuhan dan tidak ingin tergesa-gesa. Boleh cepat tapi tercerna apa yang dibaca. Seperti saat belakang saya menyelesaikan otobiografi seorang tokoh perjuangan yang terdiri dari 3 buku, saya membaca cepat tapi tetap bisa menikmatinya. Mencatat baik-baik alasan kuat dan personal dibalik kegiatan membaca saya dan membuat waktu khusus membaca pribadi: malam sebelum tidur. Dan membuat catatan hal-hal penting dari buku yang saya baca karena tidak hanya membaca, saya akan merajinkan diri ini untuk mengulas buku yang saya baca biar kebermanfaatannya terbagi kepada yang lain.

Well, thats it kawan! Semoga bermanfaat. Selamat membaca dengan nyeni.

2 thoughts on “#27 Seni Membaca #ArtOfReading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s