#9 Yoyoh Yusroh: Mutiara yang Telah Tiada

Disana, disisi-Mu, dia pasti telah tersenyum. Tanpa gurat-gurat lelah. Maka biarlah, ceritera kehidupannya menjadi jariyah juga, yang tak usai, terus berderai.Saya kebingungan, memulai review dengan kalimat apa untuk buku yang dalam tiga jam-an ini saya selesaikan. Benar-benar speechless. Cuma bisa terus membiarkan airmata menggenang di pipi, membiarkan hidung memerah, merasai.Saya cuma bisa bilang bahwa, sesiapa yang habis membacanya, pasti tidak akan diam saja. Lagipula, bagaimana bisa kita diam saat diceritakan keteladanan dari beliau yang indah tapi sekaligus begitu dekat, hingga kadang bisa kita dibuat tak habis pikir.

Lebih dari buku motivasi, buku ini bisa jadi buku yang kita tempatkan disisi saat kita hendak me-recharge diri, atau saat kita sedang membangun mimpi.

Pesan saya hanya, tengok buku ini sesering mungkin. Bila teman-teman sudah memilikinya. Karena Demi Allah, ini hanya sebagian kecil bukti kebesaran Allah. Menghidupkan kembali generasi shahabiyat (mengutip perkataan Ibu Wiwi) ditengah-tengah kita. Segala puji bagi Mu, Allah…

** originally posted on December 2, 2011. Here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s