#5 Serial Cinta

Seorang  saudara berkata bahwa karya Anis Matta yang berjudul ‘Serial Cinta’ ini adalah karyanya yang paling laris dibandingkan dengan karya-karyanya yang lain. Menyoal cinta berarti menyentuh saraf ketertarikan manusia secara umum. Itu fakta. Semua manusia selalu ingin berbicara cinta.

Buku ini, seperti sempat saya katakan, tidak pernah saya niat-prioritaskan untuk saya beli dan jadi koleksi. Ianya berjodoh dengan saya sebagai hadiah langsung dari penerbitnya.

Berbahagialah saya karena membaca ini perasaan saya gegap. Memang ya, disesaki tema cinta -meski klise- selalu punya magnet yang tidak perlu susah-susah kita berlepas atasnya.

Serial Cinta ini kompresehensif, menurut saya. Pembahasan tiap judulnya berkorelasi dan melengkapi satu sama lain. Yang terbersit dalam pikiran saya adalah bahwa buku ini tidak mengantarkan kita (pembaca) kepada tulisan-tulisan berdefinisi dan bertema cinta materiil, tetapi cinta yang benar. Dalam serial ini kita diajak belajar menjadi pencinta dari kisah-kisah mereka yang tenggelam dalam cinta atau yang cemerlang betul karena cinta.

Saya menyukai cerita cinta Muhammad & Khadijah, maka saya menikmati sekali tulisan-tulisan dalam serial ini yang mengangkat pelajaran dari kisah cinta mereka. Saya comot satu per satu dan saya ingat-ingati hikmah dari rajutan cinta Muhammad & Khadijah.

Tapi dari buku ini saya juga disindir, dan dari serial ini saya sempat merasa malu berpredikat sebagai ‘ia yang romantis’ dan ‘ia yang melankolik’. Bagaimana tidak, melankolik dan romantis disini mengandung definisi dan tabiat yang tidak sepenuhnya baik. Seperti saya tersinggung dengan kutipan ini,

Orang-orang romantis selalu begitu: rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar. Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur: kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama.

Inilah ajakannya, untuk mengelola kembali romantis dan melankolis itu.

Secara pribadi, saya menikmati sekali buku ini. Lepas dari harmonisasi kata yang bahkan kombinasinya saat dibaca mampu membuat wajah memerah seketika, semua sisi serial ini saya menyukainya.

Imbauan saya mungkin, bagi pembaca yang telah atau ingin membacanya: jangan jadikan materi-materi dalam serial cinta ini sebagai sesuatu yang manis-manis saja rasanya. Sebaliknya, kajian tentang cinta yang benar dalam serial cinta ini patut menjadi pelajaran bagi kita mengelola cinta dan melakukan pekerjaan cinta yang bersifat menumbuhkan.

Ya..itu, didorong buku ini, saya (mungkin juga Pembaca lainnya) ingin rasanya bersegera menjadi dan hidup dalam pekerjaan cinta yang benar. Dengan tabiat-tabiat pecinta yang benar. Biar bersemi cinta itu menjadi kekuatan yang mengubah kualitas hidup dan cita rasa peradaban (tagline Serial cinta).

** originally posted on March 15, 2011. Here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s