#1 Sakinah Bersamamu

ImageBuku ini saya dapatkan dari bazaar buku GEDEBUK STAN. Bersamaan tanggal dengan pembelian buku ini, terselenggara juga bedah buku sepintas tentang buku ini, tentu saja di acara yang sama.

Di awal acara bedah buku itu, Mba Asma telah warning bahwa buku ini pun diperuntukkan bagi yang belum menikah, selain tentunya bagi mereka yang telah berkeluarga. So, saya ngga perlu risih kan untuk membeli buku ini? Husnudzon aja ya kawan, ini perkara ilmu yang perlu dipersiapkan.

Dalam buku ini terdapat tujuh belas cerita tentang pelajaran kehidupan setelah pernikahan. Beragam sekali. Dalam daftar isi, sebenarnya telah dikotak-kotakkan tema dari tiap cerita. Seperti, Berbeda itu Pelangi, Dilema Istri Sensi, Suami Ngga Sensi, Tentang Jujur, Ketika Dibakar Cemburu, hingga pada cerita bertema 3 Alarm- Selangkah Menuju Selingkuh. Ketujuh belas cerita tersebut dikemas dalam satu tajuk besar Bijak Berumahtangga melalui cerita. Melengkapi cerita-cerita tersebut, terdapat paparan oleh Asma Nadia ditiap berakhirnya cerita-cerita. Ulasan yang memang terasa sekali merupakan pengalaman mereka yang telah berkeluarga.

Tiap-tiap cerita menyampaikan pesan tersendiri, penyampaiannya pun manusiawi sekali. Seorang temanku pernah sedikit berkomentar bahwa buku itu biasa saja, kemudian ditambahinya lagi bahwa mungkin terasa pas karena kondisi kami yang belum menikah. Tapi buat saya tidak begitu, karena buku ini ditutup dengan sebuah cerita yang membuat saya terharu dan menangis. Yang persis judulnya seperti judul buku, yakni: Sakinah Bersamamu. Diceritakan seorang Aku yang mulanya agak sulit memulai kisah cintanya karena pembawaannya yang galak, pemilih dan perkasa. Hingga akhirnya, disatu waktu dalam kehidupannya dia bertemu Zaqi. Seorang laki-laki yang dimasa kemudian membersamainya selama 20 tahun.

Tidak lantas pertumbuhan cinta antara mereka tidak membuahkan prahara. Lazimnya ada potensial untuk jatuh cinta lagi, itu juga yang sempat membuat Zaqi meminta restu untuk berpoligami. Prahara itu terjadi di tahun kesembilan pernikahan mereka. Tokoh Aku jatuh sakit, sakit yang ia tidak mengerti bagian tubuhnya yang mana yang sakit. hingga akhirnya, Zaqi tidak pernah lagi mengungkit keinginan tersebut. Lebih-lebih karena ia menyadari bahwa tokoh Aku adalah satu cinta selamanya baginya.

“Keinginan itu memang pernah menggoda, Ri, teramat kuat. Tapi mendadak mati rasa, ketika kesadaran mengusikku betapa itu akan melukaimu. Bagaimana aku bisa bahagia jika kau harus seumur hidup menanggung kesedihan?” kata Zaqi.

Benar adanya bagi mereka…satu cinta selamanya…

Hm..beneran deh, cerita penutup ini yang jadi cerita kesukaan saya dari buku Sakinah Bersamamu. Tentu saja, ada beberapa cerita lain yang menarik, meski menurut Mba Asma juga bahwa beberapa cerita yang diangkat dibuku ini pernah diangkat dibuku-buku Asma Nadia sebelumnya.

Terakhir, saya salin-tempel puisi yang terdapat dibuku itu aja deh.

Jika kau tanya,
Kenapa aku memilihmu
Itu karena Allah memberiku cinta
Yang ditujukan kepadamu

** originally posted on February 13, 2011. Here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s