#6 Pengikat Surga

Sewaktu saya meminjam novel ini, teman saya bilang novel ini pas buat mereka yang hendak membaca sirah yang disajikan naratively dengan genre semi-fiksi. Buku ini based onsiroh nabawiyah Muhammad saw. Hanya saja, dalam novel ini, sang narator Asma’ putri Abu Bakr. Iya, novel ini adalah perjalanan kehidupan Asma’ (Dzatun nithaqain, yang mempunyai dua ikatpinggang) dan ceritanya tentang perjuangan Islam oleh Rasulullah dan sahabat di masanya.

Saya menyukai novel ini. Mengetahui cerita bertumbuhnya putri-putri Rasulullah, juga ‘aisyah, dengan jarak yang lebih dekat. Dari novel ini, saya jadi semakin cemburu dengan generasi sahabat. Cemburu yang sangat beralasan. Lihatlah, mereka yang perilakunya ketika tersalah pun langsung ditegur oleh Allah swt. Mereka yang ditarbiyah langsung oleh Allah. Mereka yang menerima turunnya Al-Qur’an secara bertahap dan memaknainya serta mengaplikasikannya benar sebagai pengejawantahan pengabdian kepada Allah swt.

Saya diajak berimaji, bagaimanalah perasaan mereka, para sahabat yang dikabarkan hadiah surga pada mereka? Bagaimanalah perasaan Thalhah yang dijuluki sebagai syuhada yang berjalan dimuka bumi, dimana julukan itu tersampaikan padanya sebelum ia meninggal? Maha Besar Allah..

Belum lagi novel ini romantis sekali dengan kekhasannya. Menyajikan romantisme beberapa pasangan. Aisyah dengan Rasulullah, hingga kecemburuan aisyah ketika madunya adalah Ummu Salamah. Lemahnya ‘Abdullah ibn ‘Abu Bakr yang beristrikan ‘Atikah binti Zayd. Nestapanya Zainab yang bersuamikan Abul ‘Ash yang pada mulanya belum beriman. Rumahtangga Asma’ sendiri yang ternyata ada argumentasi cinta diawalnya, bermula atas kecenderungannya terhadap Az Zubayr ibn Awwam.

at all, novel ini cantik. Dan seperti kata teman saya, novel ini pas buat mereka yang lebih senang dengan siroh bergaya narasi.

Ah iya, saya agak sedih dengan penutup novel ini. Novel ini ditutup dengan fragmen diceraikannya ‘Asma oleh Az Zubayr yang telah 28 tahun berumahtangga dengannya. Ketika itu ‘Atikah ibn Zayd, yang semula menjadi kakak ipar ‘Asma, telah menjadi madunya. ‘Atikah sendiri selalu digambarkan oleh ‘Abdullah ibn Abu Bakr (dahulu sebelum meninggalnya) sebagai,” Ia wanita yang gerak-geriknya selalu menggelorakan cinta.”

Entah, saya juga merasakan sekali kecemburuan ‘Asma (halah). Kecemburuan karena gelora cinta Az Zubayr selalu ada pada ‘Atikah sedang ‘Asma hanya mendapat percikannya. Karena ini juga saya dibuat geregetan >,<

Oke. Oke. Segitu dulu yang bisa saya paparkan tentang novel ini. Semoga bermanfaat. :-)

** originally posted on April 29, 2011. Here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s